Mahasiswa KKN-PK 69 Unhas Edukasi Pemanfaatan Buku KIA untuk Perkuat Pencegahan Stunting di Desa Mario

  • Whatsapp

PELAKITA.ID – SIDENRENG RAPPANG – Upaya pencegahan stunting tidak hanya bergantung pada pemenuhan gizi, tetapi juga pada kemampuan orang tua memantau tumbuh kembang anak sejak dini.

Berangkat dari semangat tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar program edukasi bertajuk “Pemanfaatan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA) dalam Pemantauan Pertumbuhan dan Perkembangan Anak sebagai Upaya Pencegahan Stunting” di Puskesdes Desa Mario, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidenreng Rappang, Jumat (17/7/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan bersamaan dengan layanan Posyandu Desa Mario dan melibatkan ibu hamil, ibu yang memiliki balita, kader kesehatan, serta tenaga kesehatan setempat.

Program tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai fungsi Buku KIA sebagai pedoman dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara mandiri, sehingga setiap orang tua mampu mengenali tanda-tanda gangguan pertumbuhan sejak dini.

Pelaksanaan edukasi merupakan tindak lanjut dari hasil diskusi mahasiswa KKN-PK bersama Puskesmas Kulo yang mengungkap bahwa pemanfaatan Buku KIA di masyarakat masih belum optimal. Selama ini, sebagian besar orang tua telah membawa Buku KIA saat Posyandu sebagai media pencatatan hasil pemeriksaan, namun belum terbiasa membaca maupun memahami informasi penting, terutama grafik pertumbuhan anak yang terdapat di dalamnya.

Dalam sesi penyuluhan, mahasiswa menjelaskan berbagai materi, mulai dari fungsi Buku KIA, cara membaca grafik pertumbuhan, interpretasi hasil penimbangan, hingga pentingnya melakukan pemantauan tumbuh kembang secara berkala.

Peserta juga diajak berdiskusi mengenai berbagai kondisi yang sering ditemui di lapangan serta bagaimana Buku KIA dapat menjadi panduan bagi orang tua untuk menentukan kapan anak perlu mendapatkan pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan.

Sebanyak 74 peserta mengikuti kegiatan Posyandu tersebut. Sebagai bagian dari evaluasi, 20 peserta mengikuti pre-test dan 10 peserta melanjutkan hingga post-test.

Hasil evaluasi menunjukkan dua peserta mengalami peningkatan nilai setelah mengikuti edukasi, sementara lima peserta memperoleh nilai sempurna dan tiga peserta lainnya memperoleh nilai 80 baik pada pre-test maupun post-test.

Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar peserta telah memiliki pengetahuan dasar yang cukup baik mengenai fungsi Buku KIA.

Meski demikian, hasil wawancara selama kegiatan mengungkap bahwa pengetahuan tersebut belum sepenuhnya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Banyak ibu mengaku jarang memperhatikan grafik pertumbuhan anak karena menganggap anak tetap sehat selama terlihat aktif. Selain itu, perhatian mereka saat Posyandu sering terbagi antara mengurus anak dan aktivitas lainnya sehingga penjelasan mengenai hasil pemantauan pertumbuhan belum sepenuhnya dipahami.

Bidan Desa Mario, Fia Ricca, A.Md.Keb., mengapresiasi pelaksanaan edukasi tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, khususnya dalam memahami informasi yang tercantum pada Buku KIA.

“Selama ini sebagian besar masyarakat sudah rutin datang ke Posyandu, tetapi masih banyak yang hanya fokus pada proses penimbangan. Setelah hasilnya dicatat di Buku KIA, mereka jarang mengetahui atau memahami arti grafik pertumbuhan anak. Padahal, pemahaman tersebut sangat penting agar orang tua dapat memantau tumbuh kembang anak secara mandiri dan mengetahui kapan harus berkonsultasi ke tenaga kesehatan. Karena itu, edukasi seperti ini sangat diperlukan,” ujarnya.

Selain meningkatkan pengetahuan masyarakat, kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 2 (Zero Hunger/Tanpa Kelaparan) melalui upaya pencegahan stunting dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pemantauan status gizi anak, serta Tujuan 3 (Good Health and Well-being/Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui pendekatan promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan ibu dan anak.

Melalui program ini, mahasiswa KKN-PK 69 Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Desa Mario tidak hanya menjadikan Buku KIA sebagai dokumen pencatatan kesehatan, tetapi juga sebagai sumber informasi yang dimanfaatkan secara aktif dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan anak.

Dengan pemahaman yang lebih baik, orang tua diharapkan mampu mendeteksi gangguan pertumbuhan sejak dini sehingga upaya pencegahan stunting dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan.

Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin dalam memperkuat edukasi kesehatan masyarakat melalui kolaborasi dengan Puskesmas Kulo, kader Posyandu, dan Pemerintah Desa Mario.

Sinergi tersebut diharapkan mampu membangun budaya pemantauan tumbuh kembang anak yang lebih aktif sebagai fondasi lahirnya generasi yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting.