PELAKITA.ID – SIDRAP, 29 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Hasanuddin menggelar program “Tani Sehat, Tani Selamat”, sebuah kegiatan edukasi mengenai bahaya zat kimia pestisida dan pentingnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi petani di Desa Ajubissue, Kabupaten Sidenreng Rappang, Rabu (29/7).
Kegiatan yang berlangsung pukul 15.30 WITA tersebut diikuti oleh 25 petani. Turut hadir Kepala Desa Ajubissue, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), imam desa, kepala dusun, bidan desa, kader Posyandu, serta tokoh masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja di sektor pertanian.
Program ini merupakan salah satu program kerja KKN-PK Universitas Hasanuddin yang diprakarsai oleh Nurul Azisah Jalamani, mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sekaligus penanggung jawab kegiatan.
Program tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran petani mengenai bahaya paparan pestisida serta pentingnya penggunaan APD sebagai langkah promotif dan preventif dalam penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal peserta mengenai bahaya pestisida dan penggunaan APD. Selanjutnya, peserta mengikuti sesi edukasi interaktif yang membahas berbagai materi, mulai dari jenis-jenis pestisida, jalur masuk racun ke dalam tubuh, dampak kesehatan akibat paparan pestisida, hingga kebiasaan-kebiasaan petani yang berpotensi meningkatkan risiko keracunan.
Penyampaian materi dilakukan melalui presentasi menggunakan media PowerPoint dan video edukasi. Suasana berlangsung aktif dengan diskusi serta sesi tanya jawab yang menunjukkan tingginya antusiasme para peserta.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan dilanjutkan dengan kuis berhadiah yang menguji kembali materi yang telah disampaikan. Kepala Desa Ajubissue bersama Ketua BPD, imam desa, kepala dusun, kader Posyandu, dan tokoh masyarakat turut menyaksikan jalannya kuis sekaligus mengingatkan warga agar membiasakan penggunaan APD secara lengkap setiap kali bekerja di sawah maupun kebun.
Suasana berlangsung meriah karena para peserta bersemangat menjawab setiap pertanyaan untuk memperoleh hadiah yang telah disiapkan.
Sebagai bagian dari evaluasi, peserta kembali mengerjakan post-test setelah sesi edukasi selesai guna mengukur peningkatan pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan.
Acara kemudian ditutup dengan penguatan pesan mengenai pentingnya penggunaan APD sebagai bagian dari budaya kerja yang aman dan sehat, serta diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama seluruh peserta dan tamu undangan.
Nurul Azisah Jalamani berharap kegiatan ini tidak hanya menambah pengetahuan petani, tetapi juga mendorong perubahan perilaku dalam menerapkan praktik kerja yang lebih aman.
“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman para petani mengenai bahaya zat kimia pestisida serta pentingnya menggunakan alat pelindung diri secara lengkap saat bekerja. Edukasi ini diharapkan tidak berhenti pada bertambahnya pengetahuan, tetapi juga mampu membentuk kebiasaan bertani yang lebih aman sehingga risiko keracunan pestisida dapat diminimalkan,” ujarnya.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin, Pemerintah Desa Ajubissue, serta berbagai unsur masyarakat, program “Tani Sehat, Tani Selamat” diharapkan dapat mendukung upaya promosi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di sektor pertanian sekaligus menekan risiko keracunan dan gangguan kesehatan akibat paparan pestisida.
Program ini menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menciptakan petani yang lebih sehat, aman, dan produktif.









