SEGELAS: Penyuluhan Pencegahan Hipertensi Melalui Gaya Hidup Sehat dan Demonstrasi Pemanfaatan Buah Rambutan

  • Whatsapp
Kegiatan tersebut menghadirkan Annisa Risqi, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, sebagai pemateri, dengan supervisi Ryryn Suryaman Pranata Putra, S.KM., M.Kes. dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin.

PELAKITA.ID – SIDRAP – Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin melaksanakan penyuluhan kesehatan bertajuk SEGELAS: Segelas Infused Water Lawan Hipertensi di Kantor Desa Lombo, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang, Selasa (28/7/2026) pukul 19.00 WITA.

Kegiatan tersebut menghadirkan Annisa Risqi, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, sebagai pemateri, dengan supervisi Ryryn Suryaman Pranata Putra, S.KM., M.Kes. dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin.

Penyuluhan ini dilaksanakan sebagai upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai hipertensi yang masih menjadi salah satu penyakit tidak menular dengan jumlah kasus tertinggi di wilayah kerja Puskesmas Barukku.

Selain memberikan edukasi mengenai bahaya hipertensi dan pentingnya menerapkan gaya hidup sehat, kegiatan ini juga memperkenalkan pemanfaatan potensi lokal berupa buah rambutan yang sedang memasuki musim panen di Desa Lombo.

Dalam pemaparannya, Annisa Risqi menjelaskan bahwa hipertensi merupakan penyakit yang sering disebut sebagai silent killer karena dapat terjadi tanpa gejala, namun berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal.

Oleh karena itu, masyarakat diajak untuk mulai menerapkan pola hidup sehat melalui pembatasan konsumsi garam, memperbanyak konsumsi buah dan sayur, rutin berolahraga, memenuhi kebutuhan air putih, serta melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala.

Selain materi mengenai hipertensi, peserta juga diperkenalkan dengan infused water rambutan sebagai alternatif minuman sehat yang mudah dibuat di rumah.

Daging buah rambutan dimanfaatkan sebagai bahan infused water karena mengandung vitamin C, kalium, antioksidan, dan kadar air yang tinggi.

Tidak hanya itu, kulit rambutan yang selama ini umumnya dibuang sebagai limbah diperkenalkan sebagai bahan baku teh herbal setelah melalui proses pembersihan, perendaman, pengeringan, dan penyeduhan. Inovasi tersebut bertujuan meningkatkan pemanfaatan sumber daya lokal sehingga memiliki nilai kesehatan sekaligus mengurangi limbah organik.

Demonstrasi pembuatan teh herbal kulit rambutan dilakukan secara langsung oleh salah seorang peserta, Ibu Hijrana (Ibu Nana). Kegiatan berlangsung interaktif dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.

Dua peserta yang berhasil menjawab pertanyaan dari pemateri memperoleh hadiah sebagai bentuk apresiasi, begitu pula Ibu Nana yang mendapatkan penghargaan atas partisipasinya dalam demonstrasikan pengolahan teh herbal kulit rambutan.

Menurut Ibu Nana, kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru yang dapat diterapkan oleh masyarakat.

“Selama ini kulit rambutan hanya kami buang begitu saja. Setelah mengikuti penyuluhan ini saya baru tahu kalau kulit rambutan bisa diolah menjadi teh herbal dan aromanya juga seperti teh. Menurut saya ini sangat bermanfaat karena rambutan sedang musim di Desa Lombo, sehingga buah dan kulitnya bisa dimanfaatkan, bukan hanya menjadi limbah,” ujarnya.

Melalui kegiatan SEGELAS, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Desa Lombo semakin sadar akan pentingnya mencegah hipertensi melalui perubahan perilaku hidup sehat sekaligus mampu memanfaatkan potensi lokal menjadi produk yang bernilai kesehatan.

Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui pemanfaatan sumber daya lokal yang berpotensi meningkatkan nilai ekonomi masyarakat, SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui upaya promotif dan preventif dalam pencegahan hipertensi, serta SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui pemanfaatan sumber daya alam lokal secara bijaksana dalam pengolahan produk sederhana yang ramah lingkungan.

___
Editor Aisya Sofianita Kamaruddin