Perayaan ulang tahun bisa dikemas dari acara yang tadinya bersifat personal menjadi even komunal.
PELAKITA.ID – Itulah yang secara cerdas dan kreatif dilakukan Prof. Dr. Andi Suriyaman Mustari Pide, SH, MH, dalam kegiatan Masagena Day, yang digelar di Cafe & Resto Masagena Cottage 3, Batulapisi, Malino, Kabupaten Gowa.
Prof. Ruri, begitu sapaan akrab, Guru Besar Fakultas Hukum Unhas ini, mengaku suka kumpul-kumpul. Karena itu, ia memutuskan mengadakan Masagena Day, bertepatan dengan hari ulang tahunnya, pada 27 Juli 2026.
Prof. Ruri, lahir 57 tahun lalu, tepatnya di Batu-Batu, Kabupaten Soppeng, 27 Juli 1969. Ayahnya, Prof. Dr H Mustari Pide, tokoh pendidikan, dan pendiri Universitas Ekasakti (Unes), Padang, Sumatra Barat, dan ibunya Hj Agustin Saman.
Tahun lalu, perayaan ulang tahunnya diberi nama “My Day”, tahun ini menjadi “Masagena Day”. Sehingga perayaannya diadakan di semua lini usaha dan aktivitas, mencakup lembaga pendidikan, kuliner dan hospitality.
Vibe Masagena Day bernuansa alam Malino yang hijau dan sejuk. Ada live music, F&B market, fun camp, dan berbagai kegiatan yang memberi kemanfaatan bagi banyak orang. Di samping tentu saja, kegembiraan dan keakraban.

Dalam acara yang dikemas intimate ini, hadir sejumlah tamu. Mereka merupakan teman sekolah, teman semasa kuliah, keluarga dekat, dan staf Masagena.
Ada 3 tumpeng dan 9 kue tar, diletakkan di bagian depan panggung, dengan backdrop bertuliskan Masagena Day.
Acara diawali dengan pembacaan puisi oleh Rusdin Tompo, penulis dan penyair Sulawesi Selatan, yang khusus dipersembahkan kepada Prof Ruri.
Puisi berjudul “Perempuan Malebbiq di Sao Mario” itu seolah memberi gambaran atas kiprah yang dijalani Prof Ruri, terutama sebagai akademisi di bidang hukum, dan sebagai pelestari kebudayaan.
Setelah itu beberapa perwakilan menyampaikan kesan dan testimoninya.
M. Aliyas Ismail, advokat yang juga sesama alumni angkatan 87 Fakultas Hukum Unhas, memuji Prof Ruri. Karena dinilai, tidak saja sebagai pakar hukum, tetapi juga punya naluri bisnis yang piawai, dan tokoh adat yang patut diapresiasi.
Sementara Hj Rike Susanti Baharuddin, ST, Pjs Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, yang merupakan teman semasa prajabatan, juga mengapresiasi Prof Ruri.
Bu Ifa, sahabat Prof Ruri sejak kecil di Batu-Batu dan sama-sama merupakan teman alumni SMP Negeri 1127 Batu-Batu, Soppeng, mengungkapkan bahwa dia dan Prof Ruri, senantiasa saling support.
Prof. Ruri, menurutnya, merupakan orang yang luar biasa, berkarakter, dan kreatif. Dia mengaku bersyukur dipertemukan dengan Prof Ruri, di mana dia bisa banyak belajar makna hidup dari sahabatnya yang penyuka seni itu.

Ada banyak hal yang menjadikan mereka berdua begitu dekat. Dalam bahasa Bu Ifa, dia dan Prof Ruri bukan lagi sahabat, tetapi saudara. Apalagi orang tua mereka juga bersahabat.
Rupanya, malam itu menjadi sangat istimewa karena perayaan ulang tahun Prof Ruri dirangkaikan dengan ultah sahabat-sahabatnya, Niny Savitri (tanggal 28 Juli), dan Rike Susanti (tanggal 31 Juli).
Sehingga mereka bertiga mengucap syukur, senantiasa diberi nikmat kesehatan dalam menjalani berbagai aktivitas yang bermanfaat bagi banyak orang.
Perwakilan keluarga, Drs M Takdir Mattalitti, M.Si, yang juga merupakan Wakil Rektor III Universitas Ekasakti (Unes), Padang, Sumatra Barat, juga didaulat memberikan kesannya.
Takdir Mattalitti yang hadir bersama istrinya, Dr Jusmita Weriza, S.Kom, M.Kom, Sekretaris Yayasan Perguruan Tinggi Padang (YPTP) Universitas Ekasakti (Unes), Padang, melihat sosok Prof Ruri sebagai pekerja keras, tangkas, dan kreatif.

Suasana berubah haru ketika Masykur, tukang yang sudah bekerja selama 19 tahun bekerja dengan Prof Ruri memberi testimoni. Walau, katanya, dia kerap mesti menyelesaikan pekerjaan dalam tenggat waktu yang cepat. Namun hasilnya, dia bisa nikmati bersama keluarganya.
Berkat bekerja di Masagena, dia mampu kuliahkan anaknya hingga meraih gelar sarjana (S1). Pak Masykur berkisah, sambil tak kuasa menahan tangisnya, membuat mereka yang hadir ikut terharu.
Pada puncak acara, Prof Ruri meniup lilin dan memotong kue tar, diiringi lagu “Selamat Ulang Tahun” milik Jamrud, yang dibawakan M-Project.
Sahabat-sahabat Prof Ruri dari angkatan 87 Fakultas Hukum Unhas, yakni Nurhisma Dewy, Ema Husain, Niny Savitri, Una Husain, dan Nurhaeda memberikan buket bunga matahari sebagai tanda sayang.
Kegembiraan tampak di wajah Prof Ruri, yang malam itu didampingi suaminya, A Riza Wawo, dan anaknya, A Wirahman R Wawo.
Di grup angkatan 87 Fakultas Hukum Unhas, tak henti-henti ucapan selamat ulang tahun disampaikan, termasuk dari Ketua IKA Angkatan 87 Fakultas Hukum Unhas, Muhammad Burhanuddin, yang akrab disapa Om Boer. (*)









