Tanamkan Perilaku Hidup Bersih Sejak Dini, Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Unhas Edukasi CTPS kepada Siswa SDN 3 Rijang Panua

  • Whatsapp
Program ini diinisiasi oleh Alviana K.R., mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin yang tergabung dalam KKN Profesi Kesehatan Angkatan 69 Posko Desa Mario.

PELAKITA.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) Posko Desa Mario menggelar program kerja individu bertajuk “AYO CUCI TANGAN: Edukasi Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sebagai Upaya Pencegahan Diare” bagi siswa kelas IV SDN 3 Rijang Panua, Desa Mario, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidenreng Rappang, pada 20 Juli 2026.

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–10.00 WITA ini diikuti oleh 27 siswa kelas IV dan bertujuan menanamkan kebiasaan mencuci tangan pakai sabun (CTPS) sebagai langkah sederhana namun efektif dalam mencegah penyakit infeksi, khususnya diare.

Program ini merupakan implementasi pendekatan promotif dan preventif yang menjadi fokus KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin.

Pelaksanaannya didasarkan pada hasil pengkajian mahasiswa di Desa Mario yang menunjukkan bahwa diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat.

Berdasarkan data Surveilans Puskesmas Kulo Tahun 2026, Desa Mario mencatat 11 kasus diare pada minggu epidemiologi 1–25. Kondisi tersebut menegaskan pentingnya penguatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), salah satunya melalui pembiasaan CTPS sejak usia sekolah.

Anak usia sekolah dipilih sebagai sasaran karena berada pada fase pembentukan karakter dan perilaku. Penanaman kebiasaan hidup bersih sejak dini diharapkan mampu melindungi anak dari risiko penyakit infeksi sekaligus membentuk perilaku sehat yang akan terus diterapkan hingga dewasa. Selain itu, anak-anak juga berpotensi menjadi agen perubahan yang membawa kebiasaan baik ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

Program ini diinisiasi oleh Alviana K.R., mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin yang tergabung dalam KKN Profesi Kesehatan Angkatan 69 Posko Desa Mario.

Melalui pendekatan edukatif yang interaktif, Alviana berupaya meningkatkan pemahaman siswa mengenai pencegahan diare melalui kebiasaan mencuci tangan yang benar.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal siswa mengenai diare dan CTPS.

Selanjutnya, mahasiswa menyampaikan materi tentang pengertian diare, penyebab dan cara penularannya, pentingnya menjaga kebersihan tangan, waktu-waktu penting untuk mencuci tangan, serta enam langkah CTPS sesuai anjuran Kementerian Kesehatan. Materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana dan komunikatif sehingga mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.

Suasana edukasi berlangsung interaktif. Para siswa aktif menjawab pertanyaan dan berbagi pengalaman mengenai kebiasaan mencuci tangan, seperti sebelum makan, setelah menggunakan toilet, dan setelah bermain.

Partisipasi tersebut menunjukkan tingginya antusiasme siswa sekaligus memperkuat efektivitas metode pembelajaran yang diterapkan.

Setelah sesi penyuluhan, mahasiswa mendemonstrasikan enam langkah CTPS. Berbeda dengan praktik mencuci tangan pada umumnya, demonstrasi dilakukan di dalam kelas tanpa menggunakan air mengalir agar perhatian siswa lebih terfokus pada urutan gerakan yang benar. Mahasiswa terlebih dahulu memperagakan setiap langkah, kemudian seluruh siswa mengikuti gerakan tersebut secara bersama-sama di samping meja masing-masing.

Agar lebih menarik dan mudah diingat, demonstrasi dipadukan dengan lagu enam langkah cuci tangan. Pendekatan ini menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus membantu siswa menghafal setiap tahapan dengan lebih mudah. Kelas pun berlangsung aktif, komunikatif, dan penuh semangat.

Sebagai bentuk evaluasi, dua siswa secara sukarela diminta memperagakan kembali enam langkah CTPS tanpa arahan dari fasilitator. Keduanya berhasil menunjukkan seluruh tahapan dengan benar dan berurutan, sementara teman-teman lainnya ikut memperhatikan dan mengikuti setiap gerakan.

Evaluasi ini tidak hanya mengukur pemahaman siswa, tetapi juga membangun rasa percaya diri mereka dalam menerapkan perilaku hidup bersih.

Untuk memperkuat pesan kesehatan, mahasiswa membagikan poster edukasi berisi enam langkah CTPS kepada seluruh peserta. Poster tersebut diharapkan menjadi media pengingat yang dapat dipasang di rumah sehingga kebiasaan mencuci tangan tidak hanya diterapkan di sekolah, tetapi juga di lingkungan keluarga.

Kegiatan ditutup dengan post-test guna mengukur peningkatan pengetahuan siswa setelah mengikuti seluruh rangkaian edukasi. Hasil evaluasi diharapkan menjadi gambaran awal mengenai efektivitas metode pembelajaran yang digunakan sekaligus menjadi dasar bagi upaya edukasi kesehatan serupa di masa mendatang.

Melalui program ini, Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan pendekatan promotif dan preventif melalui pendidikan kesehatan yang menyenangkan dan mudah dipahami.

Edukasi ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bahwa kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan menggunakan sabun memiliki peran besar dalam memutus rantai penularan berbagai penyakit infeksi, terutama diare.

Program “AYO CUCI TANGAN” juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 (Good Health and Well-being) melalui upaya pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan sejak usia dini, serta Tujuan 6 (Clean Water and Sanitation) melalui penguatan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kebiasaan mencuci tangan pakai sabun tidak hanya menjadi pengetahuan sesaat, tetapi berkembang menjadi budaya hidup bersih yang diterapkan secara konsisten oleh siswa SDN 3 Rijang Panua, baik di sekolah, di rumah, maupun di tengah masyarakat.

Dengan demikian, langkah sederhana tersebut diharapkan mampu berkontribusi dalam menurunkan risiko diare sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Desa Mario secara berkelanjutan.

___
Penulis: Alviana K.R

___
Editor Aisya Sofianita Kamaruddin