PELAKITA.ID – Makassar, 27 Juli 2026 – Sebanyak 108 mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) resmi memulai pelaksanaan Evidence Based Learning II (EBL-II) di 13 desa di Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep.
Kegiatan ini diawali dengan pelepasan mahasiswa oleh Dekan FKM Unhas, Ansariadi, SKM, MSc.PH, Ph.D., kemudian dilanjutkan dengan penerimaan resmi oleh Pemerintah Kecamatan Labakkang.
Dalam arahannya kepada mahasiswa, Ansariadi menekankan bahwa pembelajaran di bidang kesehatan masyarakat harus berlangsung di tengah masyarakat sehingga mahasiswa mampu memahami kondisi lapangan secara langsung.
“Mahasiswa FKM, termasuk mahasiswa Ilmu Gizi, memang dipersiapkan untuk belajar bersama masyarakat. Mengukur status gizi mungkin terlihat sebagai pekerjaan yang sederhana, tetapi data yang dihasilkan memiliki nilai yang sangat besar. Dari data tersebut kita dapat mengetahui kondisi masyarakat, mengidentifikasi permasalahan yang ada, hingga merancang solusi yang berbasis bukti. Itulah esensi dari pembelajaran Evidence Based Learning,” ujar Ansariadi.

Ia berharap mahasiswa tidak hanya mengasah keterampilan teknis selama di lapangan, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi dengan masyarakat, serta menjunjung tinggi etika profesi sebagai calon tenaga kesehatan.
Setibanya di Kecamatan Labakkang, rombongan mahasiswa disambut oleh Camat Labakkang, Bahri, S.E., M.M., beserta jajaran pemerintah kecamatan.
Dalam sambutannya, Bahri menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan kerja sama dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin yang selama ini memberikan kontribusi nyata melalui kegiatan akademik berbasis masyarakat.
Menurutnya, data kesehatan dan gizi yang dikumpulkan mahasiswa merupakan sumber informasi yang sangat dibutuhkan pemerintah daerah.
“Pendataan kesehatan dan gizi secara rinci bukan merupakan kegiatan yang rutin dilakukan oleh pemerintah kecamatan. Karena itu, hasil pengumpulan data oleh mahasiswa menjadi informasi yang sangat berharga bagi kami. Data tersebut dapat menjadi dasar dalam melihat kondisi masyarakat sekaligus membantu perencanaan program kesehatan dan gizi di Kecamatan Labakkang,” kata Bahri.
Evidence Based Learning II merupakan tahap lanjutan dari rangkaian pembelajaran EBL yang berfokus pada penentuan masalah gizi prioritas.

Selama pelaksanaan kegiatan, mahasiswa akan melakukan analisis terhadap data yang telah dikumpulkan pada tahap sebelumnya, mengidentifikasi faktor penyebab masalah gizi, serta menyusun rekomendasi berbasis bukti yang dapat dimanfaatkan sebagai masukan bagi pemerintah desa maupun pemerintah kecamatan.
Kolaborasi antara FKM Unhas dan Pemerintah Kecamatan Labakkang mencerminkan peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah melalui pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
Selain menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa, kegiatan ini diharapkan menghasilkan data yang dapat dimanfaatkan oleh para pemangku kepentingan dalam menyusun kebijakan dan program kesehatan yang lebih tepat sasaran.
Pelaksanaan EBL-II juga sejalan dengan komitmen Universitas Hasanuddin dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) melalui upaya identifikasi dan penanggulangan masalah gizi masyarakat, SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui penyediaan data kesehatan berbasis bukti untuk mendukung perencanaan program, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kemitraan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan kesehatan yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar yang autentik, tetapi juga berkontribusi dalam menghasilkan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah diharapkan mampu memperkuat upaya peningkatan kualitas kesehatan dan status gizi masyarakat di Kecamatan Labakkang.









