Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Unhas Gelar Seminar Program Kerja di Desa Mario, Usung Kolaborasi Lintas Profesi Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat

  • Whatsapp
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) Posko Desa Mario mengawali rangkaian pengabdian masyarakat dengan menggelar Seminar Program Kerja di Kantor Desa Mario, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidenreng Rappang, Senin (13/7/2026).

PELAKITA.ID – SIDENRENG RAPPANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) Posko Desa Mario mengawali rangkaian pengabdian masyarakat dengan menggelar Seminar Program Kerja di Kantor Desa Mario, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidenreng Rappang, Senin (13/7/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menyinergikan program kesehatan yang disusun mahasiswa dengan kebutuhan nyata masyarakat desa melalui pendekatan promotif dan preventif.

Seminar yang berlangsung pada pukul 20.00–22.00 WITA tersebut dihadiri 37 peserta yang terdiri atas Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Kepala Desa Mario H. A. Maesur, perwakilan Puskesmas Kulo, kader kesehatan, tokoh masyarakat, serta dosen supervisor lapangan yang mengikuti kegiatan secara daring.

Kehadiran berbagai pemangku kepentingan mencerminkan komitmen bersama untuk membangun kolaborasi dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Desa Mario.

Posko Desa Mario diperkuat delapan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu kesehatan, yaitu Pendidikan Dokter, Farmasi, Ilmu Keperawatan, Kesehatan Masyarakat, Kedokteran Gigi, Kedokteran Hewan, Ilmu Gizi, dan Pendidikan Dokter. Kolaborasi lintas profesi ini menjadi kekuatan utama dalam merancang program yang komprehensif dan menjawab berbagai persoalan kesehatan masyarakat secara terpadu.

Koordinator Desa, Abhista Dwi Putra Ramadhany, menjelaskan bahwa seluruh program kerja dirancang berdasarkan hasil observasi dan identifikasi permasalahan kesehatan yang dilakukan sejak awal penempatan mahasiswa di Desa Mario.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Mario, Puskesmas Kulo, kader kesehatan, dan seluruh masyarakat atas dukungan yang diberikan. Program yang kami susun merupakan hasil pengkajian terhadap kondisi kesehatan masyarakat sehingga diharapkan mampu memberikan solusi yang tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Mario, H. A. Maesur, menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin di wilayahnya.

Ia berharap seluruh program yang dirancang dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, anak-anak, dan lanjut usia.

“Semoga seluruh program yang telah dirancang dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Mario, sekaligus meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga,” kata H. A. Maesur.

Dalam seminar tersebut, mahasiswa memaparkan delapan program kerja individu yang disusun sesuai kompetensi masing-masing profesi kesehatan.

Program tersebut meliputi edukasi Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA), pengenalan tanda bahaya pada ibu dan bayi, demonstrasi pijat oksitosin untuk mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif, pemanfaatan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dalam pemantauan pertumbuhan balita, pencegahan toksoplasmosis pada ibu hamil, edukasi penggunaan kosmetik pencerah kulit yang aman bagi remaja.

Lalu ada Pencegahan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) melalui penerapan etika batuk dan ventilasi kelas yang sehat, demonstrasi Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sebagai upaya pencegahan diare pada anak sekolah dasar, edukasi Pedoman Gizi Seimbang melalui konsep Isi Piringku, serta edukasi kesehatan gigi dan mulut yang disertai praktik sikat gigi bersama siswa sekolah dasar.

Selain program individu, mahasiswa juga memperkenalkan program kerja kelompok bertajuk SIPAKARIO (Sinergi Pelayanan dan Edukasi Kesehatan Terpadu Mario).

Program ini mengintegrasikan pelayanan kesehatan, skrining kesehatan, serta edukasi promotif dan preventif melalui kolaborasi lintas profesi dengan mengadopsi pendekatan One Health, yang memandang kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan sebagai satu kesatuan yang saling berkaitan.

Melalui SIPAKARIO, mahasiswa berharap masyarakat semakin memahami pentingnya deteksi dini penyakit, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, serta upaya pencegahan penyakit secara berkelanjutan.

Seminar berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dari Ketua BPD, Kepala Desa, tenaga kesehatan, serta masyarakat.

Beragam saran mengenai teknis pelaksanaan program disampaikan agar kegiatan yang dijalankan lebih sesuai dengan karakter sosial budaya serta kebutuhan masyarakat Desa Mario. Seluruh masukan tersebut akan menjadi bahan penyempurnaan sebelum program diimplementasikan di lapangan.

Pelaksanaan KKN Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penguatan upaya promotif dan preventif berbasis masyarakat.

Beberapa kegiatan juga mendukung Tujuan 2 (Tanpa Kelaparan) melalui edukasi gizi serta Tujuan 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) melalui peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat.

Melalui seminar ini, mahasiswa berharap terbangun sinergi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah desa, fasilitas pelayanan kesehatan, kader kesehatan, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mewujudkan Desa Mario sebagai desa yang semakin sehat, mandiri, dan berdaya melalui implementasi ilmu kesehatan yang aplikatif dan berbasis kebutuhan masyarakat.