Mahasiswa KKN-PK Unhas Gelar Program SAPA TERNAK, Tingkatkan Kesehatan Sapi dan Kapasitas Peternak di Desa Passeno

  • Whatsapp
Program ini merupakan inisiatif A. Adetya Wulandari, mahasiswa Program Studi Kedokteran Hewan, yang berkolaborasi dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Baranti untuk meningkatkan kesehatan dan produktivitas ternak sapi melalui pelayanan kesehatan dan edukasi peternak.

PELAKITA.ID – SIDENRENG RAPPANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin melaksanakan Program Sadar Perawatan Ternak (SAPA TERNAK) di Desa Passeno, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang, Kamis (23/7/2026).

Program ini merupakan inisiatif A. Adetya Wulandari, mahasiswa Program Studi Kedokteran Hewan, yang berkolaborasi dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Baranti untuk meningkatkan kesehatan dan produktivitas ternak sapi melalui pelayanan kesehatan dan edukasi peternak.

Program SAPA TERNAK berangkat dari hasil observasi lapangan yang menunjukkan masih terbatasnya penerapan manajemen kesehatan ternak di tingkat peternak. Pemeriksaan kesehatan rutin, pemberian obat cacing, sanitasi kandang, dan biosekuriti belum dilakukan secara optimal.

Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode door to door, dengan mengunjungi kandang peternak secara langsung.

Sebanyak 28 ekor sapi menjadi sasaran pelayanan kesehatan dasar yang dipadukan dengan penyuluhan mengenai manajemen kesehatan ternak.

Program SAPA TERNAK berangkat dari hasil observasi lapangan yang menunjukkan masih terbatasnya penerapan manajemen kesehatan ternak di tingkat peternak. Pemeriksaan kesehatan rutin, pemberian obat cacing, sanitasi kandang, dan biosekuriti belum dilakukan secara optimal.

Melalui pendekatan langsung di kandang, mahasiswa KKN-PK memberikan pelayanan kesehatan sekaligus edukasi praktis agar peternak memperoleh pengetahuan yang dapat segera diterapkan dalam pemeliharaan sapi sehari-hari.

Rangkaian kegiatan diawali dengan wawancara singkat untuk mengidentifikasi kondisi pemeliharaan ternak dan berbagai persoalan kesehatan yang sering dihadapi peternak di lapangan.

Selanjutnya, mahasiswa melakukan pre-test, pemeriksaan kesehatan umum pada sapi, serta memberikan vitamin dan obat cacing sesuai dengan kondisi masing-masing ternak.

Peternak kemudian memperoleh materi mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala, pengenalan tanda-tanda awal penyakit, sanitasi kandang, serta penerapan biosekuriti untuk mencegah penyebaran penyakit menular.

Untuk memperkuat penyampaian informasi, mahasiswa membagikan brosur dan dua poster edukasi kepada setiap peternak. Materi tersebut memuat lima penyakit yang umum menyerang sapi beserta gejala klinis dan langkah-langkah pencegahannya.

Selama kegiatan berlangsung, para peternak menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka aktif berdiskusi mengenai berbagai tantangan kesehatan ternak sekaligus berkonsultasi mengenai penanganan yang tepat di tingkat peternakan.

Hasil evaluasi melalui post-test memperlihatkan peningkatan pemahaman peternak mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin, pemberian obat cacing sesuai jadwal, sanitasi kandang, dan penerapan biosekuriti.

Pendekatan door to door dinilai efektif karena memberikan ruang komunikasi yang lebih personal. Peternak dapat menyampaikan permasalahan sesuai kondisi usaha ternaknya dan memperoleh solusi secara langsung.

Basri, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Passeno yang mewakili Koordinator BPP Baranti, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Program SAPA TERNAK oleh mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin.

Menurutnya, kegiatan yang mencakup edukasi kesehatan ternak, pemberian vitamin, dan obat cacing memberikan manfaat nyata karena menambah pengetahuan peternak yang dapat langsung diterapkan dalam pemeliharaan sapi.

Ia berharap program serupa dapat terus dilaksanakan sehingga memberikan dampak berkelanjutan bagi peningkatan produktivitas peternakan sekaligus menjadi wujud pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.

Melalui Program SAPA TERNAK, mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin berharap kesadaran peternak terhadap kesehatan hewan semakin meningkat sehingga kualitas pemeliharaan sapi di Desa Passeno menjadi lebih baik dan berkelanjutan.

Selain mendukung kesejahteraan peternak, program ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 2 Zero Hunger melalui peningkatan produktivitas peternakan serta Tujuan 3 Good Health and Well-being dengan memperkuat kesehatan hewan sebagai bagian dari kesehatan masyarakat.

___
Penulis: Adetya Wulandari