PELAKITA.ID – SIDENRENG RAPPANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Hasanuddin kembali menggelar program edukasi bertajuk TANGKAS (Edukasi Pembatasan Asupan Gula dan Minuman Berenergi Cegah Diabetes Melitus Tipe 2 pada Anak-Anak) di SDN 10 Lancirang, Desa Sumpang Mango, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang, Kamis (23/7/2026).
Program yang diinisiasi oleh Andi Jelita dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas tersebut menjadi pelaksanaan edukasi kedua setelah sebelumnya berlangsung di UPT SDN 4 Lancirang.
Kegiatan diikuti 18 siswa kelas VI dengan dukungan penuh anggota Posko KKN-PK Desa Sumpang Mango.
Edukasi diawali dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal siswa, kemudian dilanjutkan penyampaian materi secara interaktif mengenai pentingnya membatasi konsumsi gula dan minuman berenergi sejak usia dini.
Materi yang diberikan meliputi pengenalan minuman kemasan, batas maksimal konsumsi gula harian, pengertian Diabetes Melitus Tipe 2, faktor risiko, gejala yang perlu diwaspadai, hingga bahaya konsumsi minuman berenergi bagi anak-anak.
Mahasiswa juga mengajarkan cara membaca label informasi nilai gizi pada kemasan minuman. Siswa diperkenalkan dengan rumus PILIH sebagai panduan sederhana untuk memilih minuman yang lebih sehat.

Suasana belajar berlangsung aktif dan menyenangkan. Antusiasme siswa semakin terlihat ketika memasuki sesi praktik menghitung jumlah gula yang terkandung dalam berbagai minuman kemasan.
Pada sesi tersebut, seorang siswa bernama Dafa mengajukan pertanyaan kritis mengenai alasan produsen tidak mencantumkan total kandungan gula secara langsung pada kemasan minuman.
Pertanyaan itu dimanfaatkan pemateri untuk menjelaskan bahwa informasi nilai gizi umumnya ditampilkan berdasarkan kandungan gula per sajian, sementara satu kemasan sering kali terdiri atas lebih dari satu sajian.
Karena itu, siswa diajak memahami pentingnya memperhatikan jumlah sajian dalam satu kemasan, kemudian mengalikannya dengan kandungan gula per sajian agar mengetahui total gula yang dikonsumsi.
Sebagai penutup, mahasiswa KKN-PK menggelar permainan edukatif yang menantang siswa menghitung total kandungan gula dari empat jenis minuman kemasan yang berbeda.
Tiga siswa yang mampu menghitung dengan paling cepat dan tepat memperoleh apresiasi sebagai pemenang. Kegiatan kemudian ditutup dengan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta.
Seluruh siswa selanjutnya membacakan Ikrar Anak TANGKAS sebagai bentuk komitmen memilih air putih, membatasi minuman manis, membaca label kemasan, aktif bergerak, dan menghindari minuman berenergi.
Program TANGKAS akan dilanjutkan di MIS Muhammadiyah Samallangi, Desa Sumpang Mango, sebagai bagian dari upaya memperluas edukasi kesehatan kepada anak-anak usia sekolah dasar.
Melalui rangkaian kegiatan ini, mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin berharap siswa semakin memahami kandungan gula dalam minuman kemasan serta membangun kebiasaan memilih minuman yang lebih sehat untuk mencegah risiko Diabetes Melitus Tipe 2 sejak dini.
___
Penulis Andi Jelita









