PELAKITA.ID – MAKASSAR – Dekan Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Sukri Palutturi, SKM., M.Kes., M.Sc.PH., Ph.D., melakukan peninjauan terhadap pembangunan lubang kompos di lingkungan Sekolah Pascasarjana sebagai bagian dari upaya memperkuat pengelolaan sampah organik sekaligus mendukung pencapaian indikator UI GreenMetric World University Rankings.
Peninjauan tersebut merupakan wujud komitmen Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin dalam mengembangkan budaya kampus yang berorientasi pada keberlanjutan (sustainability), melalui pengelolaan lingkungan yang lebih baik dan ramah ekosistem.
Lubang kompos yang tengah dibangun dirancang sebagai fasilitas pendukung pengolahan sampah organik yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari di lingkungan kampus. Melalui fasilitas ini, sampah organik akan diolah menjadi pupuk kompos yang dapat dimanfaatkan kembali untuk pemeliharaan ruang terbuka hijau dan kawasan penghijauan di lingkungan Universitas Hasanuddin.
Menurut Prof. Sukri Palutturi, pembangunan fasilitas tersebut merupakan langkah sederhana namun memiliki dampak yang besar dalam membangun kesadaran sivitas akademika terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
“Kampus yang unggul bukan hanya diukur dari kualitas pendidikan dan riset, tetapi juga dari kepeduliannya terhadap lingkungan. Pengelolaan sampah organik melalui fasilitas kompos merupakan bagian dari upaya membangun budaya hidup berkelanjutan di lingkungan kampus sekaligus mendukung pencapaian indikator UI GreenMetric,” ujar Prof. Sukri, 23 Juli 2026.
Ia menambahkan bahwa pengelolaan limbah organik secara mandiri tidak hanya mampu mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir, tetapi juga menghasilkan produk yang bermanfaat bagi penghijauan kampus.
Langkah tersebut sekaligus menjadi media edukasi bagi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa untuk menerapkan prinsip ekonomi sirkular serta pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.
UI GreenMetric sendiri merupakan pemeringkatan perguruan tinggi tingkat dunia yang menilai komitmen institusi terhadap pembangunan berkelanjutan melalui berbagai indikator, antara lain pengelolaan lingkungan, efisiensi energi, transportasi, pengelolaan limbah, penggunaan air, serta pendidikan dan riset yang mendukung keberlanjutan.
Melalui pembangunan fasilitas lubang kompos ini, Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin terus memperkuat implementasi konsep Green Campus, sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, aksi terhadap perubahan iklim, serta pelestarian lingkungan.
Ke depan, Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai inisiatif lingkungan yang tidak hanya mendukung peningkatan peringkat UI GreenMetric, tetapi juga membentuk budaya akademik yang peduli terhadap keberlanjutan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat maupun lingkungan sekitar.









