PELAKITA.ID – SIDENRENG RAPPANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin Posko Kelurahan Lajonga, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang, mengimplementasikan serangkaian program kerja bertema Inovasi Desa sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Seluruh program dirancang berdasarkan hasil observasi lapangan dan koordinasi bersama Pemerintah Kelurahan Lajonga untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat melalui pendekatan yang inovatif, edukatif, dan berkelanjutan.
Pelaksanaan kegiatan ini sejalan dengan arah pengembangan KKN Tematik Universitas Hasanuddin yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan penyelesaian persoalan berbasis potensi wilayah.
Program unggulan yang dikembangkan adalah Pengembangan Taman Literasi Berbasis Kebun Hortikultura dengan Desain Infrastruktur Agraria yang Edukatif dan Berkelanjutan. Program ini mengintegrasikan ruang literasi dengan kebun hortikultura sebagai media pembelajaran terbuka, khususnya bagi anak-anak usia sekolah.
Selain menyediakan fasilitas membaca, taman literasi juga dilengkapi area budidaya tanaman hortikultura serta media edukasi berbasis QR Code yang memuat informasi mengenai teknik budidaya, pelestarian lingkungan, dan pemanfaatan sumber daya alam secara mandiri.
Kehadiran taman ini diharapkan mampu meningkatkan budaya literasi sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya ketahanan pangan.
Untuk mendukung keberhasilan taman literasi, mahasiswa juga mengembangkan Rekayasa Struktur Agro-Edukatif melalui penataan ruang kebun, pembangunan rangka vertikal berbahan bambu, pemasangan sistem penyiraman sprinkler, serta penyusunan jalur edukasi yang memudahkan masyarakat memanfaatkan kawasan tersebut sebagai sarana belajar. Dengan inovasi ini, kebun literasi tidak hanya menjadi lahan budidaya, tetapi juga berkembang sebagai ruang publik yang nyaman, produktif, dan berkelanjutan.
Komitmen terhadap penguatan ketahanan pangan diwujudkan melalui program Optimalisasi Lahan Kering untuk Pengembangan Kebun Hortikultura Berkelanjutan.
Bersama masyarakat, mahasiswa memanfaatkan lahan yang sebelumnya kurang produktif menjadi kebun hortikultura percontohan. Kegiatan meliputi persiapan lahan, penanaman berbagai komoditas hortikultura, hingga edukasi teknik budidaya sederhana yang dapat diterapkan pada skala rumah tangga.
Kebun percontohan tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga.
Pada sektor pemberdayaan ekonomi, mahasiswa melaksanakan program Pengembangan Produk Peternakan melalui Inovasi Bakso Daun Kelor Berbasis Frozen Food untuk Meningkatkan Nilai Tambah dan Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Masyarakat.
Melalui pelatihan yang melibatkan ibu-ibu PKK, kader Posyandu, dan pelaku UMKM, peserta memperoleh pengetahuan mengenai manfaat daun kelor sebagai bahan pangan bergizi, teknik pembuatan bakso, pengemasan menggunakan kemasan food grade, hingga strategi pemasaran sederhana.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus membuka peluang usaha berbasis potensi lokal.
Di bidang kesehatan, mahasiswa mengadakan Sosialisasi Bahaya Narkoba: Aku Berani Berkata Tidak pada Narkoba bagi siswa sekolah dasar. Kegiatan dilakukan melalui penyampaian materi secara interaktif, diskusi, dan permainan edukatif.
Para siswa diberikan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, pentingnya menjaga diri dari pengaruh negatif lingkungan, serta keberanian untuk melaporkan situasi yang berisiko kepada guru maupun orang tua.
Edukasi sejak dini ini diharapkan mampu membentuk karakter generasi muda yang sehat, tangguh, dan bertanggung jawab.
Pada sektor lingkungan, mahasiswa membangun BASOKA (Bank Sampah Organik dan Anorganik) sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari sumbernya.
Penyediaan fasilitas tersebut diharapkan mampu mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih, mengurangi pencemaran, serta meningkatkan pemanfaatan sampah organik menjadi kompos dan sampah anorganik untuk didaur ulang. BASOKA juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Sementara itu, untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik di Kelurahan Lajonga, mahasiswa melaksanakan program Legal Drafting dan Standardisasi Administrasi Kelurahan serta Modernisasi Tata Kelola Perpustakaan “Gau Panrita”.
Program ini menghasilkan kompilasi regulasi pelayanan publik, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), digitalisasi administrasi perpustakaan melalui QR Code dan Google Forms, serta penataan sistem administrasi yang lebih efektif.
Inovasi tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya pelayanan publik yang tertib, akuntabel, dan mudah diakses masyarakat.
Seluruh rangkaian program merupakan wujud kolaborasi antara mahasiswa KKN-T Gelombang 116 Universitas Hasanuddin, Pemerintah Kelurahan Lajonga, dan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi lokal sebagai fondasi pembangunan yang berkelanjutan.
Dengan mengintegrasikan aspek literasi, ketahanan pangan, ekonomi kreatif, kesehatan, lingkungan, serta tata kelola pemerintahan, mahasiswa berharap setiap program tidak hanya memberikan manfaat selama masa KKN, tetapi juga dapat terus dikembangkan oleh masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kelurahan Lajonga yang inovatif, mandiri, dan berdaya saing.
___
Editor Kamaruddin Azis









