PELAKITA.ID – Toraja Utara, 5 September 2026 — Prabu Pinisi Indonesia (PPI) terus memperluas jejaring dan kerja sama strategis dengan berbagai pemangku kepentingan pariwisata di daerah.
Kali ini, PPI memperkuat kolaborasi dengan Masyarakat Sadar Wisata (MASATA) Toraja Utara melalui program Capacity Building & Site Visit untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) dan tata kelola destinasi pariwisata.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh MASATA Toraja Utara di bawah kepemimpinan Damayanti Batti tersebut menghadirkan Mrs. Conja Ter Bekke, PUM Netherlands Expert bidang Destination Management & Sustainable Tourism, sebagai trainer dan fasilitator.
Program ini menjadi bagian dari upaya membangun kapasitas pelaku pariwisata sekaligus memperkuat kolaborasi antara organisasi masyarakat pariwisata, industri, pemerintah daerah, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya.
Ketua Umum DPP Prabu Pinisi Indonesia, Kolonel Czi (Purn) Darmainus Kongres, S.E., M.M., mengatakan bahwa pengembangan destinasi pariwisata membutuhkan kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan.
“PPI melihat MASATA Toraja Utara sebagai mitra strategis dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Kerja sama ini bukan hanya untuk sebuah kegiatan, tetapi diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun program-program bersama yang memberikan dampak nyata bagi destinasi dan masyarakat,” ujarnya.
Memadukan Kekuatan Lokal dan Pengalaman Internasional
Kehadiran Mrs. Conja Ter Bekke dari PUM Netherlands memberikan kesempatan kepada pelaku pariwisata Toraja Utara untuk mendapatkan perspektif internasional mengenai pengelolaan destinasi.
Pengalaman internasional tersebut akan dipadukan dengan pengetahuan dan kekuatan lokal masyarakat Toraja yang memiliki kekayaan alam, budaya, tradisi, dan kearifan lokal yang menjadi modal utama pengembangan pariwisata.
“Toraja memiliki kekuatan yang luar biasa, bukan hanya dari sisi alam dan budaya, tetapi juga dari masyarakatnya. Tantangannya adalah bagaimana seluruh potensi tersebut dikelola secara profesional, terintegrasi, aman, nyaman, dan berkelanjutan sehingga memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan sekaligus manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Damayanti Batti, Ketua MASATA Toraja Utara.
Belajar dari Destinasi, Bukan Hanya di Ruang Kelas
Rangkaian kegiatan dimulai pada 5 September 2026 dengan perjalanan dari Makassar menuju Toraja. Dalam perjalanan tersebut, Mrs. Conja Ter Bekke didampingi oleh Ketua Umum DPP Prabu Pinisi Indonesia, Kolonel Czi (Purn) Darmainus Kongres, S.E., M.M.
Pada 6 September 2026, peserta akan melakukan site visit ke sejumlah daya tarik wisata di Toraja Utara.
Site visit menjadi bagian penting dari program karena peserta tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga melakukan observasi langsung terhadap kondisi destinasi. Aspek yang diamati meliputi daya tarik, aksesibilitas, amenitas, fasilitas, pelayanan, keamanan dan keselamatan, keterlibatan masyarakat, serta kelestarian lingkungan dan budaya.
Hasil observasi lapangan selanjutnya akan menjadi bahan diskusi dalam kegiatan Capacity Building & Training pada 7–8 September 2026 bersama Mrs. Conja Ter Bekke.
Materi akan berfokus pada Destination Management & Governance, Sustainable Tourism, peningkatan kualitas pengalaman wisatawan, penguatan SDM, pengembangan produk dan daya tarik wisata, keselamatan dan kenyamanan wisatawan, serta penguatan kolaborasi antar-stakeholder.
Melibatkan Berbagai Unsur Pariwisata
Kegiatan ini tidak hanya melibatkan anggota MASATA, tetapi juga berbagai unsur yang memiliki peran dalam pengembangan pariwisata Toraja Utara, antara lain Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), PHRI, Pokdarwis, travel agent, media, komunitas kebudayaan, UMKM, pelaku ekonomi kreatif, serta komunitas dan pemerhati lingkungan.
Keterlibatan berbagai pihak tersebut diharapkan dapat membangun kesamaan perspektif bahwa pengembangan pariwisata merupakan tanggung jawab bersama.
Dalam pendekatan destination management, keberhasilan pariwisata tidak semata-mata diukur dari jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga dari kualitas pengalaman wisatawan, lama tinggal, pengeluaran wisatawan, manfaat ekonomi bagi masyarakat, pertumbuhan UMKM, kualitas pelayanan, keamanan dan kenyamanan, serta kelestarian lingkungan dan budaya.
PPI – MASATA: Membangun Ekosistem Pariwisata Bersama
Kerja sama antara Prabu Pinisi Indonesia dan MASATA Toraja Utara diharapkan dapat berkembang menjadi kolaborasi yang lebih luas dalam bidang pengembangan destinasi, peningkatan kapasitas SDM, pengembangan produk wisata, promosi dan pemasaran, serta penguatan jejaring industri pariwisata.
PPI juga melihat pentingnya membangun konektivitas antara berbagai destinasi di Sulawesi Selatan dengan melibatkan organisasi pariwisata, pemerintah daerah, industri perjalanan, transportasi, akomodasi, komunitas, dan masyarakat lokal.
Melalui sinergi tersebut, Toraja diharapkan tidak hanya menjadi destinasi yang menarik untuk dikunjungi, tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman wisata berkualitas, berkelanjutan, aman dan nyaman, sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat lokal.
Kegiatan Capacity Building & Site Visit akan ditutup pada 8 September 2026. Program ini menjadi salah satu langkah konkret dalam membangun SDM dan tata kelola destinasi yang lebih profesional melalui perpaduan kekuatan lokal Toraja, jejaring Prabu Pinisi Indonesia, MASATA Toraja Utara, dan pengalaman internasional PUM Netherlands.
Kerja sama strategis Prabu Pinisi Indonesia – MASATA Toraja Utara – PUM Netherlands menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mendorong pariwisata Toraja yang semakin profesional, berdaya saing, berkelanjutan, dan berkelas dunia.









