PELAKITA.ID – MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI) menjajaki pengembangan kerja sama yang lebih luas, mencakup program beasiswa sekaligus optimalisasi pengelolaan zakat di lingkungan perguruan tinggi.
Pembahasan tersebut berlangsung sebagai tindak lanjut dari keterlibatan Unhas dalam program beasiswa BAZNAS, yang sebelumnya menjadi bagian dari kolaborasi kedua institusi.
Kerja sama ke depan diarahkan agar tidak berhenti pada dukungan pendidikan, tetapi berkembang menjadi program pemberdayaan dengan manfaat yang lebih luas.
Salah satu program yang menjadi pijakan kerja sama adalah Program Beasiswa Palestina BAZNAS 2026, yang diselenggarakan BAZNAS RI bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI di 33 perguruan tinggi mitra.
Program tersebut menyediakan dukungan pendidikan bagi 200 mahasiswa asal Palestina untuk melanjutkan studi pada jenjang magister atau S2. Unhas menjadi salah satu perguruan tinggi yang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.
Pengalaman dalam program beasiswa itu kemudian menjadi ruang untuk memperluas bentuk kolaborasi. Selain mendukung mahasiswa melalui beasiswa, kedua pihak membahas peluang pengembangan sistem pengelolaan zakat yang dapat memberikan manfaat bagi sivitas akademika sekaligus masyarakat yang membutuhkan.
Sekretaris Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Eng. H. Amiruddin, M.Si., mengatakan kerja sama dengan BAZNAS diharapkan dapat terus berkembang melalui berbagai program yang memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat.
“Diharapkan kerja sama ini dapat berlanjut, bukan hanya beasiswa, tetapi juga pada pengembangan program pemberdayaan lainnya,” ujar Prof. Amiruddin.
Salah satu agenda yang dibahas adalah pengembangan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan Unhas. Pembentukan UPZ diharapkan dapat membantu mengoptimalkan potensi zakat dari sivitas akademika sekaligus mendukung pengelolaan dana zakat secara lebih terarah dan terencana.
Melalui mekanisme tersebut, potensi zakat yang dihimpun dari lingkungan kampus dapat diarahkan untuk mendukung berbagai program bagi penerima manfaat, baik di lingkungan perguruan tinggi maupun masyarakat secara lebih luas.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menjelaskan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi diarahkan untuk membangun pola pengelolaan zakat yang tidak hanya berorientasi pada penyaluran, tetapi juga memiliki keberlanjutan.
Menurutnya, pembentukan UPZ menjadi salah satu instrumen yang dapat memperkuat pengelolaan zakat di lingkungan perguruan tinggi, sekaligus membuka peluang pengembangan berbagai program pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat.
Rencana tersebut juga sejalan dengan arahan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Brian Yuliarto, mengenai pengembangan UPZ di lingkungan perguruan tinggi sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan potensi zakat pada masing-masing institusi.
“Kerja sama dengan Unhas kami harapkan berkembang menuju ekosistem pengelolaan zakat yang lebih luas, sehingga dapat mempertemukan potensi zakat dari sivitas akademika dengan kebutuhan penerima manfaat melalui program yang terencana dan berkelanjutan,” kata Idy.
Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Rektor Unhas, Rabu (23/9), dan dipimpin oleh Sekretaris Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Eng. H. Amiruddin, M.Si. Pertemuan turut dihadiri Direktur Kemitraan Unhas, Direktur Pendidikan Unhas, serta tim bidang kemahasiswaan Unhas.









