PELAKITA.ID – Program Studi Magister Ilmu Kebidanan Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin (SPs Unhas) melaksanakan konsolidasi kurikulum bersama Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Indonesia (AIPKIND), Rabu (2/9/2026), bertempat di Ruang GB Lantai 2 Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Magister Ilmu Kebidanan SPs Unhas untuk terus memperkuat mutu akademik sekaligus memastikan kurikulum yang dikembangkan tetap relevan dengan perkembangan pendidikan dan kebutuhan pelayanan kebidanan di Indonesia.
Konsolidasi dihadiri oleh jajaran pimpinan Sekolah Pascasarjana, tenaga kependidikan, serta seluruh dosen Program Studi Magister Ilmu Kebidanan SPs Unhas.
Pertemuan berlangsung melalui diskusi mengenai arah kurikulum, karakteristik program studi, serta penguatan keilmuan yang tetap berpijak pada filosofi kebidanan.
Ketua AIPKIND Indonesia menyampaikan apresiasi terhadap karakter dan keunikan yang dikembangkan oleh Program Studi Magister Ilmu Kebidanan Unhas.
Menurutnya, keunikan tersebut merupakan kekuatan yang perlu dipertahankan dan diterjemahkan secara konsisten dalam kurikulum maupun proses pembelajaran.
“Program Studi Magister Ilmu Kebidanan Unhas memiliki keunikan yang sangat baik. Kami berharap keunikan tersebut dapat diimplementasikan secara konsisten dengan tetap berpijak pada filosofi ilmu kebidanan,” ungkapnya.
Dekan Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin Prof Sukri Palutturi dalam kesempatan tersebut juga menekankan bahwa pengembangan pendidikan kebidanan perlu ditempatkan dalam perspektif yang lebih luas.
Bidan tidak hanya memiliki peran strategis dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga dalam membangun kualitas generasi Indonesia.
Dekan berharap bidan Indonesia dapat mengambil peran yang semakin kuat dalam mendukung ketahanan nasional Indonesia. Menurutnya, kualitas kesehatan perempuan, ibu, bayi, dan keluarga merupakan bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia.
Karena itu, penguatan pendidikan kebidanan pada akhirnya diharapkan memberi kontribusi nyata terhadap lahirnya generasi yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing.
“Pendidikan kebidanan harus mampu melihat peran bidan dalam konteks yang lebih luas. Ketika bidan berkontribusi dalam menjaga kesehatan perempuan, ibu, bayi, dan keluarga, sesungguhnya bidan juga sedang berkontribusi terhadap kualitas generasi dan ketahanan nasional Indonesia,” ujarnya.
Ketua Program Studi Magister Ilmu Kebidanan SPs Unhas berharap pertemuan ini tidak berhenti pada konsolidasi kurikulum, tetapi menjadi bagian dari komunikasi dan kolaborasi yang berkelanjutan antara AIPKIND dan Magister Ilmu Kebidanan Unhas.
“Kami berharap komunikasi dan konsolidasi dengan AIPKIND dapat terus dibangun. Masukan dan pendampingan AIPKIND sangat penting agar pengembangan program studi tetap sejalan dengan filosofi dan arah pendidikan kebidanan, sekaligus bersama-sama berkontribusi terhadap peningkatan kualitas institusi pendidikan kebidanan di Indonesia,” harapnya.
Melalui konsolidasi ini, Magister Ilmu Kebidanan SPs Unhas menegaskan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi dan pengembangan kurikulum secara berkelanjutan.
Sinergi dengan AIPKIND diharapkan tidak hanya memperkuat identitas dan mutu akademik program studi, tetapi juga memperluas kontribusi pendidikan kebidanan terhadap kesehatan masyarakat, pembangunan sumber daya manusia, dan ketahanan nasional Indonesia.









