PELAKITA.ID – Sebanyak 155 warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sengkang menerima Remisi Umum dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).
Penyerahan remisi berlangsung setelah upacara peringatan HUT ke-81 RI dan dihadiri Bupati Wajo Andi Rosman bersama Wakil Bupati Wajo dr. Baso Rahmanuddin, unsur Forkopimda, kepala instansi vertikal, kepala perangkat daerah, jajaran Rutan Sengkang, Dharma Wanita, serta tamu undangan.
Semangat kemerdekaan terasa sejak awal kegiatan melalui yel-yel yang dibawakan secara kompak oleh warga binaan. Suasana semakin meriah ketika mereka menunjukkan kreativitas dan semangat kebersamaan dalam rangkaian perayaan kemerdekaan.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Andi Rosman membacakan amanat Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia. Dalam amanat itu ditegaskan bahwa pemberian remisi bukan sekadar pengurangan masa pidana, tetapi bentuk penghargaan negara terhadap keberhasilan warga binaan mengikuti proses pembinaan.
“Remisi bukan sekadar pengurangan masa pidana, tetapi merupakan penghargaan negara atas keberhasilan proses pembinaan sekaligus kesempatan bagi warga binaan untuk mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat,” ujar Andi Rosman.
Rangkaian kegiatan kemudian diisi penampilan Band PKBM Rutan Sengkang. Pertunjukan tersebut memperlihatkan potensi dan kreativitas warga binaan yang terus dikembangkan melalui berbagai program pembinaan.
Bupati bersama Wakil Bupati Wajo juga mengunjungi stan pameran yang menampilkan berbagai hasil karya warga binaan. Produk-produk tersebut menjadi gambaran pelaksanaan program pembinaan kemandirian yang diarahkan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan.
Apresiasi juga diberikan kepada sejumlah pihak yang selama ini turut mendukung proses pembinaan. TDA Wajo dan Pramuka Kwarcab Wajo menerima Anugerah Sahabat Pembinaan atas kontribusi mereka dalam membantu pelaksanaan program pembinaan warga binaan di Rutan Sengkang.
Kepala Rutan Sengkang dalam laporannya menyampaikan kondisi penghuni serta berbagai program pembinaan yang terus berjalan. Program tersebut mencakup pembinaan keagamaan, pendidikan, ketahanan pangan, hingga pengembangan keterampilan.
Suasana semakin hangat saat memasuki agenda utama penyerahan Remisi Umum HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Tiga warga binaan menerima remisi secara simbolis dari Bupati Wajo, mewakili 155 warga binaan penerima remisi di Rutan Sengkang.
Momentum tersebut kemudian ditutup dengan penampilan senam kreasi warga binaan. Tidak hanya menyaksikan, Bupati dan Wakil Bupati Wajo bersama unsur Forkopimda dan para tamu undangan turut bergabung dalam senam bersama.
Bagi Andi Rosman, suasana tersebut menunjukkan bahwa proses pemasyarakatan dapat berlangsung dalam ruang yang tetap humanis, memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk berinteraksi, berkarya, serta membangun kembali kepercayaan diri.
“Momen ini menjadi gambaran nyata bahwa Pemasyarakatan menghadirkan ruang humanis, tempat warga binaan dapat berinteraksi, berkarya, dan membangun kembali rasa percaya diri,” bebernya.
Ia berharap warga binaan yang memperoleh remisi dapat menjadikan kesempatan tersebut sebagai motivasi untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.
“Semoga yang mendapat remisi dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk terus memperbaiki diri dan kembali bersama keluarga tercinta,” pintanya.
Rincian Penerima Remisi
Dari total 155 warga binaan yang memperoleh Remisi Umum Tahun 2026, sebanyak 153 orang menerima Remisi Umum I (RU I).
Rinciannya, sebanyak 23 orang memperoleh remisi satu bulan, 23 orang dua bulan, 77 orang tiga bulan, 23 orang empat bulan, dan tujuh orang memperoleh remisi lima bulan.
Sementara itu, dua warga binaan menerima Remisi Umum II (RU II), masing-masing memperoleh pengurangan masa pidana selama satu dan dua bulan.
Pemberian remisi tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan sekaligus momentum untuk mendorong warga binaan terus memperbaiki diri, mengembangkan keterampilan, dan mempersiapkan diri kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.









