Perkuat SIPASTI, Tim PPK Ormawa HIMAKAHA FK Unhas Gelar Penyuluhan PHBS dan Faktor Risiko Stunting bersama Warga Desa Popo

  • Whatsapp
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan SIPASTI (Solusi Intervensi Pencegahan Stunting), salah satu program dalam OCEANS (One Health Coastal Environment and Nutrition Sustainability sebagai Strategi Desa Sehat dalam Pengendalian Faktor Risiko Stunting di Desa Popo).

PELAKITA.ID – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Kedokteran Hewan (HIMAKAHA) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan faktor risiko stunting di UPT SD Inpres No. 189 Kanite, Desa Popo, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar, Senin (10/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan SIPASTI (Solusi Intervensi Pencegahan Stunting), salah satu program dalam OCEANS (One Health Coastal Environment and Nutrition Sustainability sebagai Strategi Desa Sehat dalam Pengendalian Faktor Risiko Stunting di Desa Popo).

Penyuluhan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kebiasaan hidup bersih dan sehat serta berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko stunting pada anak.

Kegiatan dihadiri oleh Camat Galesong Selatan Nurhidayat Abdullah, S.TP., M.Si., Kepala Puskesmas Bontomarannu yang diwakili Kepala Tata Usaha Muh. Ramli, S.Kep., Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar yang diwakili Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Asmini Yuddin, S.KM., M.Si., Kepala Desa Popo yang diwakili Sekretaris Desa Popo Daeng Nyonri, para kepala dusun, serta masyarakat Desa Popo.

Dalam sambutannya, Camat Galesong Selatan Nurhidayat Abdullah, S.TP., M.Si., menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan yang dilaksanakan Tim PPK Ormawa HIMAKAHA FK Unhas. Ia berharap program yang diberikan tidak hanya berhenti pada kegiatan penyuluhan, tetapi dapat diterapkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Harapannya, apa yang disampaikan hari ini bisa benar-benar diterapkan oleh masyarakat, terutama dalam membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat. Kalau masyarakat sudah mulai menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan keluarga, tentu ini menjadi langkah yang baik dalam mencegah berbagai masalah kesehatan, termasuk stunting,” ujar Nurhidayat.

Ia juga mengapresiasi mahasiswa yang telah memilih Desa Popo sebagai lokasi pengabdian. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dapat membantu memberikan edukasi sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif dalam menjaga kesehatan lingkungan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar yang diwakili Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Asmini Yuddin, S.KM., M.Si., dalam materinya menjelaskan bahwa stunting merupakan persoalan yang tidak berdiri sendiri. Kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk asupan gizi, penyakit infeksi, sanitasi, kualitas air, dan perilaku hidup sehari-hari.

“Stunting bukan hanya persoalan anak kurang makan. Ketika anak sering sakit, kondisi lingkungan kurang bersih, air yang digunakan tidak baik, dan PHBS belum diterapkan dengan optimal, semuanya bisa ikut memengaruhi pertumbuhan anak. Karena itu, pencegahannya juga harus dilakukan bersama-sama,” jelas Asminiyuddin.

Menurutnya, penerapan PHBS di tingkat keluarga merupakan salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk membantu mencegah penyakit infeksi. Kebiasaan seperti mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan air yang layak, serta menjaga kebersihan makanan perlu dibangun secara konsisten.

Penyuluhan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Tim PPK Ormawa HIMAKAHA FK Unhas mengenai PHBS dan faktor risiko stunting. Peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan berbagai kondisi yang mereka temui di lingkungan tempat tinggal.

Antusiasme masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung. Peserta aktif mengikuti materi dan berdiskusi mengenai cara menerapkan PHBS di rumah maupun lingkungan sekitar. Hal tersebut menjadi bagian penting dari pendekatan SIPASTI yang menempatkan masyarakat sebagai mitra dalam upaya pencegahan stunting.

Melalui kegiatan ini, Tim PPK Ormawa HIMAKAHA FK Unhas berharap pengetahuan yang diperoleh masyarakat dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penguatan SIPASTI melalui edukasi PHBS diharapkan menjadi salah satu langkah bersama untuk menekan faktor risiko stunting dan mendukung terwujudnya Desa Popo yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan.

Editor: Aisya Sofianita Kamaruddin