Bersua Sejumlah Pemimpin Media dan Perwakilan Google, Daeng Manye Perluas Jejaring Promosi Takalar

  • Whatsapp
Daeng Manye (kanan) bertemu perwakilan Google Indonesia kantor Singapura, Yos Kusuma di Makassar (dok: Pelakita.ID)

PELAKITA.ID – MAKASSAR – Bupati Takalar, H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, memanfaatkan kunjungannya ke Makassar untuk bersilaturahmi dan berdiskusi dengan sejumlah tokoh media nasional, pengelola media lokal, serta perwakilan Google yang tengah berada di Kota Makassar.

Pertemuan tersebut difasilitasi oleh pendiri Pelakita.ID, Kamaruddin Azis, sebagai bagian dari upaya memperluas jejaring komunikasi dan promosi daerah di era digital.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan informal tersebut, Daeng Manye diperkenalkan kepada sejumlah figur penting di dunia media dan teknologi informasi, di antaranya Pemimpin Redaksi Suara.com Suwarjono, Head of News Partnerships Southeast Asia Google Adeel Farhan, serta News Partner Manager Google untuk Indonesia, Filipina, dan Bangladesh, Yos Kusuma.

Selain itu, hadir pula sejumlah pemilik dan pengelola media dari berbagai daerah yang sedang berada di Makassar dalam agenda penguatan ekosistem media lokal. Di antaranya Upi Asmaradhana dari KGI Network, Sunarti Sain, pimpinan media Radar Selatan Bulukumba bagian dari Media Fajar Group. 

Kamaruddin Azis mengatakan bahwa pertemuan tersebut menjadi momentum yang baik untuk memperkenalkan potensi Kabupaten Takalar kepada jejaring media yang lebih luas.

Menurutnya, di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola komunikasi publik, daerah tidak cukup hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga perlu membangun jejaring informasi dan komunikasi yang kuat.

“Takalar memiliki banyak cerita sukses pembangunan, potensi ekonomi, sektor perikanan, pertanian, pariwisata, hingga sumber daya manusia yang perlu diketahui publik yang lebih luas. Karena itu, membangun koneksi dengan media dan platform global menjadi penting,” ujar Kamaruddin.

Daeng Manye (kiri) bersama Kamaruddin Azis, Sunarti Sain dan Upi Asmaradhana (dok: Pelakita.ID)

Dalam diskusi tersebut, Daeng Manye banyak berbincang mengenai perkembangan teknologi digital, perubahan lanskap media, serta peluang pemanfaatan platform digital untuk memperkuat promosi daerah dan mempercepat pembangunan.

Ia menilai media memiliki peran strategis dalam membangun citra daerah sekaligus menjembatani informasi antara pemerintah dan masyarakat.

Menurut Daeng Manye, Takalar sedang bergerak menuju tata kelola pemerintahan yang lebih modern dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Karena itu, kata pria yang pernah bekerja di Telkom ini, jejaring dengan media lokal, nasional, maupun internasional perlu terus diperkuat agar berbagai potensi daerah dapat dikenal lebih luas dan menarik minat investasi serta kolaborasi pembangunan.

“Kami ingin Takalar semakin terbuka terhadap inovasi dan perkembangan digital. Promosi daerah tidak lagi hanya dilakukan secara konvensional, tetapi harus memanfaatkan jejaring media, teknologi, dan platform digital yang mampu menjangkau publik lebih luas,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Daeng Manye juga menyimak berbagai pandangan mengenai masa depan industri media, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), serta pentingnya kolaborasi dalam menghadapi perubahan yang berlangsung sangat cepat.

Sejumlah tokoh media yang hadir menekankan bahwa era digital menghadirkan tantangan sekaligus peluang baru bagi pemerintah daerah untuk membangun komunikasi yang lebih efektif dengan masyarakat.

Pertemuan itu sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Pemerintah Kabupaten Takalar dengan berbagai pihak dalam bidang komunikasi publik, promosi daerah, literasi digital, dan pengembangan ekosistem informasi.

Bagi Daeng Manye, membangun Takalar tidak hanya membutuhkan program pembangunan yang baik, tetapi juga kemampuan menghadirkan narasi yang kuat tentang potensi dan kemajuan daerah kepada masyarakat nasional maupun global.

Melalui jejaring yang terbangun di Makassar tersebut, Daeng Manye berharap Takalar dapat semakin dikenal sebagai daerah yang terbuka terhadap inovasi, aktif memanfaatkan teknologi digital, serta siap berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif, maju, dan berkelanjutan.

___
Penulis Denun