PELAKITA.ID – SIDENRENG RAPPANG – Kebiasaan jajan di lingkungan sekolah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan anak usia sekolah dasar. Namun, di balik beragam pilihan jajanan yang menarik, masih terdapat risiko pangan yang kurang aman bagi kesehatan.
Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin menghadirkan program edukasi bertajuk GERCEP (Generasi Cerdas Memilih Jajanan Sehat Pilihan) di UPT SD Negeri 4 Timoreng Panua, Desa Cipotakari, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Program yang diinisiasi oleh Fahmi Mula Putri ini menyasar seluruh siswa kelas IV sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak dalam memilih jajanan yang aman, bersih, dan bergizi sejak usia dini.
Anak usia sekolah dasar dikenal memiliki kebiasaan membeli jajanan selama berada di sekolah. Sayangnya, tidak sedikit yang memilih makanan hanya berdasarkan rasa, warna, bentuk, atau harga, tanpa mempertimbangkan aspek keamanan pangan maupun kandungan gizinya.
Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa sebagian jajanan anak sekolah masih berpotensi mengandung bahan tambahan pangan berbahaya, seperti boraks, formalin, dan pewarna tekstil Rhodamin B.
Jika dikonsumsi secara terus-menerus, bahan-bahan tersebut dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari iritasi saluran pencernaan hingga kerusakan fungsi hati dan ginjal. Selain itu, kebersihan penjual, kondisi kemasan, serta tanggal kedaluwarsa juga menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan sebelum membeli jajanan.
Melalui GERCEP, mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin berupaya menanamkan pemahaman kepada siswa bahwa memilih jajanan sehat merupakan bagian dari kebiasaan hidup sehat yang perlu dibangun sejak dini.
Sebelum pelaksanaan kegiatan, tim mahasiswa terlebih dahulu berkoordinasi dengan kepala sekolah dan guru kelas IV untuk menyusun materi edukasi sekaligus menyiapkan media pembelajaran berupa presentasi, leaflet, dan contoh gambar berbagai jenis jajanan.
Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal siswa mengenai jajanan sehat dan aman.
Selanjutnya, peserta mengikuti sesi edukasi interaktif yang membahas pentingnya mengonsumsi jajanan bergizi, mengenali ciri-ciri makanan yang aman dikonsumsi, memahami pentingnya memperhatikan kebersihan penjual, kondisi kemasan, tanggal kedaluwarsa, serta mengenali bahan-bahan berbahaya yang kerap ditemukan pada pangan.
Agar penyampaian materi lebih menarik, siswa diajak mengikuti kuis interaktif dengan hadiah sederhana. Suasana belajar berlangsung aktif dan menyenangkan karena peserta diberi kesempatan bertanya dan berdiskusi mengenai pengalaman mereka dalam memilih jajanan di lingkungan sekolah.
Sebagai penutup, mahasiswa kembali melakukan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman siswa setelah mengikuti kegiatan sekaligus memperkuat pesan mengenai pentingnya membiasakan memilih jajanan sehat setiap hari.
Penanggung jawab kegiatan, Fahmi Mula Putri, menjelaskan bahwa program GERCEP dirancang sebagai langkah promotif dan preventif untuk membentuk perilaku konsumsi pangan yang sehat sejak usia sekolah.
“Anak usia sekolah dasar berada pada tahap perkembangan yang mulai mampu memahami hubungan sebab akibat dan membentuk kebiasaan yang akan terbawa hingga dewasa. Melalui GERCEP, kami berharap siswa tidak hanya mengetahui cara memilih jajanan yang sehat, tetapi juga membiasakannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah,” ujarnya.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif mengikuti seluruh rangkaian acara, mulai dari pre-test, penyampaian materi, kuis edukatif, hingga sesi diskusi dan post-test.
Program GERCEP merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin dalam mendukung upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan masyarakat.
Melalui peningkatan literasi keamanan pangan dan pembentukan perilaku konsumsi yang lebih sehat, kegiatan ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 3, yaitu Good Health and Well-being.
Melalui edukasi ini, diharapkan siswa UPT SD Negeri 4 Timoreng Panua mampu menerapkan kebiasaan memilih jajanan yang aman, bersih, dan bergizi secara konsisten.
Lebih dari itu, mereka diharapkan dapat menjadi agen perubahan kecil yang mengajak teman sebaya dan keluarganya untuk menerapkan pola konsumsi yang lebih sehat, sehingga tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.
___
Penulis: Fahmi Mula Putri
Editor: Aisya Sofianita Kamaruddin









