PELAKITA.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin, Nur Mauliridina Jafni dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), melaksanakan program edukasi kesehatan bertajuk SOBAT PHBS (Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk Pencegahan Dermatitis) di SDN 17 Tanrutedong, Kelurahan Salomallori, Kecamatan Duapitue, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Kegiatan ini diikuti oleh siswa dan siswi SDN 17 Tanrutedong sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan perilaku dalam menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guna mencegah dermatitis.
Berdasarkan data Pustu Salomallori, penyakit kulit (gatal-gatal/dermatitis) masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang ditemukan di masyarakat. Dermatitis merupakan peradangan pada kulit yang dapat menyebabkan gatal, kemerahan, dan rasa tidak nyaman.
Pada anak sekolah, kondisi ini sering dipengaruhi oleh kurangnya kebersihan diri (personal hygiene), seperti jarang mencuci tangan, kuku yang kotor dan panjang, tidak mandi secara teratur, serta penggunaan handuk atau pakaian secara bergantian.
Jika tidak dicegah, dermatitis dapat mengganggu kenyamanan belajar, meningkatkan risiko infeksi, dan menurunkan kualitas hidup anak. Melalui program SOBAT PHBS, mahasiswa KKN memberikan edukasi dan praktik langsung mengenai PHBS untuk membentuk kebiasaan hidup bersih sejak dini sehingga dapat mencegah terjadinya dermatitis.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku siswa dalam menerapkan PHBS sebagai upaya pencegahan dermatitis, sehingga kebiasaan hidup bersih dapat tertanam sejak dini dan diterapkan secara konsisten baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Sebelum kegiatan berlangsung, mahasiswa KKN terlebih dahulu berkoordinasi dengan kepala sekolah, guru, dan pihak Pustu, sekaligus menyiapkan materi edukasi, media, dan instrumen pre-test serta post-test yang akan digunakan.
Kegiatan kemudian dibuka dengan perkenalan program, dilanjutkan dengan pengisian pre-test untuk mengukur pengetahuan awal siswa mengenai dermatitis dan PHBS.
Berbeda dengan penyuluhan konvensional, materi edukasi mengenai dermatitis dan PHBS disampaikan melalui pendekatan game edukatif agar siswa lebih mudah memahami dan tidak merasa bosan.
Melalui permainan tersebut, siswa diajak mengenali penyebab dan gejala dermatitis serta perilaku hidup bersih dan sehat yang perlu diterapkan sehari-hari.
Selain itu, siswa juga diajak mempraktikkan langsung enam langkah Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) secara bertahap, mulai dari membasahi tangan, menggunakan sabun, hingga membilas dan mengeringkan tangan dengan benar, sehingga kebiasaan mencuci tangan yang baik dapat langsung dilatih, bukan hanya dijelaskan secara teori.
Sebagai penguat pemahaman, dilakukan pula sesi diskusi interaktif dan tanya jawab antara mahasiswa KKN dan siswa. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pengisian post-test untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan siswa setelah menerima edukasi.
Untuk mendukung keberlanjutan penerapan PHBS di luar kegiatan, setiap siswa juga dibagikan buku saku PHBSku yang berisi ceklis harian PHBS, sehingga siswa dapat memantau dan membiasakan diri menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat setiap hari di rumah maupun di sekolah.
Sebagai media pengingat tambahan, poster edukasi pencegahan dermatitis melalui PHBS turut diserahkan kepada pihak sekolah untuk ditempel di ruang kelas.
Penanggung jawab kegiatan, Nur Mauliridina Jafni, menyampaikan bahwa program ini disusun sebagai langkah promotif dan preventif untuk mencegah dermatitis pada anak usia sekolah.
“Dermatitis pada anak sekolah sering kali dipengaruhi oleh kebiasaan kebersihan diri yang belum optimal. Karena itu, kami mengemas materi PHBS melalui game edukatif dan praktik langsung enam langkah CTPS agar siswa tidak hanya mendengar, tetapi juga mempraktikkannya. Buku saku PHBSku dan poster yang kami bagikan juga diharapkan dapat menjadi pengingat agar kebiasaan hidup bersih ini terus diterapkan setiap hari, baik di sekolah maupun di rumah,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, siswa SDN 17 Tanrutedong menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka aktif mengikuti pre-test dan post-test, bermain game edukatif, mempraktikkan enam langkah CTPS, serta berpartisipasi dalam sesi diskusi dan tanya jawab mengenai pencegahan dermatitis dan penerapan PHBS.
Program SOBAT PHBS merupakan wujud kontribusi mahasiswa KKN PK Universitas Hasanuddin dalam mendukung upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan masyarakat.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan 3, yaitu Good Health and Well-being, melalui peningkatan literasi kesehatan dan pembentukan perilaku hidup bersih dan sehat pada anak usia sekolah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa SDN 17 Tanrutedong mampu menerapkan PHBS secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari sebagai upaya pencegahan dermatitis, sekaligus menjadi contoh bagi teman dan keluarga. Dengan demikian, sekolah dapat menjadi lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi tumbuh kembang anak.
___
Editor Aisya Sofianita Kamaruddin









