PELAKITA.ID – SIDENRENG RAPPANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin (Unhas) Angkatan 69 melaksanakan Program SAHABAT (Sadar Bahaya Rabies untuk Masyarakat Sehat) sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan dan penanganan rabies di Desa Bulucenrana, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Kegiatan berlangsung pada 14–15 Juli 2026 di seluruh dusun di Desa Bulucenrana dan dilanjutkan pada 1 Agustus 2026 bertepatan dengan pelaksanaan Posyandu di Dusun II Pujo.
Program ini diselenggarakan sebagai respons terhadap tingginya kepemilikan anjing di Desa Bulucenrana, baik sebagai hewan penjaga maupun hewan peliharaan.
Melalui edukasi tersebut, mahasiswa KKN memberikan pemahaman mengenai penyebab rabies, cara penularan, tanda-tanda hewan yang diduga terinfeksi, pentingnya vaksinasi hewan peliharaan, hingga langkah pertolongan pertama apabila terjadi gigitan hewan yang dicurigai membawa virus rabies.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pemberian pre-test kepada peserta untuk mengukur tingkat pengetahuan masyarakat sebelum menerima materi.
Selanjutnya, mahasiswa menyampaikan penyuluhan secara interaktif yang disertai diskusi dan sesi tanya jawab. Setelah materi selesai dipaparkan, peserta kembali mengerjakan post-test sebagai evaluasi untuk mengetahui peningkatan pemahaman setelah mengikuti edukasi.
Sebagai penutup, peserta memperoleh leaflet yang berisi informasi praktis mengenai pencegahan rabies, langkah pertolongan pertama setelah gigitan hewan, serta pentingnya segera mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan apabila terjadi paparan.
Program SAHABAT mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias dan aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait penanganan gigitan hewan serta upaya melindungi keluarga dari risiko rabies.
Kepala Puskesmas Dongi, Hj. Andi Darnah, S.K.M., mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, edukasi mengenai rabies sangat diperlukan karena masih banyak masyarakat yang memelihara anjing.
“Edukasi tentang rabies seperti ini memang sangat diperlukan karena masyarakat kita masih banyak yang memelihara anjing. Dengan turun langsung ke tengah masyarakat, informasi yang diberikan menjadi lebih mudah dipahami dan diharapkan dapat mengubah kebiasaan masyarakat dalam menangani kasus gigitan hewan. Semakin banyak masyarakat yang mengetahui langkah pertolongan pertama dan pentingnya segera mendapatkan pelayanan kesehatan, maka risiko akibat rabies juga dapat ditekan,” ujarnya.
Salah seorang peserta Posyandu juga mengaku memperoleh pengetahuan baru melalui kegiatan tersebut.
“Selama ini saya hanya tahu kalau gigitan anjing itu berbahaya, tetapi belum pernah mendapat penjelasan tentang apa yang harus dilakukan. Setelah ikut penyuluhan ini, saya jadi tahu bahwa luka harus segera dicuci menggunakan sabun dan air mengalir, lalu segera ke puskesmas. Penyuluhan seperti ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan yang bisa langsung kami terapkan di kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Melalui Program SAHABAT, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Desa Bulucenrana semakin memahami bahaya rabies, mampu melakukan penanganan awal yang tepat apabila terjadi gigitan hewan, serta lebih peduli terhadap kesehatan hewan peliharaan sebagai bagian dari upaya bersama mencegah penyebaran rabies di lingkungan sekitar.









