Mahasiswa KKN-PK Unhas Edukasi 1.000 Hari Pertama Kehidupan untuk Cegah Stunting di Desa Padangloang

  • Whatsapp
Minarti M, mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, yang menggelar kegiatan bertajuk "Edukasi 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1.000 HPK): Investasi Terbaik untuk Mencegah Stunting" di Dusun I, Desa Padangloang, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang, Minggu (26/7/2026).

PELAKITA.ID – SIDENRENG RAPPANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin terus berkontribusi dalam upaya percepatan penurunan stunting melalui edukasi kepada masyarakat.

Salah satunya dilakukan oleh Minarti M, mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, yang menggelar kegiatan bertajuk “Edukasi 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1.000 HPK): Investasi Terbaik untuk Mencegah Stunting” di Dusun I, Desa Padangloang, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang, Minggu (26/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di pelataran rumah Ibu Sukma ini menyasar ibu hamil, pasangan suami istri, serta masyarakat setempat.

Program tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak masa kehamilan melalui pemenuhan gizi yang optimal selama periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan.

Stunting masih menjadi salah satu persoalan gizi yang berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Berdasarkan data Desa Padangloang per Juni 2026, masih terdapat lima balita yang mengalami stunting atau sekitar 4,3 persen dari total balita. Kondisi tersebut menjadi dasar pentingnya pemberian edukasi kepada masyarakat mengenai periode emas kehidupan yang dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

Kegiatan diawali dengan pengisian pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal peserta mengenai stunting dan konsep 1.000 HPK.

Selanjutnya, Minarti menyampaikan materi tentang pengertian stunting, pentingnya 1.000 HPK, pemenuhan gizi bagi ibu hamil, pemeriksaan kehamilan (Antenatal Care/ANC), konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif, hingga pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.

Agar penyampaian materi lebih mudah dipahami, kegiatan dikemas secara interaktif melalui sesi diskusi, pembagian leaflet edukasi, post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta, serta permainan edukatif yang melibatkan seluruh peserta sebelum ditutup dengan sesi foto bersama.

“Kami berharap edukasi ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak masa kehamilan sehingga setiap keluarga dapat berperan aktif dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas,” ujar Ibu Surahmi dalam kegiatan tersebut.

Melalui program ini, masyarakat Desa Padangloang diharapkan semakin memahami bahwa 1.000 Hari Pertama Kehidupan merupakan periode paling menentukan dalam pembentukan kualitas generasi mendatang. Pemenuhan gizi yang baik sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun menjadi investasi jangka panjang untuk melahirkan anak-anak yang sehat, cerdas, dan terbebas dari stunting.

Program edukasi ini merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin dalam mendukung upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan masyarakat.

Kegiatan ini juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 2 (Tanpa Kelaparan) melalui perbaikan status gizi masyarakat, Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui pencegahan stunting, serta Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan literasi kesehatan masyarakat.

___
Penulis Minarti M, mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin

Editor Aisya Sofianita Kamaruddin