Mahakarya Himastat FMIPA Unhas Gelar Workshop “Lentera Pesisir”, Dorong Transformasi Digital UMKM Ibu Nelayan di Desa Kanaeng

  • Whatsapp
Direktorat Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin melalui Tim Mahakarya Himpunan Mahasiswa Statistika (Himastat) FMIPA Unhas menggelar workshop dan pendampingan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Kanaeng, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar.

PELAKITA.ID – Direktorat Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin melalui Tim Mahakarya Himpunan Mahasiswa Statistika (Himastat) FMIPA Unhas menggelar workshop dan pendampingan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Kanaeng, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Lentera Pesisir: Model Transformasi UMKM Ibu Nelayan Berbasis Data dan Smart Packaging untuk Ketahanan Ekonomi Berkelanjutan di Desa Kanaeng.”

Program yang berada di bawah bimbingan dosen pendamping Andi Isna Yunita, S.Si., M.Si. ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, khususnya kelompok usaha ibu-ibu nelayan, agar mampu mengelola usaha secara lebih profesional, adaptif terhadap teknologi, dan memiliki daya saing yang lebih tinggi.

Workshop menghadirkan tiga materi utama, yakni pencatatan keuangan digital, desain produk dan kemasan, serta penggunaan dan perawatan vacuum sealer sebagai teknologi pengemasan modern.

Pada sesi pencatatan keuangan, peserta diperkenalkan pada sistem pembukuan sederhana berbasis spreadsheet untuk membantu mencatat seluruh transaksi usaha secara digital.

Melalui metode ini, pelaku UMKM diharapkan dapat mengetahui kondisi keuangan usahanya secara lebih akurat, menghitung keuntungan maupun kerugian, serta memiliki data yang dapat menjadi dasar pengambilan keputusan dan mempermudah akses terhadap sumber permodalan.

Sementara itu, sesi desain produk dan kemasan memperkenalkan penggunaan aplikasi Canva sebagai platform desain yang mudah dioperasikan.

Dengan memanfaatkan berbagai template siap pakai dan fitur drag and drop, peserta dapat membuat label produk yang lebih menarik dan profesional tanpa harus memiliki kemampuan desain grafis.

Materi ini juga dilengkapi dengan pengenalan QR Code pada kemasan sebagai jembatan antara produk fisik dengan informasi digital, seperti katalog produk, toko daring, maupun akun media sosial usaha.

Pada sesi terakhir, tim mendemonstrasikan penggunaan vacuum sealer untuk menghasilkan kemasan yang lebih higienis dan mampu memperpanjang masa simpan produk.

Peserta juga memperoleh penjelasan mengenai cara merawat peralatan agar dapat digunakan secara optimal dalam jangka panjang.

Sebagai contoh praktik, tim menggunakan produk olahan sambal ikan tongkol yang menjadi salah satu komoditas unggulan masyarakat Desa Kanaeng, yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai nelayan.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para ibu pelaku UMKM aktif mengikuti diskusi, mengajukan pertanyaan, mencoba membuat desain kemasan melalui telepon pintar masing-masing, hingga mempraktikkan penggunaan vacuum sealer secara langsung.

Melalui program Lentera Pesisir, Tim Mahakarya Himastat FMIPA Unhas berharap pelaku UMKM di Desa Kanaeng mampu melakukan transformasi usaha secara bertahap, dari pengelolaan yang masih konvensional menuju sistem yang lebih modern, berbasis data, dan berorientasi pada peningkatan nilai tambah produk.

Program ini diharapkan tidak hanya memperkuat literasi digital pelaku UMKM pesisir, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas kemasan, memperpanjang daya simpan produk olahan, memperluas akses pemasaran, serta memperkokoh ketahanan ekonomi keluarga nelayan di Desa Kanaeng secara berkelanjutan.