Ketua Dekranasda Takalar Dorong IKM Tingkatkan Daya Saing Lewat Kemasan Produk yang Menarik

  • Whatsapp
Ketua Dekranasda Kabupaten Takalar, Hj. Sri Ekowati Firdaus (ilustrasi oleh Pelakita.ID)

Kalau orang pertama kali melihat sebuah produk, yang dilihat tentu kemasannya. Kalau kemasannya cantik, orang akan tertarik. Apalagi kalau setelah dicoba rasanya juga enak, tentu nilai produknya akan semakin tinggi.

Ketua Dekranasda Takalar, Hj. Sri Ekowati Firdaus

PELAKITA.ID – Ketua Dekranasda Kabupaten Takalar, Hj. Sri Ekowati Firdaus, menegaskan bahwa kemasan bukan sekadar pembungkus produk, tetapi menjadi salah satu faktor utama yang menentukan daya tarik dan daya saing produk Industri Kecil dan Menengah (IKM) di pasar.

Pesan tersebut disampaikan saat memberikan materi pada Pelatihan Teknik Kemasan bagi IKM Kabupaten Takalar yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Takalar.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Takalar, Nurikhsan Nurdin, beserta jajaran dan para pelaku IKM dari berbagai wilayah di Kabupaten Takalar.

Dalam paparannya, Hj. Sri Ekowati mengungkapkan keprihatinannya setelah melakukan berbagai kunjungan lapangan dan melihat masih banyak produk lokal yang memiliki cita rasa baik, namun belum didukung oleh kemasan yang mampu menarik perhatian konsumen.

“Saya melihat banyak sekali pelaku UMKM yang produknya sebenarnya bagus, tetapi belum masuk kategori layak jual karena kemasannya masih sangat sederhana,” ujarnya.

Menurutnya, kemasan merupakan kesan pertama yang diterima konsumen sebelum memutuskan membeli sebuah produk. Tampilan visual yang menarik akan membangun rasa penasaran dan meningkatkan minat beli.

“Kalau orang pertama kali melihat sebuah produk, yang dilihat tentu kemasannya. Kalau kemasannya cantik, orang akan tertarik. Apalagi kalau setelah dicoba rasanya juga enak, tentu nilai produknya akan semakin tinggi,” katanya.

Ia mencontohkan produk keripik pisang yang ditemuinya di lapangan. Sebagian masih dikemas menggunakan plastik polos dengan tulisan sederhana tanpa informasi penting yang seharusnya menjadi standar sebuah produk pangan.

Menurutnya, masih banyak produk yang belum mencantumkan tanggal kedaluwarsa (expired date), komposisi bahan, berat bersih, maupun petunjuk penyimpanan.

Padahal, informasi tersebut menjadi bagian penting untuk membangun kepercayaan konsumen sekaligus memenuhi standar pemasaran modern.

“Produk yang baik harus memberikan informasi yang lengkap kepada pembeli. Jangan hanya memasukkan produk ke dalam plastik lalu diberi nama. Kemasan harus informatif dan profesional,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menunjukkan contoh kemasan produk yang dinilai sudah memenuhi unsur-unsur penting, mulai dari desain yang menarik hingga kelengkapan informasi pada label kemasan.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kemasan yang baik tetap harus diimbangi dengan kualitas produk yang terus ditingkatkan.

“Kemasannya sudah bagus, tetapi rasa juga harus terus diperbaiki. Jangan sampai tampilannya menarik, tetapi kualitas produknya belum maksimal,” ujarnya.

Hj. Sri Ekowati berharap pelatihan tersebut menjadi momentum bagi para pelaku IKM Takalar untuk mulai bertransformasi, tidak hanya meningkatkan kualitas produk, tetapi juga memperhatikan aspek branding, desain kemasan, dan informasi produk agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Sementara itu, pelatihan yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Takalar ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas pelaku IKM agar mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah, memenuhi standar pemasaran, dan memiliki identitas yang kuat sebagai produk unggulan daerah.

Melalui sinergi antara Dekranasda dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, diharapkan semakin banyak produk lokal Takalar yang tidak hanya unggul dari sisi kualitas, tetapi juga tampil lebih profesional sehingga mampu menembus pasar yang lebih luas, baik di tingkat regional maupun nasional.