PELAKITA.ID – SIDENRENG RAPPANG – Akses terhadap pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh tersedianya fasilitas kesehatan, tetapi juga oleh pemahaman masyarakat mengenai cara memanfaatkan layanan yang tersedia.
Menyadari pentingnya literasi tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin menggelar program edukasi “Kenali BPJS: Meningkatkan Pemahaman Masyarakat Mengenai Penggunaan dan Manfaat BPJS Kesehatan” di Kelurahan Majjelling Wattang, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Program kerja individu yang diprakarsai oleh Filzah Irzal ini dilaksanakan bekerja sama dengan BPJS Kesehatan Cabang Sidenreng Rappang.
Kegiatan dirangkaikan dengan skrining kesehatan, penyuluhan mengenai hipertensi, serta edukasi pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala. Sebanyak 95 warga dari Lingkungan 1 dan Lingkungan 2 mengikuti kegiatan tersebut.
Melalui forum edukasi ini, peserta memperoleh penjelasan mengenai Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), manfaat menjadi peserta aktif BPJS Kesehatan, mekanisme pelayanan kesehatan berjenjang, prosedur rujukan, hingga hak dan kewajiban peserta dalam memperoleh layanan kesehatan.
Tidak hanya menerima materi secara teoritis, masyarakat juga mendapatkan pendampingan langsung dalam memanfaatkan berbagai fitur pada aplikasi Mobile JKN. Petugas dari BPJS Kesehatan memperagakan cara mengecek status kepesertaan, memperbarui data peserta, mengambil nomor antrean secara daring, hingga memanfaatkan berbagai layanan administrasi yang kini dapat diakses melalui telepon genggam.
Suasana diskusi berlangsung interaktif. Beragam pertanyaan diajukan peserta, mulai dari prosedur penggunaan BPJS Kesehatan saat berobat, mekanisme rujukan ke rumah sakit, hingga pemanfaatan layanan digital yang selama ini belum banyak diketahui masyarakat.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, peserta juga mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis. Hasil skrining menunjukkan sekitar 40 persen peserta memiliki tekanan darah tinggi dan/atau kadar gula darah di atas batas normal.
Temuan tersebut menjadi pengingat bahwa kemudahan akses terhadap layanan kesehatan perlu diimbangi dengan pemanfaatan fasilitas jaminan kesehatan secara optimal agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan sejak dini sebelum kondisi penyakit berkembang lebih serius.
Kepala Lingkungan 1 Kelurahan Majjelling Wattang mengapresiasi kolaborasi antara mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin dan BPJS Kesehatan.
Menurutnya, sosialisasi mengenai Program JKN sangat relevan karena masih banyak masyarakat yang belum memahami alur pelayanan maupun berbagai kemudahan yang tersedia melalui aplikasi Mobile JKN.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan penjelasan yang mudah dipahami mengenai BPJS Kesehatan. Selama ini masih ada masyarakat yang belum mengetahui alur pelayanan maupun cara menggunakan Mobile JKN. Melalui sosialisasi ini, kami berharap masyarakat semakin percaya diri dalam memanfaatkan layanan kesehatan yang telah disediakan pemerintah,” ujarnya.
Penanggung jawab kegiatan, Filzah Irzal, menjelaskan bahwa peningkatan literasi mengenai BPJS Kesehatan merupakan bagian penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas.
“BPJS Kesehatan tidak hanya memberikan jaminan pembiayaan pelayanan kesehatan, tetapi juga menghadirkan berbagai kemudahan melalui layanan digital. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan seluruh fasilitas tersebut sehingga pelayanan kesehatan menjadi lebih mudah, cepat, dan efisien,” jelasnya.
Evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai manfaat kepesertaan BPJS Kesehatan, alur pelayanan JKN, serta pemanfaatan berbagai fitur dalam aplikasi Mobile JKN.
Antusiasme peserta juga tampak saat sesi praktik penggunaan aplikasi, di mana banyak warga baru mengetahui bahwa sejumlah layanan administrasi kini dapat dilakukan secara mandiri tanpa harus datang ke kantor BPJS Kesehatan.
Salah seorang peserta mengaku memperoleh pemahaman baru setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Selama ini saya hanya mengetahui BPJS Kesehatan digunakan saat berobat. Setelah mengikuti kegiatan ini, saya jadi memahami alur pelayanan dan cara menggunakan Mobile JKN. Penjelasannya sangat membantu sehingga kalau nanti membutuhkan pelayanan kesehatan, saya tidak lagi bingung harus mulai dari mana,” ungkapnya.
Program “Kenali BPJS” merupakan salah satu bentuk kontribusi Mahasiswa KKN-PK Angkatan 69 Universitas Hasanuddin dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being).
Melalui edukasi mengenai Program JKN dan pemanfaatan layanan digital, kegiatan ini turut mendukung upaya mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) dengan memastikan masyarakat tidak hanya terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, tetapi juga memahami cara memanfaatkan hak-haknya secara optimal.
Mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kepercayaan diri masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan.
Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai Program JKN dan aplikasi Mobile JKN, masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan layanan kesehatan secara lebih mudah, cepat, tepat, dan berkelanjutan, sehingga derajat kesehatan masyarakat dapat terus meningkat.
___
Editor Aisya Sofianita Kamaruddin









