Daeng Manye: Kemasan adalah Wajah Produk, Kunci UMKM Takalar Tembus Pasar Nasional

  • Whatsapp
Bupati Takalar, tengah, saat memberikan sambutan dan arahan pada Pelatihan Teknik Kemasan bagi Industri Kecil dan Menengah Takalar didampingi Kadis Perindustrian dan Perdagangan Nurikhsan Nurdin dan keua pelaksana kegiatan Syamsuddin Erang (image by Pelakita.ID)

Pemerintah Kabupaten Takalar, tengah melakukan verifikasi lapangan dengan melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk memastikan kondisi riil UMKM sekaligus memperbarui basis data pelaku usaha.

PELAKITA.ID – Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye mengajak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengubah cara pandang terhadap kemasan produk.

Dikatakan Daeng Manye, kemasan bukan lagi sekadar pembungkus, melainkan identitas, jaminan kualitas, sekaligus pintu masuk agar produk lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Pesan tersebut disampaikan saat membuka Pelatihan Teknik Kemasan bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Takalar di Makassar, Rabu (29/7/2026).

Dalam sambutannya, Daeng Manye menilai Kabupaten Takalar memiliki kekayaan produk pangan lokal yang sangat beragam. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya berkembang karena masih lemahnya aspek pengemasan.

“Kita punya banyak produk yang sebenarnya layak dijual ke mana-mana. Persoalannya sering kali bukan pada rasanya, tetapi pada kemasannya. Kemasan yang baik membuat produk lebih awet, aman dibawa, dan meningkatkan kepercayaan konsumen,” ujarnya.

Ia mencontohkan jagung rebus yang banyak dijumpai di Takalar. Di sejumlah daerah lain, produk sederhana tersebut telah dikemas menggunakan teknologi vakum sehingga memiliki daya simpan lebih lama dan dapat dipasarkan sebagai oleh-oleh. Menurutnya, pendekatan serupa dapat diterapkan pada berbagai produk unggulan Takalar.

Bupati juga menyoroti potensi kuliner tradisional seperti lammang dan bipang yang memiliki cita rasa khas dan digemari masyarakat. Dengan inovasi kemasan yang menarik dan higienis, kedua produk tersebut diyakini mampu menembus pasar yang lebih luas, bahkan menjadi buah tangan khas Takalar.

Ia mengisahkan pengalamannya melihat sentra oleh-oleh di berbagai daerah di Pulau Jawa yang berhasil mengangkat produk-produk tradisional menjadi komoditas bernilai tinggi melalui kemasan yang profesional.

“Di banyak daerah, makanan tradisional dikemas dengan sangat baik sehingga orang tertarik membeli. Padahal produknya sederhana, tetapi karena kemasannya menarik, nilai jualnya ikut meningkat,” katanya.

Menurut Daeng Manye, kemasan yang baik tidak hanya mempercantik tampilan produk, tetapi juga menentukan daya tahan, keamanan pangan, serta kemudahan distribusi. Hal ini menjadi semakin penting di tengah berkembangnya layanan pemesanan makanan secara daring yang menuntut produk tetap aman dan berkualitas hingga sampai ke tangan konsumen.

“Kalau ingin produk bisa dikirim ke berbagai tempat, termasuk melalui layanan pesan antar, maka kemasannya harus memenuhi standar. Di situlah pentingnya pengetahuan dan teknologi pengemasan,” ujarnya.

Bupati mengungkapkan, berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM terdapat puluhan ribu UMKM yang terdaftar di Kabupaten Takalar. Namun, bleum banyak yang memiliki data usaha yang relatif lengkap, termasuk Nomor Induk Berusaha (NIB).

Pemerintah Kabupaten Takalar, lanjutnya, tengah melakukan verifikasi lapangan dengan melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk memastikan kondisi riil UMKM sekaligus memperbarui basis data pelaku usaha.

Lebih jauh, ia mendorong transformasi digital bagi seluruh UMKM agar produk-produk lokal semakin mudah ditemukan oleh masyarakat.

“Ke depan, saya ingin setiap UMKM di Takalar bisa dicari melalui internet. Ketika orang mengetik nama produknya di Google, mereka bisa langsung menemukan informasi, melakukan pemesanan, hingga produk dikirim ke rumah. Itulah arah yang harus kita capai,” katanya.

Bupati Takalar Daeng Manye optimistis penguatan kemasan, digitalisasi pemasaran, dan peningkatan kualitas produk akan memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Daeng Manye menggambarkan bahwa apabila ribuan UMKM aktif mampu meningkatkan penjualan setiap hari, maka perputaran ekonomi yang tercipta akan sangat signifikan bagi kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, ia meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan bersama perangkat daerah terkait untuk terus mendampingi pelaku UMKM dalam meningkatkan kualitas kemasan, desain produk, hingga strategi pemasaran.

“Produk lokal Takalar memiliki kualitas dan cita rasa yang tidak kalah dengan daerah lain. Tugas kita sekarang adalah menghadirkannya dalam kemasan yang menarik sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Kalau kemasannya bagus dan produknya enak, saya yakin orang akan datang mencari dan memesannya,” pungkasnya.

Pelatihan teknik kemasan ini menjadi salah satu langkah nyata Pemerintah Kabupaten Takalar dalam memperkuat daya saing UMKM berbasis potensi lokal.

Dengan kemasan yang lebih modern, aman, dan menarik, berbagai produk khas Takalar diharapkan mampu memperluas akses pasar, meningkatkan nilai tambah, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.