PELAKITA.ID – SIDRAP – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin (Unhas) Angkatan 69 terus menghadirkan berbagai program edukasi yang berorientasi pada peningkatan kualitas kesehatan dan keselamatan masyarakat.
Salah satunya diwujudkan melalui program SIAGA SEKOLAH (Gerakan Membangun Budaya Keselamatan melalui Edukasi K3, Pengenalan Potensi Bahaya, Pencegahan Risiko, dan Kesiapsiagaan Bencana di Lingkungan Sekolah) yang dilaksanakan di SMP Negeri 3 Baranti, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang, pada Senin (27/7/2026).
Program kerja individu yang diinisiasi oleh Nayla Amirah Ramli, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin, diikuti oleh 41 siswa kelas VII.
Kegiatan ini bertujuan membangun budaya keselamatan sejak dini melalui edukasi mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), pengenalan potensi bahaya di lingkungan sekolah, pencegahan risiko kecelakaan, serta peningkatan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Nayla menjelaskan bahwa sekolah merupakan tempat berlangsungnya berbagai aktivitas yang memiliki potensi risiko apabila peserta didik belum memahami cara mengenali bahaya dan menerapkan perilaku yang aman.
“Melalui program SIAGA SEKOLAH, kami ingin menanamkan bahwa keselamatan bukan hanya tanggung jawab guru, tetapi juga menjadi tanggung jawab setiap siswa. Dengan memahami potensi bahaya dan cara pencegahannya, diharapkan siswa dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, sehat, dan nyaman,” ujarnya.
Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal peserta mengenai keselamatan di lingkungan sekolah. Selanjutnya, siswa menerima materi tentang konsep dasar K3, identifikasi potensi bahaya di lingkungan sekolah, langkah-langkah pencegahan kecelakaan, hingga edukasi mengenai kesiapsiagaan bencana.
Sebagai bagian dari pembelajaran praktis, peserta juga mengikuti simulasi Drop, Cover, and Hold On sebagai prosedur penyelamatan diri saat terjadi gempa bumi. Materi disampaikan secara interaktif melalui presentasi, diskusi, permainan edukatif, serta simulasi sehingga lebih mudah dipahami dan menarik bagi siswa.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para siswa aktif mengikuti diskusi, menjawab pertanyaan, serta berpartisipasi dalam setiap sesi simulasi dan permainan edukatif yang dirancang untuk memperkuat pemahaman mereka mengenai budaya keselamatan.
Pada akhir kegiatan, seluruh peserta mengikuti post-test sebagai bagian dari evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai pentingnya mengenali potensi bahaya, menerapkan perilaku aman di lingkungan sekolah, serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat.
Program SIAGA SEKOLAH juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 (Good Health and Well-being) melalui upaya promotif dan preventif dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan aman, serta Tujuan 4 (Quality Education) melalui penguatan pendidikan yang membentuk karakter peserta didik agar peduli terhadap keselamatan diri dan lingkungan.
Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan Asta Cita ke-4, yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, serta pembentukan karakter generasi muda yang tangguh, disiplin, dan memiliki budaya keselamatan.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin berharap siswa SMP Negeri 3 Baranti mampu mengenali berbagai potensi bahaya di lingkungan sekolah, menerapkan perilaku aman dalam aktivitas sehari-hari, serta memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.
Dengan tumbuhnya budaya keselamatan sejak usia sekolah, diharapkan lingkungan belajar menjadi semakin aman, nyaman, dan mendukung terciptanya proses pendidikan yang berkualitas.
Penulis: Nayla Amirah Ramli









