PELAKITA.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Hasanuddin Posko Kelurahan Salomallori melaksanakan program kerja GeoSiaga: Penguatan Kesiapsiagaan Gempabumi melalui Sosialisasi Mitigasi, Penataan Jalur Evakuasi, dan Pemasangan Titik Kumpul (Assembly Point) Menuju Sekolah Tangguh Bencana di SDN 17 Tanrutedong, Kelurahan Salomallori, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang, pada Kamis, 23 Juli 2026.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi potensi bencana gempa bumi melalui edukasi mitigasi yang dipadukan dengan penyediaan sarana evakuasi yang memadai.
Program GeoSiaga diawali dengan sosialisasi mitigasi gempa bumi yang diikuti oleh siswa(i) kelas IV.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai apa itu gempa bumi, penyebab terjadinya gempa bumi, potensi dampak yang ditimbulkan, serta langkah-langkah penyelamatan diri saat terjadi gempa.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan juga dikemas secara interaktif melalui sesi tanya jawab dan juga diselingi dengan bernyanyi bersama lagu “Kalau Ada Gempa”, sehingga pesan-pesan penting mengenai kesiapsiagaan bencana dapat diingat dengan lebih mudah oleh para peserta.
Selain memberikan edukasi, mahasiswa KKN-T juga melakukan penataan jalur evakuasi dan pemasangan titik kumpul (assembly point) berdasarkan hasil observasi kondisi lingkungan sekolah.
Jalur evakuasi dirancang agar mudah dikenali dan dapat dilalui dengan aman menuju lokasi yang telah ditetapkan sebagai titik kumpul (assembly point). Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu mendukung proses penyelamatan yang lebih cepat, tertib, dan terarah.
Graselya Ratte Alo, selaku penanggung jawab program kerja GeoSiaga menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penyampaian materi mengenai kebencanaan, tetapi juga bertujuan membangun budaya kesiapsiagaan di lingkungan sekolah melalui penyediaan sarana pendukung yang dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
“Kami berharap GeoSiaga dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan sekolah. Melalui sosialisasi, penataan jalur evakuasi, dan pemasangan titik kumpul, siswa maupun guru tidak hanya memahami teori mitigasi gempa, tetapi juga mengetahui tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi darurat sehingga risiko yang ditimbulkan dapat diminimalkan,” ujarnya.
Pihak SDN 17 Tanrutedong turut mengapresiasi pelaksanaan program tersebut karena dinilai memberikan manfaat nyata bagi sekolah.
Selain meningkatkan pengetahuan siswa mengenai mitigasi bencana, keberadaan jalur evakuasi dan titik kumpul menjadi fasilitas pendukung yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman.
Program GeoSiaga merupakan salah satu program kerja KKN Tematik Universitas Hasanuddin yang mendukung upaya pengurangan risiko bencana melalui peningkatan kapasitas masyarakat sejak usia sekolah.
Sejalan dengan konsep Sekolah Tangguh Bencana, program ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya sadar bencana, meningkatkan kesiapsiagaan seluruh warga sekolah, serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan tangguh dalam menghadapi potensi bencana gempabumi di masa mendatang.
Penulis: Graselya Ratte Alo









