Rektor UNANDA Dukung Kolaborasi Riset dengan UHO–BRIN Mengkaji Adaptasi Nelayan Perempuan Bajo

  • Whatsapp
Tim penelitian dipimpin oleh Amar Ma’ruf, S.Pi., M.Sc., Ph.D., dari UHO. Anggota tim terdiri atas Haeruddin, S.Pi., M.Si. (UHO), Ridwan Tumbua, S.IP., seorang profesional film yang turut mendukung dokumentasi dan diseminasi hasil penelitian, serta Dr. Hamja Abdul Halik, S.Pi., M.Si., dari UNANDA.

PELAKITA.ID – Palopo 23/7/2026 — Komitmen membangun riset yang berdampak bagi masyarakat pesisir terus diperkuat melalui kolaborasi antarperguruan tinggi dan lembaga riset nasional.

Rektor Universitas Andi Djemma (UNANDA), Dr. Ir. H. Annas Boceng, M.Si., didampingi Dewan Pengawas Yayasan Tociung Luwu, Drs.H.Baharuddin Solongi, M.Si menyatakan apresiasi sekaligus dukungan terhadap kolaborasi riset yang dijalankan Pusat Kolaborasi Riset (PKR) BAJO Universitas Halu Oleo (UHO)–Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Lembaga Penelitian, Inovasi dan Hilirisasi (LPIH) UNANDA.

Kolaborasi tersebut merupakan implementasi dari Perjanjian Kerja Sama PKR BAJO UHO – BRIN dengan LPIH UNANDA. Riset ini bertujuan memperkuat sinergi antarlembaga dalam menghasilkan kajian ilmiah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya di kawasan pesisir Tana Luwu.

Riset yang mulai dilaksanakan mengangkat tema “Persepsi dan Adaptasi Nelayan Perempuan Bajo terhadap Dampak dan Risiko Perubahan Iklim”, dengan lokasi penelitian di Dusun Kambuno, Desa Belopa, Kabupaten Luwu.

Riset ini berfokus pada dinamika sosial ekonomi masyarakat Bajo, terutama peran perempuan nelayan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin memengaruhi kehidupan dan mata pencaharian masyarakat pesisir.

Rektor UNANDA, Annas Boceng, menilai riset kolaboratif semacam ini memiliki arti strategis karena tidak hanya memperkaya khazanah ilmu pengetahuan, tetapi juga diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang berbasis bukti ilmiah.

“UNANDA memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan riset yang mampu menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat.

Karena itu, kami mengapresiasi dan mendukung kolaborasi PKR BAJO UHO–BRIN bersama LPIH UNANDA sebagai bagian dari penguatan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurut Annas, isu perubahan iklim kini menjadi tantangan global yang dampaknya paling nyata dirasakan masyarakat pesisir. Kelompok perempuan nelayan, terutama dari komunitas Bajo, menjadi salah satu kelompok yang memiliki pengalaman adaptasi yang penting untuk dikaji secara ilmiah.

Ia berharap hasil penelitian tersebut dapat menjadi rujukan bagi Pemerintah Pusat dan Daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan pesisir yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.

Selain itu, hasil riset diharapkan mampu memperkuat strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir dengan tetap mempertimbangkan aspek sosial, budaya, dan lingkungan.

Tim penelitian dipimpin oleh Amar Ma’ruf, S.Pi., M.Sc., Ph.D., dari UHO. Anggota tim terdiri atas Haeruddin, S.Pi., M.Si. (UHO), Ridwan Tumbua, S.IP., seorang profesional film yang turut mendukung dokumentasi dan diseminasi hasil penelitian, serta Dr. Hamja Abdul Halik, S.Pi., M.Si., dari UNANDA.

Keterlibatan lintas disiplin dalam penelitian ini dinilai menjadi kekuatan tersendiri. Selain menghasilkan luaran akademik, riset juga diarahkan untuk mendokumentasikan kehidupan masyarakat Bajo secara lebih komprehensif sehingga dapat menjadi bahan edukasi sekaligus memperluas pemahaman publik mengenai tantangan yang dihadapi komunitas pesisir di tengah perubahan iklim.

Melalui kemitraan antara PKR BAJO UHO–BRIN dan LPIH UNANDA, diharapkan lahir model kolaborasi riset yang tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat pesisir, khususnya dalam meningkatkan kapasitas adaptasi nelayan perempuan Bajo terhadap berbagai risiko perubahan iklim.