PELAKITA.ID – WAJO – Bupati Wajo H. Andi Rosman menjadi responden pertama dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Wajo.
Pendataan berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Wajo, Jalan Veteran, Sengkang, pada Selasa, 16 Juni 2026, sebagai penanda dimulainya kegiatan sensus ekonomi di Kabupaten Wajo.
Proses pendataan dipimpin langsung oleh Kepala BPS Kabupaten Wajo, Andi Asia Hasan Basri, bersama tim petugas sensus yang bertugas mengumpulkan data dari berbagai sektor usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Bupati Andi Rosman menyambut baik pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan menegaskan pentingnya kegiatan tersebut sebagai upaya memperoleh data yang akurat, lengkap, dan mutakhir mengenai kondisi serta perkembangan perekonomian daerah.
Menurutnya, data yang dihimpun melalui sensus menjadi fondasi penting dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih efektif dan tepat sasaran. Informasi yang akurat akan membantu pemerintah dalam merumuskan program pemberdayaan ekonomi, mendorong pertumbuhan usaha, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Sensus Ekonomi bukan sekadar kegiatan pendataan, tetapi merupakan investasi informasi yang sangat penting bagi masa depan pembangunan daerah. Karena itu, partisipasi seluruh masyarakat sangat dibutuhkan agar data yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi riil perekonomian Kabupaten Wajo,” ujar Andi Rosman.
Bupati juga mengajak seluruh pelaku usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perusahaan, hingga berbagai pelaku ekonomi lainnya untuk memberikan informasi yang benar dan lengkap kepada petugas sensus. Menurutnya, keterbukaan dalam memberikan data akan menghasilkan statistik yang berkualitas dan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan yang lebih baik.
Selain masyarakat dan dunia usaha, Andi Rosman turut mengimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Wajo untuk berperan aktif menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Dukungan ASN diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya sensus sebagai bagian dari pembangunan nasional.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Wajo Andi Asia Hasan Basri menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda nasional yang bertujuan memotret struktur dan karakteristik kegiatan ekonomi di seluruh Indonesia. Data yang dikumpulkan akan menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, Pemerintah Kabupaten Wajo berharap tersedianya data statistik yang semakin berkualitas sehingga mampu mendukung perencanaan pembangunan yang berbasis bukti (evidence-based policy). Dengan demikian, setiap kebijakan yang diambil dapat lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.









