PDAM Takalar Respons Cepat Keluhan Air Berbusa, Tim Langsung Cek ke Rumah Pelanggan

  • Whatsapp
Pemantauan terhadap kualitas air juga perlu dilakukan secara berkelanjutan, terutama pada wilayah yang sebelumnya menyampaikan keluhan. Dengan pemantauan tersebut, PDAM dapat mengetahui kondisi distribusi sekaligus merespons lebih cepat apabila ditemukan persoalan pada jaringan pelayanan.

PELAKITA.ID – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pannranuanku Kabupaten Takalar merespons laporan masyarakat mengenai kondisi air pelanggan yang disebut keruh dan berbusa. Informasi yang beredar di media sosial tersebut langsung ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lapangan oleh tim PDAM.

Pengecekan dilakukan di sejumlah rumah pelanggan di wilayah Bajeng untuk memastikan kondisi air yang diterima masyarakat sekaligus memperoleh gambaran faktual mengenai keluhan yang disampaikan.

Tim PDAM mendatangi beberapa pelanggan, di antaranya Slamet Widodo, Reski, dan Sundariati. Pemeriksaan dilakukan secara langsung pada titik layanan pelanggan sebagai bagian dari upaya memastikan apakah kondisi air sebagaimana dilaporkan juga ditemukan di lokasi lainnya.

Hasil pemeriksaan lapangan kemudian disampaikan kepada Direktur PDAM Tirta Pannranuanku Kabupaten Takalar, Arianto, S.Pd. Dari pengecekan tersebut, petugas menemukan adanya perbedaan kondisi air pada titik pelanggan yang diperiksa.

Pada salah satu rumah pelanggan atas nama Reski, misalnya, petugas melaporkan tidak menemukan kondisi air yang keruh ataupun berwarna putih. Bahkan, rumah tersebut diketahui menggunakan satu meteran yang dibagi untuk dua pelanggan.

“Untuk pelanggan atas nama Reski yang memiliki meteran, air di rumahnya tidak mengalami kondisi keruh maupun berwarna putih, meskipun satu meteran digunakan untuk dua pelanggan,” demikian laporan petugas kepada Direktur PDAM.

Temuan tersebut menjadi bagian dari proses verifikasi yang dilakukan PDAM untuk memperoleh informasi lebih lengkap mengenai keluhan kualitas air yang disampaikan masyarakat. Pemeriksaan langsung dinilai penting agar persoalan dapat dilihat berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

Direktur PDAM Tirta Pannranuanku, Arianto, juga menyampaikan bahwa pihaknya tengah berada di luar ketika awak media datang untuk melakukan konfirmasi mengenai persoalan tersebut.

“Kebetulan kami lagi keluar dan teman media datang,” ujar Arianto, Kamis (1/10/2026).

Respons cepat melalui pengecekan langsung tersebut menunjukkan bahwa PDAM Tirta Pannranuanku tidak mengabaikan informasi yang disampaikan pelanggan. Setiap laporan yang muncul menjadi bahan untuk dilakukan penelusuran dan klarifikasi di lapangan.

Pemantauan terhadap kualitas air juga perlu dilakukan secara berkelanjutan, terutama pada wilayah yang sebelumnya menyampaikan keluhan. Dengan pemantauan tersebut, PDAM dapat mengetahui kondisi distribusi sekaligus merespons lebih cepat apabila ditemukan persoalan pada jaringan pelayanan.

Bagi pelanggan, pemeriksaan lapangan juga memberikan kepastian bahwa keluhan mengenai layanan air mendapat perhatian dari pengelola. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pelayanan sekaligus membangun komunikasi yang lebih terbuka antara PDAM dan masyarakat.

Ke depan, tindak lanjut hasil pemeriksaan menjadi bagian penting untuk memastikan setiap persoalan kualitas air dapat diketahui penyebabnya secara tepat dan ditangani sesuai kondisi di lapangan. Dengan demikian, pelayanan air bersih kepada masyarakat Takalar dapat terus dijaga agar berjalan secara baik dan berkelanjutan.