FKM Unhas Perkuat Hilirisasi Pangan Lokal melalui Pendamping TPOJ Papua Tengah

  • Whatsapp
Pelatihan berlangsung pada 10–12 September 2026 di Hotel Grand Tembaga, Mimika, dan diarahkan untuk membekali tenaga pendamping agar mampu mendampingi kelompok TPOJ dalam mengembangkan pangan lokal menjadi produk yang aman, bergizi, inovatif, dan memiliki nilai tambah.

PELAKITA.ID – Mimika, 12 September 2026 — Upaya mengoptimalkan potensi pangan lokal Papua Tengah terus diperkuat melalui peningkatan kapasitas tenaga pendamping kelompok Tanam, Petik, Olah, dan Jual (TPOJ).

Departemen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin mengambil bagian dalam upaya tersebut melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Tengah.

Pelatihan berlangsung pada 10–12 September 2026 di Hotel Grand Tembaga, Mimika, dan diarahkan untuk membekali tenaga pendamping agar mampu mendampingi kelompok TPOJ dalam mengembangkan pangan lokal menjadi produk yang aman, bergizi, inovatif, dan memiliki nilai tambah.

Penguatan kapasitas ini menjadi penting karena potensi pangan daerah tidak cukup hanya tersedia pada tingkat produksi. Diperlukan kemampuan untuk mengolah, meningkatkan mutu, mengembangkan produk, serta memperluas pemanfaatannya sehingga pangan lokal dapat memberikan manfaat ekonomi dan gizi yang lebih besar bagi masyarakat.

Sebagian produk yang memenuhi persyaratan juga berpeluang dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pangan berbagai program, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Tiga dosen Departemen Gizi FKM Unhas hadir sebagai narasumber dengan materi yang saling melengkapi. Prof. Dr. Aminuddin Syam, SKM., M.Kes., M.Med.Ed. membawakan materi “Keamanan Pangan sebagai Syarat Mutlak Pengolahan Pangan Lokal.”

Ia menekankan bahwa keamanan pangan harus diterapkan secara menyeluruh, mulai dari proses produksi dan pengolahan hingga penyimpanan serta distribusi. Pemenuhan standar keamanan menjadi salah satu prasyarat penting agar produk pangan lokal dapat diterima oleh konsumen dan memasuki rantai pasok yang lebih luas.

Selanjutnya, Ulfah Najamuddin, S.Si., M.Kes., Ph.D. menyampaikan materi “Diversifikasi dan Inovasi Pangan Lokal dalam Mendukung Implementasi TPOJ.” Peserta didorong untuk melihat komoditas pangan lokal bukan hanya sebagai bahan mentah, tetapi sebagai sumber pengembangan produk yang inovatif, menarik, bernilai gizi, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Pemanfaatan potensi tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui pengembangan produk pangan lokal bernilai tambah.

Sementara itu, Andi Imam Arundhana, S.Gz., MPH., Ph.D. membawakan materi “Penguatan Edukasi Gizi untuk Modal Tim Pendamping TPOJ.” Edukasi gizi menjadi bagian penting dalam proses pendampingan karena ketersediaan pangan bergizi perlu disertai pemahaman masyarakat mengenai pemilihan dan konsumsi pangan yang sehat.

Kegiatan juga difasilitasi oleh Yessy Kurniati, SKM., M.Kes. yang mendampingi proses pembelajaran, diskusi, serta berbagai aktivitas peserta selama pelatihan.

Departemen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin mengambil bagian dalam upaya tersebut melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Tengah.

Melalui pendekatan Training of Trainers, peserta tidak hanya menjadi penerima materi, tetapi dipersiapkan untuk meneruskan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh kepada kelompok-kelompok TPOJ di wilayah masing-masing. Dengan pola tersebut, penguatan kapasitas diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan berlangsung secara berkelanjutan.

Konsep TPOJ menempatkan masyarakat sebagai bagian dari keseluruhan proses pengembangan pangan, mulai dari produksi hingga pemasaran. Pendekatan ini memberi ruang bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas produk, menciptakan nilai tambah, sekaligus memperkuat posisi pangan lokal dalam sistem pangan daerah.

Kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Universitas Hasanuddin tersebut juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 2: Zero Hunger melalui penguatan pangan dan gizi berbasis sumber daya lokal serta SDG 17: Partnerships for the Goals melalui kemitraan antara pemerintah dan perguruan tinggi.

Bagi Universitas Hasanuddin, keterlibatan dosen dalam kegiatan ini juga sejalan dengan upaya pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) melalui pemanfaatan kepakaran perguruan tinggi untuk mendukung penyelesaian persoalan nyata di masyarakat serta mendorong penerapan hasil pengabdian kepada masyarakat.

Melalui penguatan keamanan pangan, inovasi produk, edukasi gizi, dan kemampuan pendampingan, program TPOJ diharapkan dapat mempercepat hilirisasi potensi pangan lokal Papua Tengah sehingga tidak berhenti pada produksi komoditas, tetapi berkembang menjadi produk yang bernilai tambah, berdaya saing, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.