Konsisten Ekspor, Perikanan Sulawesi Tenggara Makin Kokoh Topang Ekonomi Daerah

  • Whatsapp
Kepala Balai Mutu Perikanan Kendari Muhammad Zamrud saat berkunjung ke salah satu unit pengolahan dan eksportir di Kendari (dok: Istimewa)

PELAKITA.ID – 8 September 2026 — Sektor perikanan terus menunjukkan kinerja positif dan semakin memperkuat perannya sebagai salah satu penggerak ekonomi Sulawesi Tenggara.

Hingga pertengahan 2026, ekspor produk perikanan daerah tersebut telah mencapai 738 ton dengan nilai Rp171 miliar, menegaskan kuatnya daya saing komoditas perikanan Sulawesi Tenggara di pasar internasional.

Capaian tersebut tidak terlepas dari semakin efektifnya dukungan layanan sertifikasi jaminan mutu yang diberikan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), mulai dari hulu hingga hilir.

Layanan yang semakin cepat, terintegrasi, dan berbasis daring turut memberikan kepastian bagi pelaku usaha dalam memenuhi standar mutu yang ditetapkan negara tujuan ekspor.

Kinerja tersebut sekaligus melanjutkan tren positif ekspor perikanan Sulawesi Tenggara.

Sepanjang 2025, produk perikanan yang telah memperoleh sertifikasi KKP tercatat mencapai lebih dari 2.200 ton dengan nilai Rp313 miliar, memberikan kontribusi nyata terhadap aktivitas ekonomi daerah sekaligus memperluas akses produk perikanan Sulawesi Tenggara ke pasar global.

“Ekspor perikanan yang disertifikasi KKP telah mampu secara signifikan menyokong perekonomian Sulawesi Tenggara dengan kontribusi volume lebih dari 2.200 ton senilai Rp313 miliar pada tahun 2025,” jelas Plt. Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan atau Badan Mutu KKP, Ishartini, dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (8/9).

Sejumlah komoditas unggulan Sulawesi Tenggara bahkan telah tampil sebagai produk champion di pasar internasional.

Tuna, gurita, tenggiri, dan rajungan menjadi bagian dari komoditas yang diminati konsumen mancanegara dan berhasil menembus pasar Amerika Serikat, Meksiko, Jepang, Australia, Singapura, Filipina, Thailand, Kanada, hingga Republik Dominika.

Menurut Ishartini, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa potensi perikanan Sulawesi Tenggara semakin mampu diterjemahkan menjadi produk bernilai tambah dan berdaya saing global. Penguatan standar mutu menjadi salah satu fondasi penting agar produk perikanan daerah tidak hanya mampu menembus pasar ekspor, tetapi juga mempertahankan kepercayaan konsumen internasional.

“Terdapat 17 jenis komoditas perikanan dari Sulawesi Tenggara yang telah kami dampingi untuk memenuhi sertifikasi mutu yang dipersyaratkan negara tujuan ekspor, di antaranya CBIB (Cara Budidaya Ikan yang Baik), Cara Penanganan Ikan yang Baik di Kapal (CPIB Kapal), SKP, dan HACCP,” tutur Ishartini.

Penguatan jaminan mutu tersebut juga menghasilkan dampak yang lebih luas di tingkat lokal.

Aktivitas ekspor tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi hasil perikanan, tetapi turut menggerakkan industri pengolahan dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Sulawesi Tenggara.

Kepala Balai Mutu Kendari Muhammad Zamrud mengatakan, peningkatan aktivitas sertifikasi mutu telah berjalan beriringan dengan berkembangnya unit pengolahan ikan (UPI) yang berorientasi ekspor di Kendari. Pertumbuhan tersebut memberikan ruang semakin besar bagi tenaga kerja lokal untuk terlibat dalam rantai nilai perikanan.

“Unit pengolahan ikan (UPI) ekspor saat ini berjumlah 15 UPI yang telah mampu menyerap total 1.249 tenaga kerja, dengan rincian 468 pekerja laki-laki dan 781 perempuan,” terang Zamrud.

Dengan capaian ekspor yang konsisten, ragam komoditas unggulan yang semakin dikenal dunia, serta dukungan sertifikasi mutu yang semakin efektif, sektor perikanan Sulawesi Tenggara menunjukkan prospek yang semakin kuat.

Perikanan bukan lagi sekadar aktivitas produksi komoditas, melainkan telah berkembang menjadi bagian penting dari rantai ekonomi daerah yang menghubungkan sumber daya pesisir, industri pengolahan, tenaga kerja lokal, dan pasar global.

HUMAS BADAN MUTU KKP