Duka Smansa 85 Makassar, Dua Alumni Berpulang di Makassar dan Bogor

  • Whatsapp
Dalam waktu yang berdekatan, dua alumni, Rachman Rizal A. Sapada atau yang akrab disapa Puang Iccu di Makassar dan Muhammad Rusli di Bogor, berpulang ke Rahmatullah.

MAKASSAR – Kabar duka kembali menyelimuti keluarga besar alumni SMA Negeri 1 Makassar, khususnya Smansa 85. Dalam waktu yang berdekatan, dua alumni, Rachman Rizal A. Sapada atau yang akrab disapa Puang Iccu di Makassar dan Muhammad Rusli di Bogor, berpulang ke Rahmatullah.

Kabar berpulangnya kedua sahabat tersebut membawa kesedihan mendalam bagi keluarga besar Smansa 85 Makassar. Kenangan tentang masa-masa sekolah, persahabatan, dan kebersamaan yang telah terjalin puluhan tahun kembali hadir di tengah kabar kehilangan tersebut.

Rachman Rizal A. Sapada, SH., MH. bin Andi Sapada, berpulang di Makassar pada Senin, 7 September 2026, pukul 14.14 WITA. Kabar duka tersebut disampaikan keluarga dan kemudian beredar di antara jejaring alumni Smansa 85 Makassar.

Almarhum yang akrab disapa Puang Iccu dikenal sebagai salah seorang sahabat dalam lingkungan alumni. Kabar kepergiannya segera mendapat respons dari sesama alumni yang menyampaikan doa dan penghormatan terakhir bagi almarhum.

Rumah duka Rachman Rizal A. Sapada berada di Perumahan Graha Lestari, Makassar. Keluarga, sahabat, dan rekan-rekan alumni kemudian berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir.

Di saat yang hampir bersamaan, kabar duka juga datang dari Bogor. Muhammad Rusli, salah seorang alumni Smansa 85 Makassar, dikabarkan berpulang ke Rahmatullah. Rumah duka berada di Jalan Tarumanegara, Montecarlo Residence, Kompleks Pakuan, Tajur, Bogor.

Kabar wafatnya Muhammad Rusli disampaikan dalam lingkungan alumni dengan pesan, “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.”

Para sahabat kemudian mengajak seluruh keluarga besar Smansa 85 untuk bersama-sama mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Muhammad Rusli juga disebut sebagai kakak dari Ruslailang Noertika Smansa 94, yang turut menjadi bagian dari keluarga besar dan jejaring persahabatan alumni Smansa Makassar, atau kerabat penulis.

Ketua IKA Smansa 85 Makassar, Arie Lantara, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas berpulangnya kedua sahabat tersebut.

Ungkapan duka disampaikan dengan sederhana, tetapi sarat dengan kedekatan emosional antarsahabat yang telah melewati perjalanan panjang sejak masa sekolah.

Bagi keluarga besar Smansa 85 Makassar, kehilangan dua sahabat dalam waktu berdekatan tentu bukan sekadar berita duka. Ia menjadi pengingat tentang perjalanan waktu, tentang persahabatan yang telah berlangsung puluhan tahun, dan tentang semakin banyaknya sahabat seperjalanan yang satu demi satu meninggalkan dunia.

Masa sekolah mungkin telah berlalu sejak 1985, tetapi ikatan persahabatan yang lahir di bangku Smansa tetap hidup dalam ingatan. Pertemuan, canda, cerita, dan perjalanan hidup masing-masing alumni menjadi bagian dari kenangan bersama yang tidak mudah hilang.

Kini, keluarga besar Smansa 85 Makassar hanya dapat mengiringi kedua sahabat tersebut dengan doa. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan kekhilafan keduanya, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkan mereka di tempat terbaik di sisi-Nya.

Selamat jalan Puang Iccu. Selamat jalan Muhammad Rusli.

Semoga persahabatan yang pernah tumbuh di bangku Smansa 85 menjadi kenangan yang terus hidup, sementara doa dari keluarga, sahabat, dan seluruh alumni menjadi pengiring perjalanan terakhir menuju keabadian.

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.
Allahummaghfir lahuma warhamhuma wa ‘afihima wa’fu ‘anhuma.
Aamiin Allahumma Aamiin.

Penulis Denun