Kemajuan tanpa akhlak dapat kehilangan arah, sementara pembangunan tanpa kepedulian dapat menjauh dari manusia yang seharusnya menjadi tujuan. Maka teruslah menjadikan Rasulullah sebagai panduan gerak.
PELAKITA.ID – Bagi Bupati Takalar Ir. H. Mohammad Firdaus Dg Manye, MM., peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar momentum mengenang kelahiran Rasulullah.
“Maulid adalah ruang untuk kembali bertanya kepada diri sendiri: sejauh mana nilai-nilai yang diwariskan Rasulullah telah menjadi panduan dalam menjalankan amanah kehidupan, pelayanan, dan kepemimpinan,” ucapnya saat dihubungi Pelakita.ID, Selasa, 25 Agustus 2026.
Menurut Daeng Manye, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada 25 Agustus 2026 menjadi momentum bagi masyarakat Takalar untuk kembali mendekatkan diri kepada keteladanan Rasulullah.
Bagi Daeng Manye, mengingat Rasulullah berarti menghadirkan kembali nilai kejujuran, amanah, kesabaran, kasih sayang, keberanian, dan kepedulian kepada sesama dalam kehidupan sehari-hari.
“Rasulullah tidak hanya dikenang melalui sejarah perjuangannya, tetapi juga melalui akhlaknya,” ujarnya.
Kata dia, keteladanan itu menjadi penting karena kehidupan masyarakat terus menghadirkan tantangan yang membutuhkan bukan hanya kecerdasan, tetapi juga kekuatan moral.
“Kemajuan tanpa akhlak dapat kehilangan arah, sementara pembangunan tanpa kepedulian dapat menjauh dari manusia yang seharusnya menjadi tujuan,” tambahnya.
Dalam perspektif seorang kepala daerah, Maulid juga menjadi momentum untuk melakukan introspeksi terhadap makna amanah kekuasaan.
Daeng Manye menilai, jabatan bukan sekadar kedudukan, melainkan tanggung jawab yang setiap saat harus dipertanggungjawabkan, bukan hanya kepada masyarakat, tetapi juga kepada Allah SWT.
Karena itu, kata alumni Teknik Elektro Unhas angkatan 86 ini, mengingat Rasulullah bagi seorang pemimpin berarti menjaga agar kekuasaan tetap berada dalam koridor pelayanan.
“Keputusan pemerintah harus memiliki orientasi pada kemaslahatan masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan perhatian, perlindungan, dan kesempatan untuk berkembang,” sebutnya.
Bagi ASN, keteladanan Rasulullah juga memiliki makna yang sangat konkret.
Kejujuran, disiplin, tanggung jawab, profesionalitas, dan pelayanan yang tulus merupakan nilai yang seharusnya hadir dalam pekerjaan sehari-hari. ASN tidak hanya bekerja dengan aturan, tetapi juga dengan hati nurani dan kesadaran bahwa pelayanan publik merupakan bentuk amanah.
Maulid, dengan demikian, tidak semestinya berhenti pada kemeriahan acara, lantunan selawat, atau tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi. Semua itu penting sebagai ekspresi kecintaan kepada Rasulullah, tetapi makna yang lebih dalam adalah bagaimana kecintaan tersebut diterjemahkan menjadi perilaku.
Mengingat Rasulullah berarti menghadirkan beliau sebagai panduan gerak.
Dikatakan Daeng Manye, ketika seorang aparatur mengambil keputusan, nilai amanah menjadi pertimbangan.
“Ketika seorang pemimpin berhadapan dengan kepentingan masyarakat, keadilan menjadi pegangan. Ketika masyarakat menghadapi perbedaan, persaudaraan dan saling menghormati menjadi jalan. Ketika menghadapi kesulitan, kesabaran serta keteguhan Rasulullah menjadi sumber inspirasi,” jelasnya.
Bagi Takalar, nilai-nilai tersebut memiliki arti penting dalam perjalanan pembangunan daerah.
“Selalu saya tekankan, Pemerintah Daerah Takalar tidak mungkin bekerja sendiri. Pembangunan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, pemuda, perempuan, dunia usaha, akademisi, serta seluruh lapisan masyarakat,” sebutnya.
Semangat Maulid dapat menjadi energi sosial untuk memperkuat kolaborasi tersebut. Masyarakat yang saling menghormati akan lebih mudah bekerja bersama.
Pemerintahan yang berintegritas akan memperoleh kepercayaan. Dan pemimpin yang menempatkan amanah sebagai dasar kepemimpinan akan lebih mampu menjaga arah pembangunan tetap berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Bagi Daeng Manye, barangkali inilah salah satu makna terpenting Maulid Nabi: bukan hanya seberapa sering kita menyebut dan memuji Rasulullah, tetapi seberapa jauh akhlak beliau hadir dalam cara kita bekerja, memimpin, melayani, dan memperlakukan sesama.
“Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Semoga kecintaan kepada Rasulullah menuntun kita menjadi pribadi yang lebih amanah, pemerintahan yang lebih melayani, dan masyarakat Takalar yang semakin rukun, peduli, serta kuat dalam kebersamaan,” pungkasnya.
___
Editor Denun









