Bupati Wajo Dorong Perluasan Program Listrik Sawah untuk Jaga Produktivitas Petani

  • Whatsapp
Bupati Wajo Andi Rosman menghadiri panen perdana di Desa Mario, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo, Senin (24/8/2026)

PELAKITA.ID – Bupati Wajo Andi Rosman menghadiri panen perdana di Desa Mario, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo, Senin (24/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pemanfaatan Program Listrik Sawah (Lisa) untuk mendukung pengairan lahan pertanian.

Kehadiran Bupati Wajo menjadi kesempatan untuk melihat langsung hasil produksi sekaligus berdialog dengan petani mengenai kondisi sawah, capaian panen, serta berbagai kendala yang mereka hadapi di lapangan.

Andi Rosman hadir bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Wajo Andi Sudarmin, jajaran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, anggota DPRD Wajo, Camat Tanasitolo Andi Ramlan Danial, pemerintah desa, serta jajaran PLN Sengkang.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati turut menyaksikan proses panen dan mendengarkan langsung pengalaman petani dalam mengelola lahan dengan dukungan sistem pengairan berbasis listrik.

Program ini dinilai semakin relevan di tengah kondisi musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah Sulawesi Selatan. Ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan produksi dan memungkinkan petani tetap mengusahakan lahan secara optimal.

Menurut Andi Rosman, pemanfaatan listrik untuk pengairan sawah perlu terus dikembangkan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak petani di Kabupaten Wajo.

“Program listrik masuk sawah dapat terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak wilayah pertanian di Kabupaten Wajo. Dengan dukungan infrastruktur pengairan yang memadai, petani diharapkan mampu meningkatkan indeks pertanaman dan menjaga produktivitas meskipun menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu,” ujar Andi Rosman.

Ia menilai panen perdana tidak sekadar menjadi momentum syukur atas hasil pertanian, tetapi juga menjadi salah satu indikator untuk mengukur efektivitas berbagai upaya peningkatan produktivitas pertanian.

“Panen perdana bukan hanya menjadi bentuk rasa syukur atas hasil yang diperoleh, tetapi juga menjadi indikator penting dalam melihat keberhasilan upaya peningkatan produktivitas pertanian di Kabupaten Wajo,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Wajo, lanjutnya, akan terus memberikan perhatian terhadap kebutuhan petani, terutama terkait ketersediaan sarana produksi, sistem pengairan, serta dukungan lain yang dapat membantu menjaga produktivitas lahan.

“Kita terus memastikan petani mendapatkan dukungan yang maksimal. Hasil panen seperti ini harus terus kita dorong agar produktivitas meningkat dan kesejahteraan petani juga semakin baik,” ujar Andi Rosman.

Di tengah ancaman kekeringan, pemerintah daerah juga terus mencari berbagai alternatif solusi untuk mempertahankan produksi padi dan menjaga keberlanjutan lahan sawah masyarakat.

“Pemerintah berkomitmen terus memberi dukungan sembari mencari solusi lainnya demi mempertahankan produksi padi dan kondisi sawah petani di tengah kekeringan yang melanda,” sambungnya.

Andi Rosman mengajak petani untuk tetap optimistis mengembangkan usaha pertanian serta memanfaatkan berbagai program pemerintah yang dapat membantu meningkatkan produktivitas dan efisiensi pengelolaan lahan.

Ia juga mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, penyuluh pertanian, kelompok tani, serta pihak terkait lainnya agar berbagai persoalan pertanian dapat ditangani secara bersama.

“Panen perdana ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan kelompok tani dalam mewujudkan pertanian Wajo yang semakin produktif,” pintanya.

Selain menjaga produktivitas, Bupati menekankan pentingnya mempertahankan lahan pertanian sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan daerah. Peningkatan produksi harus berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan petani.

Program Listrik Sawah, dalam konteks tersebut, tidak hanya menjadi solusi teknis menghadapi keterbatasan air saat kemarau. Program ini juga dapat menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah menjaga kesinambungan produksi pangan sekaligus memperkuat daya tahan petani menghadapi perubahan kondisi iklim.