Wamen P2MI Perkuat Kolaborasi dengan Unhas untuk Program SMK Go Global

  • Whatsapp
Kunjungan Wamen P2MI diterima Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Pengelolaan Usaha Unhas, Prof. Dr. Amir Ilyas, S.H., M.H. Rombongan P2MI juga meninjau sejumlah fasilitas MSC Unhas dan berdiskusi mengenai pengembangan model pelaksanaan SMK Go Global.

PELAKITA.ID — Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, S.Pd., M.Ikom., mendorong penguatan kolaborasi dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) dalam mendukung pelaksanaan program SMK Go Global.

Hal ini dibahas dalam kunjungan Dzulfikar Ahmad Tawalla ke Migrant Service Center (MSC) Unhas, yang dimaksudkan untuk melihat kesiapan MSC Unhas sekaligus membahas tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto terkait pengembangan talenta vokasi untuk pasar kerja global.

Kunjungan Wamen P2MI diterima Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Pengelolaan Usaha Unhas, Prof. Dr. Amir Ilyas, S.H., M.H. Rombongan P2MI juga meninjau sejumlah fasilitas MSC Unhas dan berdiskusi mengenai pengembangan model pelaksanaan SMK Go Global.

Prof. Amir Ilyas mengatakan pendirian MSC Unhas merupakan bagian dari upaya universitas memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berdaya saing global.

“Perguruan tinggi memiliki keunggulan melalui kapasitas akademik, sumber daya manusia, jejaring kemitraan, serta fasilitas pelatihan. Potensi ini dapat kita gunakan untuk mendukung peningkatan kompetensi pekerja migran, sekaligus memperkuat pemahaman mengenai aspek keamanan dan perlindungan kerja,” jelas Prof. Amir.

Menurut dia, MSC Unhas dirancang sebagai ruang kolaborasi antara dunia akademik, pemerintah, dan masyarakat. Layanannya mencakup edukasi, pelatihan, dan pendampingan bagi calon, pekerja, hingga purna pekerja migran, termasuk persiapan sebelum keberangkatan dan proses reintegrasi setelah kembali ke Indonesia.

“Melalui MSC, Unhas ingin memberikan kontribusi nyata dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, profesional, dan memiliki kesiapan menghadapi kebutuhan pasar kerja global,” tambah Prof. Amir.

Dzulfikar Ahmad Tawalla mengapresiasi fasilitas yang tersedia di MSC Unhas. Ia menilai fasilitas tersebut dapat mendukung peningkatan kapasitas calon pekerja migran melalui pendidikan, pelatihan, dan pendampingan yang terintegrasi. Potensi MSC Unhas dapat disinergikan dengan program SMK Go Global, dimana Sulawesi Selatan mndaapt mandat 850 peserta.

“Fasilitas Migrant Service Center Unhas sudah cukup lengkap untuk mendukung agenda ini. Kami berharap keterlibatan Unhas untuk memastikan peserta program ini memiliki kompetensi yang memadai sebelum memasuki pasar kerja internasional,” jelas Dzulfikar.

Dzulfikar juga menyoroti potensi jejaring alumni Unhas yang tersebar di berbagai wilayah. Jejaring tersebut dinilai dapat mendukung upaya pemerintah memperluas penempatan pekerja migran pada sektor formal.

“Jaringan alumni Unhas tersebar. Kami berharap alumni Unhas dapat ikut mendukung program Bapak Presiden yang ingin menggeser pekerja migran dari sektor informal ke sektor formal. Ini bagian penting bagi kementerian untuk mewujudkan hal tersebut,” tambahnya.

Selain peningkatan kompetensi, Dzulfikar menekankan pentingnya sistem perlindungan bagi pekerja migran. Pemerintah, kata Dzulfikar, mendorong Program Migran Aman untuk mencegah keberangkatan pekerja migran secara ilegal dan memastikan proses migrasi kerja berlangsung sesuai prosedur.

“Program Migran Aman kita dorong agar pekerja tidak berangkat secara ilegal. Jadi, orientasinya bukan sekadar mendapatkan pekerjaan di luar negeri, tetapi juga memastikan ada perlindungan bagi pekerja,” katanya.

Penguatan peran MSC merupakan bagian dari tanggung jawab perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Kapasitas akademik, sumber daya manusia, serta jejaring kelembagaan Unhas diharapkan dapat memperkuat ekosistem migrasi kerja yang aman, kompeten, profesional, dan bermartabat.

Kunjungan Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia bersama rombongan ke Migrant Service Center Unhas berlangsung pada Jumat (21/8).(*/mir/ir)