PELAKITA.ID – SIDENRENG RAPPANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Inovasi Desa Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja bertajuk MORIBALL: Inovasi Bakso Daun Kelor untuk Meningkatkan Gizi Keluarga dan Nilai Tambah Produk Lokal di Kelurahan Lajonga, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang, pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Program kerja MORIBALL bertujuan untuk memanfaatkan potensi tanaman kelor yang tersedia di lingkungan masyarakat menjadi produk pangan yang inovatif, bergizi, dan memiliki nilai tambah.
Melalui pengolahan daun kelor dan daging ayam menjadi bakso, masyarakat diperkenalkan pada alternatif olahan pangan yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemenuhan gizi keluarga. Kegiatan ini juga mendukung upaya pencegahan stunting melalui peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber makanan bergizi.
Penanggung jawab program menjelaskan bahwa MORIBALL dikembangkan sebagai bentuk inovasi sederhana dalam memanfaatkan daun kelor yang selama ini belum sepenuhnya diolah menjadi produk pangan yang menarik bagi keluarga.
Pengolahan daun kelor menjadi bakso diharapkan dapat meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap pangan berbasis kelor sekaligus memberikan keterampilan baru yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.
“Program MORIBALL kami laksanakan untuk memperkenalkan kepada masyarakat bahwa bahan pangan lokal seperti daun kelor dapat diolah menjadi produk yang lebih menarik, bergizi, dan memiliki nilai tambah. Kami berharap keterampilan yang diperoleh masyarakat tidak berhenti pada kegiatan ini saja, tetapi dapat diterapkan secara mandiri dan dikembangkan menjadi peluang usaha,” ujar A. Putriani
Pelaksanaan program mendapat respons positif dari masyarakat, khususnya kader PKK dan kader Posyandu Kelurahan Lajonga.
Kegiatan ini dinilai memberikan pengetahuan baru mengenai pemanfaatan bahan pangan lokal dalam mendukung penyediaan makanan bergizi bagi keluarga.
Selain itu, pemanfaatan daun kelor sebagai bahan pangan juga dinilai relevan dengan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi dalam mendukung pencegahan stunting.
“Program Kerja ini sangat bermanfaat bagi kami karena mengajarkan cara mengolah bahan pangan lokal daun daun keloryang memang tersedia banyak disini menjadi makanan yang lebih menarik dan bergizi.
Ini juga bisa menjadi salah satu upaya dalam mendukung pencegahan stunting, karena pemenuhan gizi keluarga perlu diperhatikan sejak dini. Kami berharap masyarakat dapat terus memanfaatkan bahan pangan lokal seperti daun kelor untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga,” ujarnya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN-T Gelombang 116 Inovasi Desa Universitas Hasanuddin berharap inovasi MORIBALL dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat Kelurahan Lajonga sebagai salah satu alternatif olahan pangan berbasis potensi lokal.
Pengembangan produk ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih kreatif dalam mengolah bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar menjadi makanan yang menarik, bergizi, dan dapat diterima oleh seluruh anggota keluarga.
Keberlanjutan pengembangan MORIBALL diharapkan mampu meningkatkan pemanfaatan daun kelor sebagai bahan pangan bergizi sekaligus mendukung pemenuhan gizi keluarga dan upaya pencegahan stunting sejak dini.
Selain memberikan manfaat dari aspek pangan dan gizi, pengembangan MORIBALL juga diharapkan dapat meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah produk pangan serta membuka peluang usaha yang dapat memberikan nilai tambah dan potensi ekonomi bagi masyarakat Kelurahan Lajonga.
Penulis: Andi Putriani
Editor: Aisya Sofianita Kamaruddin









