Poros Jalan Malino Mulai Dikerjakan, Warga Tamarunang: “Ini Baru Mantap!”

  • Whatsapp
Foto: Pelakita.ID

PELAKITA.ID — Harapan warga pengguna Jalan Poros Malino Kabupaten Gowa sekitar Kecamatan Somba Opi mulai menemukan tanda-tanda nyata. Hingga sore 8 Agustus 2026, pekerjaan perbaikan pada sejumlah bagian ruas jalan tersebut mulai terlihat, ditandai dengan pengaspalan yang telah dilakukan dan mulai dilalui kendaraan.

Pantauan di lapangan menunjukkan, salah satu bagian ruas Poros Sungguminasa–Batangkaluku telah dibutas dan kemudian diaspal. Lapisan aspal tampak cukup tebal dan permukaan jalan yang telah dikerjakan mulai memberikan kenyamanan berbeda bagi kendaraan yang melintas.

Meski pekerjaan baru dilakukan pada sebagian ruas, perubahan tersebut sudah disambut positif warga. Bagi masyarakat yang selama ini melewati jalan tersebut dalam kondisi yang kurang baik, dimulainya pekerjaan menjadi kabar menggembirakan.

“Terima kasih kepada pemerintah, pokoknya siapa saja yang terlibat dalam pengerjaan jalan ini,” kata Daeng Ke’nang, warga Nusa Tamarunang yang baru saja melintasi jalan dimaksud, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Menurutnya, apresiasi tersebut disampaikan karena perbaikan jalan yang signifikan telah lama dinantikan masyarakat. Setelah bertahun-tahun melewati kondisi jalan yang membutuhkan perhatian, kini warga mulai melihat pekerjaan fisik yang konkret.

“Ini baru mantap. Meski baru sebagian, tanda-tanda perbaikannya sudah nampak. Aspalnya juga kelihatan tebal,” ujarnya saat keluar dari kedai es krim Momoyo.

Setelah Puluhan Tahun, Perbaikan Mulai Terlihat

Bagi warga di sekitar Nusa Tamarunang dan pengguna jalan Poros Malino, kondisi ruas tersebut bukan sekadar persoalan kenyamanan berkendara. Jalan ini menjadi bagian penting dari mobilitas masyarakat yang menghubungkan kawasan Sungguminasa, Batangkaluku dan wilayah sekitarnya.

Karena itu, perbaikan jalan memiliki arti lebih luas bagi aktivitas warga, mulai dari perjalanan harian, distribusi barang, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.

Warga lainnya, Ode Sukiman, mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur jalan sebaiknya dilakukan secara menyeluruh. Menurutnya, kualitas badan jalan perlu diikuti dengan perhatian terhadap sistem drainase.

“Semoga yang ini cepat selesai. Meski begitu, yang juga perlu diperhatikan adalah drainase di sekitar ruas jalan. Biar bagus jalan aspal kita, kalau tidak ada drainase, bisa saja jalan kembali rusak,” kata Ode.

Pesan tersebut sederhana, tetapi penting. Jalan yang telah diperbaiki membutuhkan sistem drainase yang mampu mengendalikan limpasan air, terutama ketika intensitas hujan tinggi. Air yang menggenang atau mengalir di badan jalan berpotensi mempercepat kerusakan permukaan jalan.

Warga Mengapresiasi Perbaikan Infrastruktur Gowa

Ode juga mengingat sejumlah pekerjaan infrastruktur yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Gowa dalam beberapa tahun terakhir.

Ia menyebut perbaikan di sejumlah titik seperti Poros Cambaya, Nusa Tamarunang hingga kawasan Jembatan Kembar sebagai bagian dari perubahan infrastruktur yang mulai dirasakan masyarakat.

Menurutnya, berbagai pekerjaan tersebut menunjukkan bahwa pembenahan infrastruktur jalan membutuhkan proses dan kesinambungan.

Kini, perhatian warga tertuju pada kelanjutan pekerjaan Poros Malino. Mereka berharap ruas yang mulai dikerjakan dapat segera diselesaikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Yang penting sekarang sudah mulai dikerjakan. Kita tentu berharap dilanjutkan sampai selesai dan kualitasnya dijaga,” imbuh Daeng Ke’nang.

Perbaikan jalan bagi masyarakat sering kali bukan hanya tentang lapisan aspal baru. Jalan yang baik berarti perjalanan yang lebih aman, waktu tempuh yang lebih nyaman, kendaraan yang tidak cepat rusak, serta aktivitas ekonomi yang lebih lancar.

Karena itu, dimulainya pengaspalan Poros Malino menjadi sinyal positif bagi warga yang selama ini menantikan pembenahan ruas tersebut.

Pekerjaan yang terlihat pada Sabtu sore itu memang belum mencakup seluruh bagian jalan. Namun, bagi warga, satu bagian yang telah selesai diaspal sudah cukup untuk menghadirkan optimisme bahwa pekerjaan akan berlanjut.

Kini harapan masyarakat sederhana: pekerjaan dituntaskan, kualitas aspal dijaga, dan drainase ikut dibenahi.