GEN-MACCA KKN-PK 69 Unhas Gelar Senam dan Pemeriksaan Kesehatan Dasar untuk 168 Siswa SDN 3 Allakuang

  • Whatsapp
Gagasan GEN-MACCA lahir dari diskusi mahasiswa KKN-PK 69 Unhas bersama Pemerintah Desa Takkalasi mengenai program yang tidak berhenti ketika kegiatan KKN selesai, tetapi menghasilkan manfaat yang dapat digunakan masyarakat dalam jangka lebih panjang.

PELAKITA.ID – SIDENRENG RAPPANG — Upaya membangun kesadaran kesehatan sejak usia sekolah dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin melalui program GEN-MACCA (Gerakan Senam & Pemeriksaan Medis Anak Cerdas Aktif).

Program kerja bersama mahasiswa KKN-PK 69 Unhas Posko Desa Takkalasi tersebut digelar di SDN 3 Allakuang, Desa Takkalasi, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang, selama dua hari, 3–4 Agustus 2026.

Kegiatan melibatkan siswa dan guru sekolah dengan rangkaian aktivitas fisik serta pemeriksaan kesehatan dasar.

GEN-MACCA dirancang bukan sekadar sebagai kegiatan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga sebagai upaya memperkenalkan kepada anak pentingnya mengenali kondisi tubuh dan membangun kebiasaan hidup aktif sejak dini.

Program ini meliputi senam bersama, pemeriksaan golongan darah, pengukuran tinggi badan, berat badan, serta suhu tubuh. Hasil pemeriksaan kemudian dicatat dan diberikan kepada siswa melalui Kartu MACCA sebagai catatan informasi kesehatan dasar yang dapat disimpan oleh keluarga.

Berangkat dari Kebutuhan Sekolah

Gagasan GEN-MACCA lahir dari diskusi mahasiswa KKN-PK 69 Unhas bersama Pemerintah Desa Takkalasi mengenai program yang tidak berhenti ketika kegiatan KKN selesai, tetapi menghasilkan manfaat yang dapat digunakan masyarakat dalam jangka lebih panjang.

Kepala Desa Takkalasi mendorong mahasiswa agar setiap program kerja memiliki keluaran yang dapat dimanfaatkan setelah kegiatan berakhir.

“Saya mau program kerjanya kalian itu ada output yang berkelanjutan, dan sepertinya bagus itu program kerja kalian laksanakan karena akan dipakai informasinya untuk ke depannya,” ujarnya.

Kebutuhan tersebut kemudian semakin terlihat ketika mahasiswa melakukan koordinasi dengan pihak SDN 3 Allakuang. Sekolah menyampaikan bahwa sebelumnya belum tersedia data golongan darah siswa dan belum pernah dilakukan pemeriksaan medis dasar secara menyeluruh kepada siswa.

“Nah, itu saya sangat setuju. Anak-anak di sini banyak yang tidak tahu golongan darah mereka,” ujar Kepala Sekolah SDN 3 Allakuang saat memberikan persetujuan terhadap pelaksanaan kegiatan.

Temuan tersebut menjadi salah satu dasar mahasiswa merancang GEN-MACCA dengan pendekatan yang sederhana, edukatif, sekaligus menghasilkan data kesehatan dasar yang dapat dibawa pulang oleh siswa.

Program kerja bersama mahasiswa KKN-PK 69 Unhas Posko Desa Takkalasi tersebut digelar di SDN 3 Allakuang, Desa Takkalasi, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang, selama dua hari, 3–4 Agustus 2026.

Diawali Senam, Dilanjutkan Pemeriksaan

Rangkaian kegiatan dimulai dengan senam bersama. Para siswa diajak bergerak aktif dalam suasana yang menyenangkan sebelum mengikuti pemeriksaan kesehatan.

Setelah senam, siswa mengikuti pemeriksaan secara bergantian. Tim mahasiswa melakukan pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan suhu tubuh, serta pemeriksaan golongan darah.

Selama dua hari pelaksanaan, dari total 168 siswa SDN 3 Allakuang, sebanyak 160 siswa atau sekitar 95 persen mengikuti seluruh rangkaian pemeriksaan.

Sebanyak delapan siswa belum dapat diperiksa karena tidak hadir selama dua hari kegiatan. Untuk memastikan mereka tetap memperoleh layanan yang sama, mahasiswa memberikan kesempatan mengikuti pemeriksaan susulan di Posko KKN-PK 69 Unhas Desa Takkalasi.

Menariknya, kegiatan ini juga dimanfaatkan oleh guru. Sebanyak tiga orang guru turut mengikuti pemeriksaan golongan darah.

Dengan demikian, total penerima pemeriksaan selama pelaksanaan GEN-MACCA mencapai 163 orang, terdiri atas 160 siswa dan tiga guru.

Kartu MACCA, Output yang Dibawa Pulang

Salah satu bagian penting dari program ini adalah Kartu MACCA.

Kartu tersebut memuat informasi hasil pemeriksaan dasar setiap siswa, meliputi golongan darah, tinggi badan, berat badan, dan suhu tubuh.

Kartu diberikan kepada siswa untuk dibawa pulang dan disampaikan kepada orang tua. Dengan cara ini, informasi yang diperoleh dalam kegiatan KKN tidak berhenti sebagai dokumentasi kegiatan, tetapi menjadi catatan yang dapat disimpan dan digunakan kembali apabila suatu saat dibutuhkan.

Bagi mahasiswa KKN-PK 69 Unhas, keberadaan Kartu MACCA menjadi bagian dari upaya menciptakan output program yang sederhana namun memiliki manfaat praktis bagi keluarga.

Membiasakan Anak Mengenali Kesehatannya

GEN-MACCA juga memperlihatkan bahwa edukasi kesehatan anak dapat dilakukan melalui pendekatan yang sederhana dan menyenangkan. Senam menjadi pintu masuk untuk membangun kebiasaan aktif, sementara pemeriksaan kesehatan membantu anak dan keluarga mengenali sejumlah informasi dasar mengenai kondisi tubuh.

Antusiasme siswa selama kegiatan menunjukkan bahwa pemeriksaan kesehatan dapat dikemas tidak hanya sebagai aktivitas medis, tetapi juga sebagai pengalaman belajar.

Dukungan pemerintah desa, pihak sekolah, guru, serta keterlibatan siswa menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program tersebut.

Melalui GEN-MACCA, mahasiswa KKN-PK 69 Unhas berharap anak-anak SDN 3 Allakuang semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan, aktif bergerak, serta mengenali informasi dasar mengenai tubuh mereka.

Lebih jauh, Kartu MACCA diharapkan menjadi catatan kesehatan awal yang dapat dimanfaatkan siswa dan orang tua, sekaligus menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam menghadirkan edukasi dan layanan kesehatan preventif di tengah masyarakat.

Bagi mahasiswa, GEN-MACCA menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak selalu harus dimulai dari program yang besar. Sebuah pemeriksaan sederhana, selembar kartu kesehatan, dan kebiasaan bergerak aktif dapat menjadi langkah kecil untuk membangun kesadaran kesehatan anak sejak dini.

___
Editor Aisya Sofianita Kamaruddin