PELAKITA.ID – Permasalahan sampah rumah tangga masih menjadi tantangan dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan sampah menyebabkan sampah organik maupun anorganik belum dimanfaatkan secara optimal sehingga berpotensi mencemari lingkungan.
Sebagai bentuk kontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin menggelar kegiatan “Pembuatan Dekomposer sebagai Upaya Pemanfaatan Sampah Organik dan Anorganik” di Kantor Kelurahan Majjelling Wattang, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang pada Senin (3/8).
Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja individu yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga.
Program ini mengangkat konsep pemanfaatan sampah organik, seperti sisa makanan, sayuran, buah-buahan, dan daun kering menjadi kompos melalui proses dekomposisi.
Selain itu, sampah anorganik berupa botol plastik bekas dimanfaatkan kembali sebagai wadah dekomposer sehingga mampu menerapkan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) secara sederhana di tingkat rumah tangga.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan, penyampaian tujuan kegiatan, serta edukasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik dan anorganik.
Peserta kemudian mengikuti demonstrasi pembuatan dekomposer menggunakan botol plastik bekas sebagai wadah dan sisa makanan sebagai bahan utama pembuatan kompos. Sebagai bentuk evaluasi, peserta juga mengikuti pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan setelah kegiatan berlangsung.

Selama sesi pelatihan, peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan dekomposer. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan mengenai cara memilih bahan organik yang tepat, proses fermentasi, waktu yang dibutuhkan hingga kompos dapat digunakan.
Melalui demonstrasi secara langsung, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pengelolaan sampah, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik membuat dekomposer sederhana yang dapat diterapkan secara mandiri di rumah. Pemanfaatan botol plastik bekas sebagai media dekomposer menjadi salah satu solusi sederhana yang mudah diterapkan sekaligus mengurangi limbah plastik di lingkungan.
Penanggung jawab kegiatan, Ririn Mangallo, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga melalui metode yang sederhana, murah, dan ramah lingkungan.
“Melalui pelatihan ini kami berharap masyarakat tidak lagi memandang sampah sebagai limbah yang harus dibuang, tetapi sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai guna.
Dengan memanfaatkan sampah organik menjadi kompos dan botol plastik bekas sebagai dekomposer, masyarakat dapat berkontribusi menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus mengurangi volume sampah rumah tangga,” ujarnya.
Evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai jenis sampah organik dan anorganik, fungsi dekomposer, serta tahapan pembuatan dekomposer sederhana.
Peserta juga mampu mempraktikkan proses pembuatan dekomposer secara mandiri sesuai materi yang telah diberikan selama pelatihan. Salah seorang peserta mengaku mendapatkan wawasan baru mengenai pengelolaan sampah rumah tangga setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Selama ini kami hanya membuang sisa makanan begitu saja. Setelah mengikuti pelatihan ini, kami mengetahui bahwa sampah organik dapat diolah menjadi kompos dengan alat yang sederhana dari botol plastik bekas. Ilmu ini sangat bermanfaat dan mudah dipraktikkan di rumah,” ungkapnya.
Program Pembuatan Dekomposer sebagai Upaya Pemanfaatan Sampah Organik dan Anorganik merupakan salah satu bentuk pengabdian Mahasiswa KKN-PK Angkatan 69 Universitas Hasanuddin dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 11 (Sustainable Cities and Communities), Tujuan 12 (Responsible Consumption and Production), dan Tujuan 13 (Climate Action).
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Kelurahan Majjelling Wattang semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah berbasis prinsip 3R dan mampu menerapkan pembuatan dekomposer secara mandiri di lingkungan rumah tangga. Dengan demikian, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, produktif, serta memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
___
Penulis: Ririn Mangallo
Editor: Aisya Sofianita Kamaruddin









