Mahasiswa KKN-T Inovasi Desa Wisata Unhas Edukasi Mitigasi Gempa dan Tsunami untuk Warga Desa Binanga Majene

  • Whatsapp
Melalui program ini, mahasiswa KKN-T berupaya menanamkan budaya sadar bencana sebagai fondasi penting bagi pengembangan desa wisata yang aman, tangguh, dan berkelanjutan. Penanggung jawab program menjelaskan bahwa sosialisasi tersebut dilatarbelakangi oleh pengalaman Kabupaten Majene yang pernah dilanda gempa bumi dengan dampak kerusakan dan korban jiwa yang cukup besar.

PELAKITA.ID – MAJENE – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Desa Wisata Gelombang 116 Universitas Hasanuddin menggelar sosialisasi mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami bagi masyarakat Desa Binanga, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun desa wisata yang tidak hanya menarik bagi wisatawan, tetapi juga memiliki kesiapsiagaan tinggi dalam menghadapi ancaman bencana alam.

Sebagai wilayah pesisir yang memiliki potensi wisata sekaligus berada di kawasan rawan gempa dan tsunami, Desa Binanga dinilai membutuhkan penguatan kapasitas masyarakat dalam memahami risiko kebencanaan.

Melalui program ini, mahasiswa KKN-T berupaya menanamkan budaya sadar bencana sebagai fondasi penting bagi pengembangan desa wisata yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.

Penanggung jawab program menjelaskan bahwa sosialisasi tersebut dilatarbelakangi oleh pengalaman Kabupaten Majene yang pernah dilanda gempa bumi dengan dampak kerusakan dan korban jiwa yang cukup besar.

“Kabupaten Majene pernah mengalami gempa bumi yang menimbulkan kerusakan dan korban jiwa. Melalui program ini, kami ingin masyarakat Desa Binanga memiliki pengetahuan dan kesiapan yang cukup, sehingga risiko yang ditimbulkan bencana dapat diminimalkan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menyampaikan berbagai materi mengenai mitigasi bencana, mulai dari pengenalan karakteristik gempa bumi dan tsunami, tanda-tanda alam yang perlu diwaspadai sebelum tsunami terjadi, hingga langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana.

Peserta juga dibekali pengetahuan mengenai pentingnya menyiapkan tas siaga bencana, mengenali jalur evakuasi dan titik kumpul, serta memahami tiga langkah tanggap tsunami sesuai pedoman Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Sebagai tindak lanjut, tim KKN-T Inovasi Desa Wisata Gelombang 116 juga tengah menyusun sebuah buku saku mitigasi bencana yang memuat panduan praktis mengenai kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi dan tsunami.

Buku saku tersebut dirancang sebagai media edukasi sederhana yang dapat digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari dan akan dibagikan kepada warga Desa Binanga setelah proses penyusunannya selesai.

Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Warga mengikuti sosialisasi dengan aktif dan berharap edukasi kebencanaan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkala mengingat pentingnya kesiapsiagaan bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN-T Inovasi Desa Wisata Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap kesadaran masyarakat terhadap mitigasi bencana semakin meningkat.

Dengan masyarakat yang lebih siap menghadapi potensi gempa bumi dan tsunami, Desa Binanga diharapkan mampu berkembang sebagai desa wisata yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menjamin aspek keselamatan, ketangguhan, dan keberlanjutan bagi warga maupun wisatawan yang berkunjung.