PELAKITA.ID – SIDRAP – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin menggelar program Skrining dan Deteksi Dini Diabetes Melitus Tipe 2 melalui Pemeriksaan Glukosa Darah di Desa Botto, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan warga melalui deteksi dini faktor risiko diabetes melitus tipe 2.
Program tersebut terlaksana berkat kolaborasi antara mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin, Puskesmas Barukku, serta dukungan penuh dari Pemerintah Desa Botto.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam dua tahap agar dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas. Tahap pertama berlangsung pada 27 Juli 2026 di Dusun I Botto dan diikuti oleh 27 warga, sedangkan tahap kedua dilaksanakan pada 31 Juli 2026 di Kantor Desa Botto dengan jumlah peserta 31 orang. Secara keseluruhan, sebanyak 58 warga mengikuti pemeriksaan glukosa darah sebagai bagian dari upaya deteksi dini diabetes melitus tipe 2.
Selain pemeriksaan glukosa darah, peserta juga memperoleh edukasi mengenai interpretasi hasil pemeriksaan, faktor-faktor risiko diabetes melitus tipe 2, pentingnya menerapkan pola makan sehat, membatasi konsumsi gula dan karbohidrat sederhana, meningkatkan aktivitas fisik, serta anjuran untuk melakukan pemeriksaan lanjutan bagi peserta yang menunjukkan kadar glukosa darah di atas normal.
Penanggung jawab program, Muhammad Rizky Putra, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pelayanan kesehatan promotif dan preventif di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan skrining ini, kami berharap masyarakat Desa Botto semakin sadar akan pentingnya memeriksakan kadar glukosa darah secara rutin serta menerapkan pola hidup sehat sejak dini. Kolaborasi antara mahasiswa KKN, Puskesmas Barukku, dan Pemerintah Desa Botto diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung deteksi dini dan pengendalian diabetes melitus tipe 2 di tingkat masyarakat,” ujarnya.
Diabetes melitus tipe 2 merupakan salah satu penyakit tidak menular yang sering berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal. Padahal, apabila tidak terdeteksi dan tidak ditangani dengan baik, penyakit ini dapat memicu berbagai komplikasi serius, seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, hingga gangguan penglihatan yang berujung pada kebutaan.
Karena itu, pemeriksaan glukosa darah secara berkala menjadi langkah penting dalam menemukan kasus diabetes sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko komplikasi dapat diminimalkan.
Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Botto, tetapi juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, fasilitas pelayanan kesehatan, dan pemerintah desa dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan berbasis promotif dan preventif.
Informasi Kegiatan
- Nama Program: Skrining dan Deteksi Dini Diabetes Melitus Tipe 2 melalui Pemeriksaan Glukosa Darah
- Pelaksana: Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin
- Kolaborator: Puskesmas Barukku
- Lokasi: Desa Botto, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang
- Pelaksanaan Tahap I: Dusun I Botto, 27 Juli 2026 (27 peserta)
- Pelaksanaan Tahap II: Kantor Desa Botto, 31 Juli 2026 (31 peserta)
- Total Peserta: 58 orang
- Penanggung Jawab Program: Muhammad Rizky Putra
— Selesai —
___
Penulis: Muhammad Rizky Putra
Editor: Aisya Sofianita Kamaruddin









