Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Unhas Edukasi Penggunaan Antibiotik Bijak untuk Cegah Resistensi di Desa Sereang

  • Whatsapp
Penanggung jawab kegiatan, Neila Fitri Ramadhani, mengatakan bahwa program SIGAP diharapkan mampu membentuk kebiasaan masyarakat untuk menggunakan antibiotik secara lebih bijaksana.

PELAKITA.ID – SIDENRENG RAPPANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin melaksanakan program edukasi kesehatan bertajuk SIGAP (Siap Gunakan Antibiotik dengan Penuh Bijak) di Kantor Desa Sereang, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang.

Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya penggunaan antibiotik secara rasional sebagai upaya mencegah terjadinya resistensi antibiotik.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang berfokus pada peningkatan literasi kesehatan.

Edukasi diberikan sebagai respons terhadap masih ditemukannya praktik penggunaan antibiotik yang kurang tepat di masyarakat, seperti membeli antibiotik tanpa resep dokter, menghentikan konsumsi obat sebelum terapi selesai, hingga menggunakan antibiotik untuk penyakit yang tidak disebabkan oleh infeksi bakteri.

Kebiasaan tersebut dinilai dapat memicu resistensi antibiotik, yaitu kondisi ketika bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik sehingga infeksi menjadi lebih sulit diobati.

Resistensi antibiotik kini menjadi salah satu tantangan kesehatan global yang memerlukan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat untuk mencegah penyebarannya.

Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang diawali dengan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal, dilanjutkan dengan penyampaian materi secara interaktif menggunakan media banner dan leaflet, sesi diskusi, serta post-test sebagai evaluasi peningkatan pemahaman setelah mengikuti penyuluhan.

Materi yang disampaikan mencakup pengertian antibiotik, fungsi dan manfaatnya dalam mengatasi infeksi bakteri, pentingnya penggunaan antibiotik sesuai resep dokter, serta dampak penggunaan yang tidak tepat terhadap munculnya resistensi antibiotik.

Peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan mengajukan pertanyaan terkait penggunaan obat yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Penanggung jawab kegiatan, Neila Fitri Ramadhani, mengatakan bahwa program SIGAP diharapkan mampu membentuk kebiasaan masyarakat untuk menggunakan antibiotik secara lebih bijaksana.

“Melalui program SIGAP, kami ingin mengajak masyarakat untuk memahami bahwa antibiotik bukanlah obat untuk semua jenis penyakit. Penggunaan antibiotik yang tepat tidak hanya membantu proses penyembuhan, tetapi juga menjadi langkah penting dalam mencegah terjadinya resistensi antibiotik yang kini menjadi tantangan kesehatan di berbagai negara,” ujarnya.

Melalui program ini, Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin berkomitmen mendukung upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan dengan meningkatkan literasi masyarakat mengenai penggunaan antibiotik yang rasional.

Diharapkan, edukasi tersebut dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menggunakan antibiotik secara bertanggung jawab, sehingga risiko resistensi antibiotik dapat ditekan dan kualitas kesehatan masyarakat Desa Sereang terus meningkat.

___

Penulis Neila Fitri Ramadhani