Mahasiswa KKN Gelombang 116 Unhas Rintis Bank Sampah di Kelurahan Bukit Indah, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi

  • Whatsapp
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin merintis program Bank Sampah di Kelurahan Bukit Indah, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sekaligus mendorong terciptanya nilai ekonomi dari limbah rumah tangga.

PELAKITA.ID – PAREPARE – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin merintis program Bank Sampah di Kelurahan Bukit Indah, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sekaligus mendorong terciptanya nilai ekonomi dari limbah rumah tangga.

Program ini hadir sebagai solusi atas persoalan penumpukan sampah rumah tangga yang selama ini belum dikelola secara optimal.

Melalui konsep Bank Sampah, masyarakat diajak untuk memilah sampah sejak dari rumah, khususnya sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan logam, kemudian menyetorkannya ke bank sampah untuk ditimbang dan dicatat sebagai tabungan yang memiliki nilai ekonomi.

Mahasiswa KKN berharap sistem tersebut tidak hanya membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, tetapi juga membangun kebiasaan baru masyarakat dalam menerapkan prinsip reduce, reuse, dan recycle (3R) secara berkelanjutan.

Salah satu anggota Posko KKN Kelurahan Bukit Indah, Ahmad Fauzan Awaluddin, mengatakan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada perubahan perilaku masyarakat melalui edukasi yang berkelanjutan.

“Kami melihat potensi besar jika sampah anorganik dikelola dengan tepat. Bank Sampah ini bukan sekadar tempat mengumpulkan sampah, tetapi juga wadah edukasi agar warga melihat sampah sebagai sumber daya yang memiliki nilai guna dan ekonomi,” ujarnya.

Pelaksanaan program diawali dengan sosialisasi mengenai pentingnya pemilahan sampah organik dan anorganik di tingkat rumah tangga. Mahasiswa juga memberikan penjelasan mengenai mekanisme penyetoran sampah, proses penimbangan, pencatatan tabungan, hingga manfaat ekonomi yang dapat diperoleh masyarakat melalui sistem Bank Sampah.

Mahasiswa KKN berharap sistem tersebut tidak hanya membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, tetapi juga membangun kebiasaan baru masyarakat dalam menerapkan prinsip reduce, reuse, dan recycle (3R) secara berkelanjutan.

Sebagai bagian dari program, mahasiswa turut melakukan perakitan fasilitas Bank Sampah yang nantinya akan digunakan sebagai pusat pengumpulan dan pengelolaan sampah warga. Setelah seluruh persiapan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan peresmian bersama pemerintah kelurahan yang diwakili oleh Sekretaris Lurah serta dihadiri masyarakat setempat.

Pemerintah Kelurahan Bukit Indah menyambut baik inisiatif tersebut. Menurut Sekretaris Lurah, program Bank Sampah sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan melalui partisipasi aktif masyarakat.

Mahasiswa KKN Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap program ini dapat terus berlanjut setelah masa pengabdian berakhir. Dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, Bank Sampah diharapkan berkembang menjadi model pengelolaan sampah mandiri yang mampu meningkatkan kepedulian lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga.

Ke depan, Kelurahan Bukit Indah diharapkan dapat menjadi salah satu kawasan percontohan dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kota Parepare, sekaligus membuktikan bahwa sampah bukan lagi sekadar limbah, melainkan sumber daya yang bernilai apabila dikelola secara tepat.