Pengabdian Prof Nurjannah Nurdin, dari Geospasial hingga Penyiapan Generasi Islami Melalui Yayasan Pendidikan Al Azizi

  • Whatsapp
Prof. Dr. Nurjannah Nurdin, S.T, M.Si. (ilustrasi oleh Pelakita.ID)

Dari tahun ke tahun, kepercayaan orang tua terhadap Al Azizi terus meningkat sehingga lembaga ini berkembang menjadi salah satu pilihan utama bagi keluarga yang menginginkan pendidikan berbasis nilai-nilai Islam yang moderat, berkualitas, dan berorientasi pada pembentukan karakter.

PELAKITA.ID – Di dunia akademik, Prof. Dr. Nurjannah Nurdin, S.T., M.Si. dikenal sebagai salah satu pakar geospasial kelautan Indonesia. Kepakarannya meliputi penginderaan jauh (remote sensing), Sistem Informasi Geografis (Geographic Information System/GIS), pemetaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, pemanfaatan wahana nirawak (Unmanned Aerial Vehicle/UAV), hingga analisis spasial berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).

Berbagai penelitian yang dikembangkannya berkontribusi pada pengelolaan sumber daya pesisir dan pembangunan ekonomi biru di Indonesia.

Penulis mencatat, setelah browsing nama dan kiprahnya ternyata ada juga di balik kiprah akademiknya sebagai Guru Besar Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin, terdapat sisi lain yang tidak banyak diketahui publik.

Prof Nurjannah Nurdin (imaage by Pelakita.ID)

Selama lebih dari satu dekade, Prof. Nurjannah rupanya juga mendedikasikan dirinya untuk membangun pendidikan Al-Qur’an bagi masyarakat Kota Parepare.

TKIT. AL-AZIZI merupakan sekolah swasta jenjang TK di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang didirikan pada 28 Maret 2019 berdasarkan SK Pendirian Nomor 211, serta berlokasi di Jl. Guru M. Amin No. 24, Ujung Baru, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

Saat ini, sekolah ini dipimpin oleh Hefrida Ruslan selaku Kepala Sekolah dengan Henny Sumarja, S.Sos. sebagai operator yang bertanggung jawab, di mana keberadaan TKIT. AL-AZIZI ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mencerdaskan anak bangsa, khususnya bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Soreang dan sekitarnya.

 

Bagi penulis, sosok kelahiran Parepare ini adalah sosok yang ulet dan fokus. Fokus dalam pengertian sesuai pembacaan penulis sejak menjadi mahasiswa Ilmu dan Teknologi Kelautan Unhas, aktif sebagai pengurus organisasi Pramuka di Unhas, kemudian fokus sebagai pakar GIS, pemataan atau ruang lingkup geospasial.

Ternyata pula, perempuan yang akrab disapa Kak Ecce oleh rekan-rekan seangkatannya di Program Studi Ilmu dan Teknologi Kelautan Universitas Hasanuddin itu merupakan pendiri sekaligus Ketua Yayasan Pendidikan Islam Al Azizi Parepare.

Meski tidak berharap namanya disebut sebagai sosok penentu, kepada Pelakita.ID dia mengakui bahwa melalui yayasan tersebut, ia ingin meletakkan meletakkan fondasi lahirnya lembaga pendidikan Islam yang menempatkan Al-Qur’an, pembentukan karakter, dan penguatan akidah sebagai inti proses pembelajaran.

Di bawah kepemimpinannya, Yayasan Pendidikan Islam Al Azizi berkembang melalui TK Islam Terpadu (TKIT) Al Azizi dan Rumah Tahfiz Al Azizi, yang mulai beroperasi sejak 2016.

“Sudah lama Bang Komar,” katanya ke penulis. Selalu begitu sapaannya untuk penulis.

Dikatakan Ecce, lembaga tersebut tidak hanya melayani pendidikan anak usia dini, tetapi juga membuka ruang belajar Al-Qur’an bagi kaum ibu melalui program Rumah Al-Qur’an Ibu dan Anak.

Ilustrasi oleh Pelakita.ID

Berlokasi di Jalan Guru M. Amin No. 24–28, Kota Parepare, Rumah Tahfiz Al Azizi kini menjadi salah satu pusat pembelajaran Al-Qur’an yang dikenal masyarakat.

Berbagai kegiatan tahsin, tahfiz, pembinaan akhlak, serta pendidikan keluarga dilaksanakan secara berkelanjutan dengan tujuan membangun generasi yang mencintai Al-Qur’an sejak usia dini.

Menurut Prof. Nurjannah, pendidikan tidak hanya berbicara tentang kecerdasan intelektual, tetapi juga pembentukan manusia yang memiliki integritas, akhlak, dan kepedulian sosial.

“Saat ini yayasan memiliki 21 guru, semua ustadzah, dan ada sekitar 200-an murid,” ucapnya.

Kurikulum yang dikembangkan di Al Azizi memadukan pembelajaran akademik dengan pembiasaan ibadah, pendidikan karakter, dan penguatan nilai-nilai keislaman.

Aktif dan diminati warga Parepare

Pendekatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat Parepare.

Dari tahun ke tahun, kepercayaan orang tua terhadap Al Azizi terus meningkat sehingga lembaga ini berkembang menjadi salah satu pilihan utama bagi keluarga yang menginginkan pendidikan berbasis nilai-nilai Islam yang moderat, berkualitas, dan berorientasi pada pembentukan karakter.

Begitulah, dedikasi Prof. Nurjannah di bidang pendidikan berjalan seiring dengan perjalanan akademiknya di Universitas Hasanuddin. Setelah dikukuhkan sebagai Guru Besar pada 2022, ia tetap aktif mengembangkan riset dan kelembagaan dan di sisi lain tetap menaruh kasih sayang untuk generasi Parepare, tempat di mana dia dilahirkan.

Sebagai informasi, ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Eksekutif Pusat Penelitian dan Pengembangan Wilayah Laut, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil (Puslitbang WITARIS) periode 2010–2014, kemudian Kepala Puslitbang WITARIS periode 2014–2018, dan selanjutnya memimpin Pusat Penelitian dan Pengembangan Laut, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin selama dua periode, 2018–2026.

Perjalanan tersebut memperlihatkan bagaimana seorang ilmuwan dapat mengabdikan diri pada dua dunia yang tampak berbeda, tetapi sesungguhnya saling melengkapi.

Di satu sisi, Prof. Nurjannah mengembangkan teknologi geospasial, drone, dan kecerdasan buatan untuk mendukung pengelolaan sumber daya pesisir Indonesia. Di sisi lain, ia membangun ruang belajar Al-Qur’an yang menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual kepada generasi muda.

“Ilmu pengetahuan akan memberikan manfaat yang lebih besar ketika dibangun di atas fondasi karakter yang kuat,” menjadi semangat yang tercermin dari perjalanan pengabdiannya.

Di tangan Prof. Nurjannah Nurdin, laboratorium riset dan ruang tahfiz bukanlah dua dunia yang terpisah.

Keduanya merupakan bagian dari misi yang sama: membangun manusia Indonesia yang unggul, berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan masa depan.


Catatan penulis: Artikel ini disusun berdasarkan wawancara Kamaruddin Azis dengan Prof. Dr. Nurjannah Nurdin, S.T., M.Si., di Makassar pada 2 Agustus 2026, serta informasi kelembagaan Yayasan Pendidikan Islam Al Azizi dan Rumah Tahfiz Al Azizi Parepare.