PELAKITA.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja bertajuk “Membangun Kepedulian Terhadap Iklim Melalui Edukasi Konsumsi Pangan pada Siswa Sekolah Dasar” di UPTD SDN 36 Tangaparang, Desa Botolempangan, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sabtu (1/8).
Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas IV hingga VI dan dikemas dalam bentuk sosialisasi interaktif untuk menanamkan kebiasaan konsumsi pangan yang bijak sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim.
Program tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya mengambil makanan secukupnya, menghabiskan makanan, serta memahami bahwa mengurangi sisa makanan merupakan tindakan sederhana yang dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai keterkaitan antara konsumsi pangan, food waste, dan perubahan iklim, dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif, kemudian ditutup dengan kuis edukatif untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan.
Penanggung jawab program, Putri Ariqah Syamsul, menjelaskan bahwa program ini diharapkan dapat menanamkan kebiasaan mengonsumsi makanan secara bijak pada siswa sejak usia dini sehingga perilaku tersebut dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap siswa tidak hanya memahami pentingnya menghabiskan makanan, tetapi juga menyadari bahwa setiap makanan yang terbuang memiliki dampak terhadap lingkungan. Melalui kebiasaan sederhana seperti mengambil makanan secukupnya dan menghabiskannya, mereka telah ikut berkontribusi dalam mengurangi food waste dan menjaga kelestarian bumi,” ujarnya.
Program ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab serta SDGs poin 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim.
Pihak UPTD SDN 36 Tangaparang menyambut baik pelaksanaan program tersebut dan mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin dalam menghadirkan edukasi yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa.
Diharapkan materi yang telah diberikan dapat terus diterapkan sehingga membentuk budaya konsumsi pangan yang bijak, mengurangi kebiasaan menyisakan makanan, serta meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap isu perubahan iklim secara berkelanjutan.









