PELAKITA.ID – PAREPARE — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja SIBIONIK (Sistem Biopori Organik Ekonomis) di Kelurahan Galung Maloang, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare, pada Sabtu, 1 Agustus 2026.
Program ini menjadi salah satu upaya nyata mahasiswa dalam merespons isu pemanasan global melalui penerapan teknologi sederhana berbasis lingkungan.
Sebagai bagian dari KKN Tematik Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin, program ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab serta Tujuan 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim.
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, mengenai pemanfaatan sampah organik rumah tangga menjadi kompos yang bernilai ekonomis, sekaligus meningkatkan daya resap air tanah melalui lubang resapan biopori.
Rangkaian kegiatan meliputi penyuluhan dan demonstrasi pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB) kepada kelompok ibu-ibu setempat. Sebagai bentuk implementasi, mahasiswa juga menggali lubang biopori di tiga titik permukiman, yakni di wilayah RW 1, RW 3, dan RW 7 Kelurahan Galung Maloang.
Langkah ini diharapkan mampu mengurangi potensi genangan air sekaligus menekan emisi gas rumah kaca melalui pengelolaan sampah organik yang lebih baik.
Penanggung jawab program, Aisyah Barayani, mahasiswa Program Studi Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Hasanuddin, menjelaskan bahwa SIBIONIK dirancang sebagai solusi sederhana, murah, dan ramah lingkungan yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat.
“Kami ingin mengubah cara pandang warga bahwa sampah dapur bukanlah limbah yang tidak berguna, melainkan aset yang memiliki nilai ekonomis. Melalui SIBIONIK, masyarakat dapat menghemat biaya pembelian pupuk sekaligus menjaga pekarangan tetap bebas dari genangan air,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Seksi Pelayanan Umum dan Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Galung Maloang, Fadly, S.H. Menurutnya, program tersebut mendapat sambutan yang sangat positif dari masyarakat.
“Antusiasme warga sangat luar biasa. Hal ini membuktikan bahwa edukasi yang disampaikan mahasiswa diterima dengan sangat baik. Banyak warga yang penasaran dan berharap pekarangan mereka juga dibuatkan biopori. Ini menunjukkan bahwa program tersebut berhasil menarik perhatian masyarakat,” tuturnya.
Melalui program SIBIONIK, mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Kelurahan Galung Maloang dapat membiasakan diri memilah sampah organik rumah tangga serta merawat lubang biopori secara berkelanjutan. Dengan demikian, lingkungan menjadi lebih bersih, produktif, dan tangguh dalam menghadapi dampak perubahan iklim.
___
Penulis Aisyah Barayani
Editor Aisya Sofianita Kamaruddin









