PELAKITA.ID – MAKASSAR – Coastal Geospatial Research Group (CGRG) Universitas Hasanuddin (Unhas) akan menyelenggarakan Workshop Deep Learning for Geospatial Data dengan menghadirkan salah satu pakar geospasial dunia, Prof. Devis Tuia dari École Polytechnique Fédérale de Lausanne (EPFL), Swiss.
Workshop yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Agustus 2026 pukul 09.00 WITA di GeoSea Lab, Gedung LPPM Universitas Hasanuddin Lantai 5, menjadi kesempatan berharga bagi akademisi, peneliti, mahasiswa, dan praktisi untuk memperdalam pemanfaatan teknologi deep learning dalam analisis data geospasial.
Prof. Devis Tuia merupakan ilmuwan internasional yang dikenal luas dalam bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), penginderaan jauh (remote sensing), serta analisis data geospasial berbasis machine learning.
Reputasinya tercermin dari capaian H-Index Scopus 67 dengan lebih dari 20.658 sitasi, yang menempatkannya sebagai salah satu peneliti paling berpengaruh di bidang geospatial artificial intelligence.
Menurut Prof Nurjannah Nurdin, guru besar Indraja dan Geospasial Unhas dari Coastal Geospatial Research Group Universitas Hasanuddin, perkembangan teknologi deep learning telah mengubah cara para peneliti memahami dan mengelola data spasial.
“Dengan memanfaatkan citra satelit, foto udara, hingga data drone, teknologi ini mampu meningkatkan akurasi pemetaan tutupan lahan, memantau perubahan lingkungan, mendeteksi objek secara otomatis, hingga mendukung pengambilan keputusan berbasis data untuk pengelolaan sumber daya alam,” ucapnya.
Dikatakan, melalui workshop ini, peserta akan memperoleh wawasan mengenai perkembangan terkini penerapan deep learning pada berbagai aplikasi geospasial, termasuk pemanfaatannya dalam riset lingkungan, wilayah pesisir, kelautan, pertanian, kehutanan, serta mitigasi bencana.
“Kehadiran Prof. Tuia juga diharapkan membuka peluang kolaborasi riset internasional antara Universitas Hasanuddin dengan EPFL Swiss, sekaligus memperkuat kapasitas peneliti Indonesia dalam mengembangkan inovasi berbasis kecerdasan buatan untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan berkelanjutan,” jelasnya.
“Insya Allah, terjadwal sejak awal tahun workshop dan pra riset 3D mapping bersama sama mulai minggu depan hingga 16 Agustus di Spermonde dan Wakatobi,” tambahnya.
Sebagai kelompok riset yang berfokus pada pengembangan ilmu geospasial pesisir, Coastal Geospatial Research Group Universitas Hasanuddin terus mendorong penguatan jejaring akademik global melalui penyelenggaraan berbagai seminar, lokakarya, dan kolaborasi bersama para ilmuwan dunia.
Panitia menyediakan kuota peserta secara terbatas.
Pendaftaran dilakukan melalui QR Code yang tersedia pada poster kegiatan.
Workshop ini diharapkan menjadi forum ilmiah yang mempertemukan peneliti, dosen, mahasiswa, serta praktisi geospasial untuk memperluas wawasan sekaligus memperkuat penguasaan teknologi kecerdasan buatan dalam mendukung riset dan inovasi geospasial di Indonesia.









