Unhas Expo KKN Gelombang 116 Tampilkan Ribuan Produk dan Karya Inovasi Mahasiswa

  • Whatsapp
Dari pelaksanaan KKN Gelombang 116, tercatat 1.817 produk luaran berbasis usaha dan industri, 1.449 produk teknologi tepat guna, serta 1.368 produk inovasi lainnya. Selain itu, terdapat 428 produk seni dan budaya yang dihasilkan bersama masyarakat.

PELAKITA.ID – MAKASSAR – Universitas Hasanuddin menggelar Expo Kuliah Kerja Nyata Gelombang 116. Kegiatan ini menampilkan beragam produk dan inovasi mahasiswa yang dihasilkan selama menjalankan KKN di berbagai wilayah. Expo berlangsung di GOR JK Arenatorium Unhas. Sabtu, 19/09/2026.

Sebanyak 5.062 mahasiswa mengikuti KKN Gelombang 116. Selama berada di tengah masyarakat, mahasiswa mengidentifikasi berbagai persoalan dan kebutuhan di lokasi KKN, kemudian merancang solusi yang diwujudkan dalam bentuk produk maupun inovasi.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. Muhammad Ruslin, mengatakan Expo KKN merupakan kesempatan untuk memperlihatkan hasil kerja mahasiswa sekaligus mendorong agar produk yang dihasilkan bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi yang lebih besar.

“Mahasiswa turun ke masyarakat untuk mencari persoalan dan masalahnya. Kemudian mahasiswa memberikan alternatif penyelesaian. Solusi-solusi itu bagaimana mengangkat value dari hasil kegiatan KKN,” ujar Prof. Ruslin.

Dari pelaksanaan KKN Gelombang 116, tercatat 1.817 produk luaran berbasis usaha dan industri, 1.449 produk teknologi tepat guna, serta 1.368 produk inovasi lainnya. Selain itu, terdapat 428 produk seni dan budaya yang dihasilkan bersama masyarakat.

Lebih Lanjut, Prof. Ruslin, menyampaikan berbagai produk tersebut tidak akan berhenti pada pelaksanaan KKN. Unhas akan mendorong adanya pendampingan lanjutan melalui kolaborasi dengan bidang inovasi dan pengembangan usaha.

Pendampingan tersebut dapat mencakup pengembangan produk, pembentukan spin-off, hingga pemenuhan aspek legalitas. Produk yang dinilai memiliki potensi akan diarahkan untuk memperoleh merek, perizinan, hingga sertifikasi yang dibutuhkan, termasuk izin dari BPOM untuk produk yang relevan.

Keberlanjutan hasil KKN menjadi bagian penting dari upaya Unhas memperkuat hubungan antara mahasiswa dan persoalan nyata di masyarakat. Unhas berharap KKN tidak hanya menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga mendorong lahirnya solusi yang dapat terus dikembangkan setelah program berakhir.

Kepala Subdirektorat Pembelajaran Berbasis Masyarakat Unhas, Dr. Ir. Sulaeha Thamrin, mengatakan produk yang ditampilkan dalam Expo KKN Gelombang 116 merupakan sebagian dari keseluruhan luaran mahasiswa. Jumlah produk yang dihasilkan bahkan mencapai lebih dari 2.000, namun tidak seluruhnya dibawa ke lokasi expo.

“Tidak bisa dipajang semua. Ada beberapa produk yang diminta untuk tinggal di tempat KKN karena sangat bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Menurut Sulaeha, kondisi tersebut menunjukkan bahwa sebagian hasil KKN telah langsung dimanfaatkan oleh masyarakat. Karena itu, Expo KKN ke depan tidak hanya diarahkan sebagai ruang pamer, tetapi juga menjadi titik awal untuk menentukan produk yang memiliki potensi pengembangan.

Lebih lanjut Suleha mengatakan Unhas akan memprioritaskan produk tertentu untuk mendapatkan pendampingan usaha melalui kolaborasi dengan bidang inovasi dan pengembangan bisnis. Dengan demikian, luaran KKN dapat diarahkan untuk berkembang menjadi kegiatan usaha yang memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Selain itu, Sulaeha juga melihat adanya perkembangan dari sisi inovasi dibandingkan pelaksanaan KKN sebelumnya. Kemajuan informasi dan teknologi membuat mahasiswa semakin mampu menghasilkan produk yang lebih beragam dan inovatif sesuai kebutuhan masyarakat.(*/ams)