Peneliti Unhas Lolos Seleksi Riset GIZ Bidang Pertambangan, Prof Nurjannah Nurdin Pimpin Tim Multidisipliner

  • Whatsapp
Ilustrasi
  • Dekan dan civitas akademika Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Hasanuddin menyampaikan apresiasi mendalam serta ucapan selamat dan sukses kepada Prof. Dr. Nurjannah Nurdin, S.T., M.Si. & Team (Coastal Geospatial Thematic Research Group).
  • Pencapaian berharga ini diraih atas penghargaan program riset bertajuk “Baseline Assessment of the Current Environmental and Ecological Conditions of Weda Bay, North Maluku 2026–2027” yang didanai oleh lembaga kerja sama internasional asal Jerman, Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH.
  • Keberhasilan riset ini menjadi bukti nyata komitmen FIKP Unhas dalam mendorong kajian ilmiah berbasis geospasial pesisir guna mendukung pengelolaan lingkungan dan ekologi kelautan yang berkelanjutan di Indonesia, khususnya di wilayah Teluk Weda, Maluku Utara.
  • Pencapaian ini tidak hanya memperkuat reputasi akademis institusi di tingkat internasional, tetapi juga diharapkan mampu memberikan kontribusi kontkret bagi perlindungan ekosistem pesisir serta perumusan kebijakan berbasis data yang andal untuk masa depan.

PELAKITA.ID— Peneliti Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Nurjannah Nurdin, menjadi bagian penting dari tim riset yang berhasil lolos dalam proses seleksi program penelitian yang didukung oleh German Agency for International Cooperation (GIZ), dengan fokus kajian pada dampak aktivitas pertambangan dan berbagai konsekuensi yang ditimbulkannya terhadap masyarakat, lingkungan, serta pembangunan berkelanjutan

Program tersebut merupakan skema riset yang diperoleh melalui proses kompetitif, dengan tahapan seleksi yang cukup ketat sejak pengajuan proposal hingga penilaian terhadap kapasitas dan rekam jejak tim peneliti.

Tim yang dipimpin Prof. Nurjannah Nurdin sebelumnya harus melewati sejumlah tahapan evaluasi untuk memastikan bahwa rancangan penelitian, pendekatan metodologis, inovasi teknologi, serta kapasitas para peneliti memenuhi standar yang ditetapkan oleh pihak pemberi dukungan riset.

Dalam proses seleksi tersebut, kualitas dan komposisi tim menjadi salah satu aspek yang mendapatkan perhatian serius.

Para reviewer tidak hanya melihat gagasan penelitian yang ditawarkan, tetapi juga menelusuri secara cermat rekam jejak masing-masing anggota tim, pengalaman penelitian, kompetensi akademik, publikasi ilmiah, serta kesesuaian kepakaran dengan bidang atau posisi yang ditawarkan dalam struktur penelitian.

Ketatnya proses tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah proposal penelitian tidak semata-mata ditentukan oleh menariknya tema yang diangkat, tetapi juga oleh kemampuan tim dalam menunjukkan kapasitas akademik dan pengalaman yang relevan.

Dalam konteks riset mengenai pertambangan, kebutuhan terhadap tim dengan kepakaran yang beragam menjadi semakin penting karena persoalan pertambangan tidak dapat dibaca hanya dari satu perspektif keilmuan.

Prof. Nurjannah Nurdin sebagai peneliti utama memimpin tim yang diperkuat oleh sejumlah tenaga ahli dengan latar belakang dan pengalaman yang beragam.

Komposisi tersebut dirancang untuk mendukung kebutuhan penelitian yang membutuhkan pendekatan multidisipliner, terutama dalam membaca keterkaitan antara aktivitas pertambangan, perubahan lingkungan, dinamika sosial, ekonomi masyarakat, serta aspek tata kelola.

Tim tenaga ahli utama tersebut terdiri atas Prof. Abdul Haris, Prof. Sri Suro, Prof. Chair Rani, Dr. Wasir Samad, Prof. Nazaruddin dari Universitas Khairun (Unkhair), Ternate, Dr. Mukhsan, serta Prof. Husnul.

Selain tenaga ahli utama, tim juga diperkuat oleh sejumlah tenaga ahli jangka pendek dan tim pendukung lapangan yang akan berperan dalam proses pengumpulan data, kajian teknis, observasi lapangan, serta berbagai kebutuhan penelitian lainnya.

Kehadiran para tenaga ahli tersebut menjadi bagian penting dari kapasitas tim karena kajian dampak pertambangan membutuhkan kombinasi pengetahuan akademik, pengalaman penelitian, pemahaman terhadap karakteristik wilayah, serta kemampuan membaca persoalan secara lintas disiplin.

Pendekatan semacam ini memungkinkan penelitian tidak berhenti pada identifikasi dampak, tetapi juga dapat melihat hubungan antara perubahan ekologis, kondisi sosial-ekonomi, dan tata kelola sumber daya.

Proses seleksi GIZ juga memperlihatkan pentingnya rekam jejak akademik dalam membangun kredibilitas sebuah tim penelitian. Setiap anggota tim menjadi bagian dari keseluruhan kapasitas proposal sehingga pengalaman, publikasi, kompetensi, dan relevansi kepakaran masing-masing peneliti ikut menjadi perhatian dalam proses evaluasi.

Bagi Unhas, keterlibatan Prof. Nurjannah Nurdin dalam riset ini sekaligus menunjukkan peran peneliti perguruan tinggi dalam menghasilkan pengetahuan yang dapat digunakan untuk memahami persoalan pembangunan berbasis sumber daya alam.

Pertambangan memiliki kontribusi ekonomi yang penting, namun pada saat yang sama menghadirkan tantangan ekologis dan sosial yang membutuhkan basis pengetahuan kuat agar kebijakan dan praktik pengelolaannya dapat berjalan secara lebih bertanggung jawab.

Riset ini juga memiliki relevansi yang lebih luas karena pembahasan mengenai dampak pertambangan kini semakin terkait dengan isu keberlanjutan, transisi energi, perlindungan lingkungan, kesejahteraan masyarakat, serta tata kelola sumber daya alam.

Penelitian yang mampu mempertemukan perspektif teknologi, lingkungan, sosial, ekonomi, dan kelembagaan menjadi semakin dibutuhkan untuk menghasilkan pemahaman yang utuh.

Keberhasilan melewati seleksi kompetitif GIZ dengan demikian bukan hanya menjadi capaian individual Prof. Nurjannah Nurdin, tetapi juga merepresentasikan kapasitas kolaboratif para peneliti yang tergabung di dalamnya. Kekuatan tersebut terletak pada kombinasi kepemimpinan penelitian, rekam jejak akademik, keberagaman kepakaran, serta dukungan tenaga ahli jangka pendek dan tim lapangan.

Riset mengenai dampak pertambangan diharapkan tidak hanya menghasilkan laporan akademik, tetapi juga menghadirkan pengetahuan yang relevan bagi pengambil kebijakan, masyarakat, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.

Dengan pendekatan multidisipliner dan berbasis bukti, penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada upaya memahami sekaligus merumuskan respons yang lebih berkelanjutan terhadap berbagai dampak aktivitas pertambangan.

Redaksi